Ilustrasi cek denyut jantung. (Sumber gambar: Freepik)

Meraba Nadi Sendiri, Langkah Awal Cegah Gangguan Irama Jantung

18 February 2026   |   17:58 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Gangguan irama jantung atau aritmia masih menjadi persoalan kesehatan yang serius dan sering kali tidak disadari oleh masyarakat. Banyak kasusnya baru diketahui setelah muncul komplikasi berat, seperti stroke dan gagal jantung, sehingga penanganannya pun jadi sulit.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia Yoga Yuniadi mengatakan melakukan deteksi dini terkait gangguan irama jantung sebenarnya mudah. Selain bisa dilakukan di klinik, masyarakat juga dapat melakukannya secara mandiri.

Baca juga: Overwork Ancam Kesehatan Pekerja, Dapat Memicu Stroke dan Penyakit Jantung

Salah satu metode pengecekan yang direkomendasikan ialah Menari atau Meraba Nadi Sendiri. Teknik ini bertujuan mendeteksi kelainan denyut, irama tidak teratur, atau frekuensi nadi yang tidak normal.

"Menari dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan jari tengah di pergelangan tangan atau leher, menghitung denyut selama 30 detik lalu dikalikan dua untuk mendapatkan denyut per menit," ungkapnya dalam acara Pulse Day 2026 di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, Jumat (13/2)

Saat melakukan pemeriksaan ini, dokter Yoga mengatakan pasien perlu memperhatikan kisaran denyut nadinya secara tepat. Umumnya, nadi normal berada di antara 60–100 kali per menit.

Selain itu, waspadai jika denyut terasa tidak teratur, terdapat denyut yang hilang, iramanya berubah-ubah dan terlalu cepat di atas 100 kali per menit, atau justru terlalu lambat di bawah 60 kali per menit.

Apabila tanda-tanda tersebut muncul, terutama bila disertai pusing, keringat dingin, nyeri dada, sesak napas, pingsan, bicara pelo, atau kelemahan pada anggota gerak, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

"Kebiasaan memeriksa nadi secara berkala dapat membantu menemukan gangguan irama jantung (fibrilasi atrium) yang sebelumnya tidak disadari. Bila gangguan ini terdeteksi dan diobati dengan pengencer darah yang tepat, risiko Stroke dapat berkurang," imbuhnya.

Menurut dokter Yoga, walau studi besar yang secara spesifik membuktikan kebiasaan meraba nadi dapat menekan risiko stroke belum banyak, pendekatan ini tetap dinilai bermanfaat karena secara ilmiah mendukung proses deteksi dini dan pencegahan komplikasi.

Terlebih, katanya, Fibrilasi Atrium memiliki dampak serius karena dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat dan risiko kematian dua kali lipat. Sayangnya, sekitar 50 persen kasus tidak terdiagnosis karena penderitanya tidak menyadari adanya gangguan irama jantung tersebut.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Tiket Hammersonic Festival 2026 Mulai Dijual Hari Ini, Cek Harga dan Line-up Terbarunya

BERIKUTNYA

Miley Cyrus Kembali Perankan Hannah Montana di Spesial Ulang Tahun ke-20

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga