Ilustrasi berpuasa. (Sumber foto: Freepik)

Jelang Ramadan 2026, Pakar Kesehatan Bagikan Panduan Jaga Kebugaran Saat Puasa

07 February 2026   |   10:30 WIB
Image
Alwi Rahman Kusnandar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

Menjelang bulan suci Ramadan 2026, umat Muslim di berbagai belahan dunia mulai memfokuskan perhatian tidak hanya pada aspek spiritual, tetapi juga persiapan fisik dan kesehatan agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan lancar dan bugar.

Pakar kesehatan dari beragam institusi kesehatan internasional memberikan sejumlah tips berbasis riset guna membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan dan aktivitas saat Ramadan.

Baca juga: Ramadan Minimalis: Waktunya Puasa dari Konsumsi Berlebihan
 
Salah satu aspek penting yang ditekankan oleh pakar adalah kebutuhan hidrasi tubuh. Menurut pedoman kesehatan yang dikutip oleh The Times of India, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Eastern Mediterranean Regional Office menyarankan agar individu memastikan asupan air yang cukup selama jam tidak berpuasa, termasuk mengonsumsi setidaknya 10 gelas air dan makanan yang kaya air seperti buah-buahan serta sayuran untuk menghindari dehidrasi.
​​​​​​
Mereka juga menganjurkan agar menghindari minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat kehilangan cairan tubuh. 
 
Selain hidrasi, nutrisi yang tepat saat sahur menjadi kunci untuk menjaga energi sepanjang hari. Cornell Health merekomendasikan makanan sahur yang mengandung kombinasi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, buah, dan sayuran.

Contoh menu sahur yang baik mencakup sereal gandum utuh dengan telur, yogurt dengan buah dan kacang, atau nasi merah dengan sayuran — semua ini membantu menjaga gula darah tetap stabil dan meminimalkan rasa lelah saat berpuasa. 
 
Para ahli juga menekankan pentingnya aktivitas fisik ringan dan pola tidur yang teratur sebelum dan selama Ramadan. Menurut UCLA Health, olahraga ringan seperti jalan kaki dan peregangan secara rutin dapat membantu meningkatkan stamina dan menjaga metabolisme tubuh agar tetap aktif meskipun berpuasa. 
 
Selain itu, menjaga pola tidur sangat penting agar tubuh mendapatkan istirahat yang cukup meskipun jadwal berubah karena sahur dan tarawih. Kurang tidur dapat menurunkan konsentrasi, memperlemah sistem Imun, dan menyebabkan kelelahan.

Para ahli menyarankan agar individu mencoba tidur lebih awal dan menjaga jadwal tidur yang konsisten selama Ramadan guna memaksimalkan pemulihan tubuh setiap hari. 
 
Persiapan kesehatan mental juga tidak kalah penting. Tubuh yang siap secara fisik akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan ritme ibadah yang intens, tetapi keseimbangan emosi dan mental yang stabil juga membantu menangani stres serta menjaga fokus pada ibadah. Idealnya, persiapan kesehatan fisik dan mental dilakukan beberapa minggu sebelum Ramadan agar tubuh dan pikiran siap menyambut bulan yang penuh berkah ini.
 
Dengan menerapkan panduan hidrasi yang tepat, pola makan bergizi, olahraga ringan, dan pola tidur yang sehat, umat Muslim dapat memasuki Ramadan 2026 dalam kondisi prima. Sehingga puasa bukan hanya dijalankan, tetapi juga dinikmati dengan penuh kesehatan dan kekuatan

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Gelandang Timnas Indonesia Ivar Jenner Resmi Bergabung Dewa United

BERIKUTNYA

The Dinosaurs, Dokumenter Epik Netflix Garapan Steven Spielberg Tayang Maret 2026

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga