Google DeepMind perkenalkan Project Genie, teknologi AI generatif untuk dunia virtual interaktif (Foto: X/@@GoogleDeepMind)

Google DeepMind Perkenalkan Project Genie, Dunia Virtual Interaktif Berbasis AI

31 January 2026   |   21:05 WIB
Image
Muhammad Shohibul Izar Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Google DeepMind resmi memperkenalkan Project Genie pada 29 Januari 2026. Prototipe eksperimental ini memungkinkan pengguna menciptakan sekaligus menjelajahi dunia virtual interaktif hanya melalui deskripsi teks atau gambar sederhana. Pada tahap awal, layanan ini tersedia secara eksklusif bagi pelanggan Google AI Ultra di Amerika Serikat yang berusia 18 tahun ke atas, dengan biaya berlangganan sebesar USD 249,99 per bulan.

Dilansir dari informasi resmi Google DeepMind, Project Genie ini dikembangkan berbasis teknologi Genie 3, yakni model kecerdasan buatan yang pertama kali diumumkan Google DeepMind pada Agustus 2025. 

Teknologi ini dirancang untuk melampaui kemampuan generator video konvensional yang umumnya menghasilkan klip statis. Melalui Genie 3, lingkungan virtual dapat terus berkembang secara real-time, mengikuti arah pergerakan dan tindakan pengguna di dalamnya.

Baca juga:  Panduan Membuat Prompt Miniatur AI, Ubah Foto Jadi Figurin Digital dengan Google Gemini

Jadi, dunia virtual yang dihasilkan tidak berhenti pada satu rangkaian visual. Setiap langkah, sudut pandang, atau interaksi pengguna akan memengaruhi tampilan berikutnya. Pendekatan inilah yang membuat pengalaman yang dihadirkan terasa lebih hidup dan responsif yang menyerupai dunia simulasi yang terus berubah.

Project Genie diklaim mampu menampilkan visual dengan resolusi 720p pada kecepatan sekitar 20 hingga 24 frame per detik. Kualitas visual tersebut dapat dipertahankan selama beberapa menit tanpa perubahan drastis pada tampilan lingkungan. 

Project Genie menyediakan tiga mode utama. Mode World Sketching memungkinkan pengguna merancang gambaran awal dunia virtual dengan bantuan model Nano Banana Pro. Setelah dunia dasar terbentuk, pengguna dapat masuk ke mode eksplorasi untuk menjelajahinya secara langsung. Sementara itu, mode remixing memungkinkan modifikasi terhadap dunia yang sudah ada, baik dengan menambahkan elemen baru maupun mengubah suasana lingkungan.

Langkah pembuatannya pun disebut-sebut relatif sederhana. Pengguna cukup memasukkan prompt teks atau mengunggah gambar sebagai referensi. Dari input tersebut, sistem akan membangun berbagai jenis lingkungan, mulai dari pemandangan yang mendekati kondisi nyata hingga dunia fiksi dengan elemen fantasi. Pengguna juga dapat memilih perspektif karakter, seperti sudut pandang orang pertama atau orang ketiga, sesuai pengalaman yang diinginkan.

Berbagai sumber juga menyebutkan bahwa meski secara visual menyerupai video game, Project Genie tidak dirancang sebagai mesin gim tradisional. Tidak ada level, misi, atau mekanik permainan yang telah ditentukan sebelumnya. 

Setiap frame yang dihasilkan secara auto-regresif, yaitu berdasarkan deskripsi dunia dan tindakan pengguna pada momen sebelumnya. Pendekatan ini membuat pengalaman yang dihasilkan lebih dekat dengan simulasi video interaktif daripada permainan konvensional.

Google DeepMind memposisikan teknologi ini sebagai bagian dari langkah jangka panjang menuju pengembangan artificial general intelligence (AGI). Genie 3 dirancang untuk melatih agen AI agar mampu memahami dan merespons situasi yang kompleks dalam berbagai skenario. Salah satu contoh penerapannya adalah simulasi bagi kendaraan otonom, di mana agen AI dapat belajar menghadapi situasi darurat tanpa risiko di dunia nyata.

Dalam tahap pengujian, peneliti Google DeepMind juga telah mengintegrasikan Genie 3 dengan agen SIMA. Agen ini mampu menjalankan berbagai tugas di dalam lingkungan virtual yang dihasilkan, menunjukkan potensi Genie 3 sebagai sarana pelatihan dan evaluasi AI dalam kondisi yang beragam dan terkontrol.

Meski masih berada pada tahap eksperimental dengan sejumlah keterbatasan seperti durasi interaksi yang singkat, akurasi fisika yang belum sepenuhnya stabil, serta tantangan dalam perenderan teks, Project Genie tetap menandai perkembangan penting dalam ranah media generatif. 

Google menyatakan akan terus mengembangkan teknologi ini dan berencana memperluas akses ke lebih banyak negara, sembari mengumpulkan masukan dari pengguna awal untuk menyempurnakan performa dan pengalaman penggunaan.

Baca juga:  Padel Jadi Tren Pencarian Google Tahun Ini, Cek Daftar Lengkap Google Year in Search 2025

SEBELUMNYA

Jadwal Event Lari Maraton & Trail Run Sepanjang Februari 2026

BERIKUTNYA

Asian Kung-Fu Generation Bakal Tampil di Jakarta 18 April 2026 Gandeng [Alexandros] dan The Adams

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga