Ilustrasi Cover Buku (sumber : Dewi Andriani)

Gaji Habis Terus? Buku Ini Bongkar Kebiasaan Finansial Anak Muda

14 January 2026   |   11:54 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Gaji baru masuk, notifikasi belanja berdatangan. Sebelum sempat ditabung, uang sudah lebih dulu “menghilang”. Fenomena ini menjadi realitas banyak anak muda Indonesia di tengah meningkatnya literasi keuangan dan maraknya produk finansial digital.

Kemudahan paylater, promo instan, hingga gaya hidup berbasis media sosial membuat pengelolaan keuangan pribadi kian menantang. Fear of missing out (FOMO), ilusi cepat kaya, dan dorongan konsumsi berlebih kerap menjebak generasi muda dalam siklus hidup dari gaji ke gaji, meski pendapatan perlahan meningkat.

Baca juga: 3 Jurus Ampuh Mengatur Gaji di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Menurut Ahli

Lewat buku The Wealth Habits: Cara Anak Muda Membangun Kebiasaan yang Membawa Kekayaan dan Kesejahteraan, Meidy Ferdiansyah mengajak pembaca melihat persoalan keuangan dari sudut yang lebih mendasar yakni perilaku dan kebiasaan sehari-hari.

Alih-alih menjanjikan strategi investasi instan atau jalan pintas menuju kekayaan, buku ini menegaskan bahwa stabilitas finansial tidak ditentukan oleh besarnya gaji, melainkan dari konsistensi dalam mengelola uang. “Masalah utama banyak orang bukan kurang penghasilan, tapi kurang disiplin dalam kebiasaan,” menjadi benang merah yang terasa di setiap bab.

The Wealth Habits banyak menyinggung ekonomi perilaku, bagaimana bias psikologis memengaruhi keputusan finansial, sering kali tanpa disadari. Dengan bahasa sederhana, Meidy menjelaskan mengapa seseorang menunda menabung, mengabaikan pencatatan keuangan, atau tergoda diskon dan promo yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Fenomena paylater, pinjaman daring, hingga budaya YOLO dan FOMO dibedah sebagai jebakan psikologis, bukan sekadar masalah moral atau kurangnya pengetahuan. Inilah yang membuat buku ini terasa dekat dengan realitas anak muda yang hidup di era digital serba instan.

Buku ini juga mengulas bagaimana narasi kesuksesan di media sosial kerap menciptakan ilusi “cepat kaya”, mendorong keputusan finansial impulsif tanpa perencanaan jangka panjang. Kasus Jouska yang dibahas di awal buku menjadi contoh nyata bagaimana kepercayaan berlebihan pada figur dan narasi populer dapat berujung pada kesalahan finansial.

Disusun dalam delapan bab, The Wealth Habits mengajak pembaca membangun relasi yang lebih sehat dengan uang. Perencanaan keuangan diibaratkan sebagai perencanaan perjalanan hidup bukan untuk membatasi kesenangan, melainkan agar tujuan jangka panjang tetap tercapai.

Salah satu konsep kunci yang diangkat adalah atomic financial habits yakni perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten hingga menjadi kebiasaan. Mulai dari mencatat pengeluaran, menyisihkan tabungan di awal gajian, hingga mengelola utang secara sadar, semuanya ditekankan sebagai proses bertahap, bukan perubahan drastis.

Buku ini juga mengingatkan bahwa kekayaan tidak semata soal akumulasi materi. Di bagian akhir, Meidy menekankan pentingnya keseimbangan antara menabung, berinvestasi, memenuhi kebutuhan hidup, dan tetap berbagi.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, tekanan inflasi, dan dinamika pasar tenaga kerja, kemampuan mengelola keuangan pribadi menjadi semakin krusial. Stabilitas finansial rumah tangga, sekecil apa pun, berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi yang lebih luas.

Berbeda dari buku motivasi finansial yang kerap menonjolkan ambisi material, The Wealth Habits memosisikan kekayaan sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan dan kualitas hidup yang lebih baik. Pendekatan ini menjadikan buku tersebut relevan bagi pembaca pemula maupun mereka yang sudah mengenal dasar literasi keuangan, tetapi ingin memperbaiki perilaku.

Dengan bahasa yang lugas dan contoh yang dekat dengan keseharian, buku ini seolah mengajak pembaca bercermin apakah masalah keuangan selama ini benar-benar soal gaji yang kurang, atau kebiasaan yang belum dibenahi?

Informasi buku
Judul: The Wealth Habits, Cara Anak Muda Membangun Kebiasaan yang Membawa Kekayaan dan Kesejahteraan
Penulis: Meidy Ferdiansyah
Penerbit: PT Litera Media Tama
Tahun terbit: November 2025
ISBN: 9786347253446
Jumlah halaman: 245 halaman
Format: Soft cover

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Memaknai Kabut Pecut Sumantri & Cahaya Huynh Cong Nho di RUCI Art Space

BERIKUTNYA

Apakah Kebahagiaan dapat Meningkatkan Kesehatan? Ini Penjelasannya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga