Xabi Alonso (Sumber foto: Real Madrid)

Perjalanan Singkat Xabi Alonso Sebagai Pelatih di Real Madrid

13 January 2026   |   20:40 WIB
Image
Alwi Rahman Kusnandar Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta

Harapan besar sempat menggatung di Santiago Bernabeu ketika Xabi Alonso diperkenalkan sebagai pelatih kepala Real Madrid. Dengan label seorang legenda klub, ia dipercaya bakal meneruskan kejayaan klub berjuluk Los Blancos. Namun, takdir berkata lain, perjalanan Alonso bersama Real Madrid harus berakhir.

Masa kepelatihan Alonso di Real Madrid hanya bertahan kurang dari delapan bulan, setelah pria asal Spanyol tersebut sepakat untuk meninggalkan kursi pelatih Los Blancos. Hal ini diumumkan oleh klub melalui unggahan di media sosial.

Baca juga: John Herdman Resmi Ditunjuk PSSI Sebagai Pelatih Timnas Indonesia

”Real Madrid C. F. ingin mengumumkan bahwa, atas kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, telah diputuskan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama,” tulis keterangan resmi klub yang diunggah pada Senin (12/01/26).

Real Madrid menyampaikan rasa hormat dan apresiasi tinggi kepada pelatih berusia 44 tahun tersebut. Mereka menyampaikan terima kasih kepada Alonso dan staf kepelatihannya.

”Xabi Alonso akan selalu membawa kasih sayang dan kekaguman dari semua Madridista karena ia adalah legenda Real Madrid dan selalu mewakili nilai-nilai klub kami. Real Madrid akan selalu menjadi rumahnya,” tambah Madrid.
 
 

Xabi Alonso datang ke Santiago Bernabeu dengan prestasi mentereng di klub sebelumnya, Bayern Leverkusen. Ia membawa Leverkusen juara Bundesliga tanpa satu pun kekalahan. Torehan tersebut membuat Madridista mempunya ekspektasi tingga kepadanya.

Pada awalnya, mantan maestro lini tengah tersebut dapat membawa perubahan pada gaya bermain Real Madrid. Namun, Alonso merupakan pelatih yang menuntut kolektivitas, sistem yang kompleks, dan disiplin tinggi. Hal tersebut seakan tidak cocok dengan klub bertabur bintang ini karena performa klub kerap tak sesuai ekspektasi.

Dalam perjalanannya bersama Alonso, Real Madrid melewati fase yang tidak stabil, dengan sejumlah kekalahan dari rival-rival kunci dan performa yang belum konsisten di berbagai kompetisi. Hal tersebut membuat mereka tertinggal dari pimpinan klasemen La Liga dan kesulitan menunjukkan penampilan optimal di Liga Champions.

Menurut Marca, terdapat beberapa faktor yang membuat Xabi Alonso dan Real Madrid mengakhiri kerja sama. Kepergian Xabi Alonso dipicu oleh kombinasi hasil buruk dan masalah internal tim. Performa yang sempat menjanjikan di Piala Dunia Antarklub, terutama lewat pressing tinggi perlahan menghilang setelah kekalahan telak dari Atletico Madrid, yang menjadi awal penurunan tim.

Gaya bermain agresif yang dijanjikan tak pernah benar-benar terwujud. Madrid sering terlihat kurang bertenaga, kesulitan menembus pertahanan rapat, dan permainannya justru kembali menyerupai era Ancelotti.

Situasi ini diperparah oleh hilangnya peran gelandang pengatur tempo usai kepergian Modric, karena komposisi lini tengah tidak mampu mengontrol permainan secara konsisten. Masalah membangun serangan dari belakang juga mencolok, terutama di Piala Super Spanyol, ketika Madrid terlalu bergantung pada umpan panjang.

Di sisi lain, hubungan Alonso dengan pemain, terutama Vinicius tidak berjalan mulus, hal ini memicu ketegangan di ruang ganti. Perpecahan internal serta minimnya kepercayaan pada pemain muda akhirnya menjadi faktor penentu berakhirnya masa kepelatihan Xabi Alonso di Real Madrid.

Untuk mengisi kekosongan kursi pelatih, Real Madrid menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pelatih utama. Sebelumnya, ia menukangi Real Madrid Castilla.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Perfume Pop Market Vol. 2 Kembali, Hadirkan Ratusan Brand Parfum Lokal di Jakarta

BERIKUTNYA

Film Hamnet Borong Dua Penghargaan di Golden Globe Awards

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga