Fujifilm Perkenalkan Instax mini Evo Cinema, Padukan Kamera Instan dan Video Gaya Retro
12 January 2026 |
15:08 WIB
Fujifilm kembali menyiapkan kamera instan terbarunya lewat Instax mini Evo Cinema. Kamera ini memadukan nuansa klasik dengan sentuhan teknologi digital modern. Berdasarkan keterangan di situs resmi Fujifilm, produk tersebut dijadwalkan mulai tersedia pada 30 Januari 2026 di Jepang.
Instax mini Evo Cinema terinspirasi dari Single-8, kamera film legendaris Fujifilm yang pertama kali diperkenalkan pada 1965. Jika Single-8 identik dengan era film analog, versi terbarunya hadir dengan pendekatan berbeda. Kamera ini sudah dibekali kemampuan merekam video, fitur yang sebelumnya tidak pernah ada pada kamera instan Fujifilm.
Baca juga: Rekomendasi Kamera 360 Buat Konten Liburan Anti Ribet
Meski demikian, karakter khas Instax tetap dipertahankan. Instax mini Evo Cinema tidak langsung mencetak foto saat digunakan. Pengguna terlebih dahulu merekam video, lalu memilih satu frame terbaik dari rekaman tersebut untuk dicetak sebagai foto instan.
Cara ini memberi keleluasaan lebih dalam menentukan momen yang ingin diabadikan, tanpa harus bergantung pada satu kali jepretan.
Salah satu fitur yang jadi pembeda adalah Eras Dial. Fitur ini memungkinkan pengguna memilih efek visual berdasarkan suasana dari berbagai era. Fujifilm menyediakan 10 pilihan era berbeda, termasuk nuansa khas tahun 1960-an yang menonjolkan kesan klasik dan vintage.
Pengguna juga bisa mengatur tingkat kekuatan efek di setiap era. Dengan begitu, hasil foto dapat disesuaikan dengan selera, mulai dari tampilan yang natural hingga efek visual yang lebih menonjol.
Melalui Instax mini Evo Cinema, Fujifilm menegaskan arah pengembangan kamera instannya ke ranah yang lebih personal dan kreatif. Pendekatan berbasis video serta pilihan efek lintas era membuat kamera ini tak sekadar menjadi alat cetak instan, tetapi juga medium eksplorasi visual.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Instax mini Evo Cinema terinspirasi dari Single-8, kamera film legendaris Fujifilm yang pertama kali diperkenalkan pada 1965. Jika Single-8 identik dengan era film analog, versi terbarunya hadir dengan pendekatan berbeda. Kamera ini sudah dibekali kemampuan merekam video, fitur yang sebelumnya tidak pernah ada pada kamera instan Fujifilm.
Baca juga: Rekomendasi Kamera 360 Buat Konten Liburan Anti Ribet
Meski demikian, karakter khas Instax tetap dipertahankan. Instax mini Evo Cinema tidak langsung mencetak foto saat digunakan. Pengguna terlebih dahulu merekam video, lalu memilih satu frame terbaik dari rekaman tersebut untuk dicetak sebagai foto instan.
没入感のある撮影ができるハイブリッドインスタントカメラinstax Evoシリーズから動画が撮れるinstax mini Evo Cinemaが登場
— INSTAX“チェキ”公式 (@fujifilmjp_ck) January 7, 2026
時代ごとのエフェクトでタイムスリップするような体験を
2026年1月30日(金)発売予定
#新製品 #instax #チェキ #instaxminiEvoCinema pic.twitter.com/WQ3n3kctDS
Cara ini memberi keleluasaan lebih dalam menentukan momen yang ingin diabadikan, tanpa harus bergantung pada satu kali jepretan.
Salah satu fitur yang jadi pembeda adalah Eras Dial. Fitur ini memungkinkan pengguna memilih efek visual berdasarkan suasana dari berbagai era. Fujifilm menyediakan 10 pilihan era berbeda, termasuk nuansa khas tahun 1960-an yang menonjolkan kesan klasik dan vintage.
Pengguna juga bisa mengatur tingkat kekuatan efek di setiap era. Dengan begitu, hasil foto dapat disesuaikan dengan selera, mulai dari tampilan yang natural hingga efek visual yang lebih menonjol.
Melalui Instax mini Evo Cinema, Fujifilm menegaskan arah pengembangan kamera instannya ke ranah yang lebih personal dan kreatif. Pendekatan berbasis video serta pilihan efek lintas era membuat kamera ini tak sekadar menjadi alat cetak instan, tetapi juga medium eksplorasi visual.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.