Serial Doraemon Setop Tayang di RCTI, Fans Kehilangan 'Ritual' Minggu Pagi
06 January 2026 |
13:48 WIB
Kabar mengejutkan menerpa penggemar anime di Indonesia. Doraemon disebut sudah tidak lagi tayang di RCTI sejak akhir 2025. Informasi ini mencuat setelah jadwal resmi RCTI+ periode 29 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 tidak tercantum lagi judul Doraemon, termasuk pada Minggu pagi yang menjadi jadwal tontonan penggemarnya selama puluhan tahun.
Absennya Doraemon dari layar RCTI menjadi momen yang tak hanya mengejutkan, tetapi juga bersejarah. Sejak pertama kali hadir di RCTI pada pertengahan 1990-an, anime legendaris ini nyaris tak pernah benar-benar hilang dari layar televisi nasional.
Di tengah perubahan besar industri penyiaran dan silih bergantinya tayangan anak serta anime lainnya, Doraemon tetap konsisten menemani generasi demi generasi penonton Indonesia.
Baca juga: Geser Frozen 2, Zootopia 2 Jadi Film Animasi Disney Terlaris Sepanjang Masa
Beberapa sumber menyebutkan, tanda-tanda perubahan sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Film layar lebar Doraemon yang sebelumnya rutin tayang sebagai program spesial tahunan di RCTI, perlahan berpindah ke stasiun televisi lain. Kini, baik serial reguler maupun film Doraemon sama-sama tidak lagi ditemukan di jadwal tayang RCTI.
Kabar ini dengan cepat memicu reaksi luas di media sosial. Salah satunya terlihat di kanal X, Indonesia Pop Base, yang mengunggah informasi terkait absennya Doraemon dari jadwal RCTI. Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar bernuansa nostalgia dari warganet.
Banyak yang mengenang kebiasaan menonton Doraemon setiap Minggu pagi sebagai bagian tak terpisahkan dari masa kecil, bahkan menyebutnya sebagai “ritual akhir pekan” bersama keluarga.
Di sisi lain, sejumlah pengguna menanggapi lebih rasional dengan menilai keputusan ini sebagai konsekuensi perubahan zaman, di mana kebiasaan menonton televisi konvensional perlahan tergeser oleh platform digital dan layanan streaming yang kini lebih dominan.
Terlepas dari berbagai respons tersebut, absennya Doraemon menandai berakhirnya era panjang kolaborasi antara anime legendaris ini dan RCTI. Bagi generasi 1990-an hingga awal 2000-an, tokoh-tokoh seperti Nobita, Shizuka, Giant, dan Suneo bukan sekadar karakter animasi, melainkan bagian dari rutinitas akhir pekan yang membekas dalam ingatan kolektif.
Hingga saat ini, RCTI belum memberikan pernyataan atau klarifikasi resmi terkait penghentian penayangan Doraemon di stasiun tersebut.
Absennya Doraemon dari layar RCTI menjadi momen yang tak hanya mengejutkan, tetapi juga bersejarah. Sejak pertama kali hadir di RCTI pada pertengahan 1990-an, anime legendaris ini nyaris tak pernah benar-benar hilang dari layar televisi nasional.
Di tengah perubahan besar industri penyiaran dan silih bergantinya tayangan anak serta anime lainnya, Doraemon tetap konsisten menemani generasi demi generasi penonton Indonesia.
Baca juga: Geser Frozen 2, Zootopia 2 Jadi Film Animasi Disney Terlaris Sepanjang Masa
Beberapa sumber menyebutkan, tanda-tanda perubahan sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Film layar lebar Doraemon yang sebelumnya rutin tayang sebagai program spesial tahunan di RCTI, perlahan berpindah ke stasiun televisi lain. Kini, baik serial reguler maupun film Doraemon sama-sama tidak lagi ditemukan di jadwal tayang RCTI.
Kabar ini dengan cepat memicu reaksi luas di media sosial. Salah satunya terlihat di kanal X, Indonesia Pop Base, yang mengunggah informasi terkait absennya Doraemon dari jadwal RCTI. Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar bernuansa nostalgia dari warganet.
Banyak yang mengenang kebiasaan menonton Doraemon setiap Minggu pagi sebagai bagian tak terpisahkan dari masa kecil, bahkan menyebutnya sebagai “ritual akhir pekan” bersama keluarga.
Di sisi lain, sejumlah pengguna menanggapi lebih rasional dengan menilai keputusan ini sebagai konsekuensi perubahan zaman, di mana kebiasaan menonton televisi konvensional perlahan tergeser oleh platform digital dan layanan streaming yang kini lebih dominan.
Terlepas dari berbagai respons tersebut, absennya Doraemon menandai berakhirnya era panjang kolaborasi antara anime legendaris ini dan RCTI. Bagi generasi 1990-an hingga awal 2000-an, tokoh-tokoh seperti Nobita, Shizuka, Giant, dan Suneo bukan sekadar karakter animasi, melainkan bagian dari rutinitas akhir pekan yang membekas dalam ingatan kolektif.
Hingga saat ini, RCTI belum memberikan pernyataan atau klarifikasi resmi terkait penghentian penayangan Doraemon di stasiun tersebut.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.