JBL Sense Pro. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Rekomendasi TWS Premium dengan Pengait, Lebih Nyaman & Audio Jempolan

02 January 2026   |   14:12 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Perangkat true wireless stereo (TWS) kini bukan lagi sekadar aksesori pendamping gawai, namun menjadi perangkat personal yang menjaga ritme aktivitas, mulai dari berolahraga, bekerja di ruang publik, hingga mengatur suasana hati lewat alunan musik sepanjang perjalanan.

Seiring intensitas penggunaan yang kian tinggi, ekspektasi konsumen pun ikut bergeser. Kualitas audio yang jernih, detail yang kaya, dan bass presisi menjadi tuntutan utama, berdampingan dengan desain ergonomis yang tetap nyaman meski dikenakan berjam-jam. Tak ayal, TWS open-ear dengan pengait telinga semakin populer.

Baca juga: Rekomendasi TWS di Bawah 1 Jutaan yang Punya Fitur ANC

Menjawab kebutuhan tersebut, sejumlah produsen menghadirkan standar baru di segmen TWS premium. JBL, misalnya, meluncurkan Sense Pro yang mengusung teknologi OpenSound berbasis konduksi udara. Pendekatan ini memungkinkan suara disalurkan secara imersif tanpa menutup saluran telinga, sehingga pengguna tetap peka terhadap kondisi sekitar.

“JBL Sense Pro membuktikan bahwa audio berkualitas tinggi tidak harus mengorbankan kesadaran lingkungan. Keduanya bisa berjalan beriringan,” ujar Grace Koh, General Manager dan Vice President Consumer Audio Harman Asia Pacific.

Dari sisi dapur pacu, JBL membekali Sense Pro dengan driver Diamond-Like Carbon (DLC) berdiameter 16,2 mm. Penempatan driver dirancang presisi untuk menghasilkan detail audio yang bersih, respons bass solid, dan tingkat distorsi yang sangat rendah. Fitur Adaptive Bass Boost kemudian bekerja secara dinamis menyesuaikan karakter bass, memastikan dentuman tetap terasa tebal tanpa mengorbankan kejernihan.

Sertifikasi Hi-Res Audio Wireless mempertegas posisi perangkat ini di segmen audio resolusi tinggi. Pengalaman mendengarkan juga diperluas melalui JBL Spatial Sound yang menciptakan panggung suara stereo lebih lapang, baik untuk musik maupun konten visual, menghadirkan kedalaman dan arah suara yang terasa lebih nyata.
 

JBL Sense Pro. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

JBL Sense Pro. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)


Menariknya, desain open-ear pada Sense Pro tetap dirancang untuk meminimalkan kebocoran suara. Gelombang audio diarahkan langsung ke saluran telinga dengan teknik fase berlawanan, sehingga pengguna dapat menikmati musik atau menerima panggilan tanpa mengganggu orang di sekitar. Fitur koneksi multipoint pun menambah fleksibilitas, memungkinkan perpindahan antarperangkat secara mulus.

Untuk kebutuhan komunikasi, empat mikrofon dan teknologi Voice Pickup Sensor menjadi andalan. Sistem ini dipadukan dengan Environmental Noise Reduction serta algoritma berbasis kecerdasan buatan yang mampu menyaring kebisingan latar dan hembusan angin secara real-time, menjaga kualitas suara tetap konsisten meski digunakan di ruang luar yang dinamis.

Kenyamanan juga menjadi fokus utama. Lapisan silikon cair yang lembut dipadukan dengan aksen metalik memberikan kesan premium, sementara kait telinga berbahan aloi titanium membantu mendistribusikan bobot secara seimbang. Engsel yang dapat disesuaikan hingga 20 derajat memungkinkan perangkat mengikuti berbagai bentuk telinga tanpa menimbulkan tekanan berlebih.

“Fitur paling krusial dari JBL Sense Pro adalah kebebasan. Kami merancangnya untuk dunia yang terus berputar, memadukan suara imersif dengan kesadaran total atas lingkungan sekitar,” tegas Grace.

Di sisi lain, Xiaomi juga agresif menggarap segmen TWS open-ear premium melalui OpenWear Stereo Pro. Perangkat ini mengandalkan sistem audio internal hasil pengembangan sendiri, dengan fokus utama pada pengendalian kebocoran suara tanpa mengorbankan kualitas audio.

“Kami menaruh perhatian besar pada aspek kebocoran suara. Karena itu, algoritma dan driver kami kembangkan secara internal agar suara tetap jernih di berbagai situasi,” ujar Jeksen, Product Manager Xiaomi Indonesia.

OpenWear Stereo Pro mengusung sistem multi-driver yang kompleks. Tweeter PZT bertugas menangani treble, dual balanced armature untuk frekuensi tinggi, dynamic driver berukuran 18×13 mm untuk bass, serta driver khusus anti-kebocoran suara. 

Seluruh konfigurasi tersebut dipadukan dengan tuning Harman AudioEFX, dukungan codec LDAC, serta sertifikasi Hi-Res Audio Wireless untuk menghadirkan reproduksi suara yang presisi.
 

Xiaomi (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Xiaomi OpenWear Stereo Pro (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)


Xiaomi juga menyematkan fitur Dimensional Audio yang mampu menciptakan sensasi ruang tiga dimensi dan merespons pergerakan kepala, memberikan pengalaman mendengarkan yang terasa lebih hidup dan adaptif.

Dari sisi desain, kenyamanan jangka panjang menjadi prioritas. Struktur tiga titik penyangga dan desain earbuds yang sedikit miring ke luar membantu mendistribusikan tekanan secara merata. 

Rangka titanium memory wire memungkinkan perangkat mengikuti kontur telinga dengan stabil. Sementara itu, bobotnya hanya 9,7 gram per unit membuat perangkat ini terasa ringan saat digunakan.

Sertifikasi TÜV SÜD Earphone High Wearing Comfort menjadi penegasan atas fokus Xiaomi terhadap aspek ergonomi. Ditopang daya tahan baterai hingga 8,5 jam pemakaian dan total 45 jam dengan charging case, serta fitur pengisian cepat, OpenWear Stereo Pro menyasar pengguna dengan mobilitas tinggi.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

Cara Memilih & Mengolah Ikan Segar Untuk Sajian Awal Tahun yang Istimewa

BERIKUTNYA

Tiket Museum Nasional Naik Mulai 2026, Ini Daftar Harga & Jam Operasional Terbaru

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga