Cara Memilih & Mengolah Ikan Segar Untuk Sajian Awal Tahun yang Istimewa
02 January 2026 |
13:30 WIB
Awal tahun baru kerap diwarnai dengan tradisi berkumpul bersama keluarga. Salah satu kegiatan yang membuat keseruan yakni menyiapkan sajian istimewa, dengan ikan menjadi salah satu bahan pangan favorit karena dinilai sehat dan mudah diolah.
Kendati demikian, kualitas dan cara pengolahan ikan menjadi faktor penting agar hidangan tersebut aman sekaligus lezat. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini menyarankan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih ikan segar sebagai bahan utama hidangan keluarga.
Baca juga: Resep Sup Ikan Bumbu Kemangi Anti Amis
Kementerian Kelautan dan Perikanan sejauh ini berupaya memastikan produk perikanan yang beredar di masyarakat terjamin mutunya, khususnya di momen perayaan Tahun Baru 2026.
"Selama musim liburan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini kami melakukan pengawasan mutu ikan baik yang reguler maupun pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan mutu dan keamanan ikan dalam rantai pasok,” tutur Ishartini, dikutip Hypeabis.id, Kamis (1/1/2026).
Ishartini menyampaikan bahwa pada uji sensori atau organoleptik ikan, semuanya pada level kesegaran yang baik. Kemudian, uji cepat formalin dan histamin hasilnya negatif. Adapun uji mikrobiologi pangan seperti E. Coli dan salmonela menunjukkan masih didalam ambang aman konsumsi.
Ishartini menuturkan, ciri ikan yang layak konsumsi dapat dikenali secara sederhana. Ikan segar menunjukkan mata yang jernih, insang berwarna merah segar, daging yang kenyal, serta aroma khas ikan segar tanpa bau menyengat.
Tak kalah penting, proses pengolahan ikan di dapur rumah tangga turut menentukan kualitas akhir hidangan. Kebersihan diri, peralatan, dan lingkungan memasak menjadi kunci utama agar ikan tetap aman disantap bersama keluarga.
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam mengolah ikan sebagai menu hidangan berkumpul bersama keluarga saat tahun baru:
Kendati demikian, kualitas dan cara pengolahan ikan menjadi faktor penting agar hidangan tersebut aman sekaligus lezat. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini menyarankan masyarakat agar lebih cermat dalam memilih ikan segar sebagai bahan utama hidangan keluarga.
Baca juga: Resep Sup Ikan Bumbu Kemangi Anti Amis
Kementerian Kelautan dan Perikanan sejauh ini berupaya memastikan produk perikanan yang beredar di masyarakat terjamin mutunya, khususnya di momen perayaan Tahun Baru 2026.
"Selama musim liburan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini kami melakukan pengawasan mutu ikan baik yang reguler maupun pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan mutu dan keamanan ikan dalam rantai pasok,” tutur Ishartini, dikutip Hypeabis.id, Kamis (1/1/2026).
Ishartini menyampaikan bahwa pada uji sensori atau organoleptik ikan, semuanya pada level kesegaran yang baik. Kemudian, uji cepat formalin dan histamin hasilnya negatif. Adapun uji mikrobiologi pangan seperti E. Coli dan salmonela menunjukkan masih didalam ambang aman konsumsi.
Ishartini menuturkan, ciri ikan yang layak konsumsi dapat dikenali secara sederhana. Ikan segar menunjukkan mata yang jernih, insang berwarna merah segar, daging yang kenyal, serta aroma khas ikan segar tanpa bau menyengat.
Tak kalah penting, proses pengolahan ikan di dapur rumah tangga turut menentukan kualitas akhir hidangan. Kebersihan diri, peralatan, dan lingkungan memasak menjadi kunci utama agar ikan tetap aman disantap bersama keluarga.
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam mengolah ikan sebagai menu hidangan berkumpul bersama keluarga saat tahun baru:
- Hindari mengolah ikan apabila ada luka terbuka atau menggunakan pelindung anti air.
- Bersihkan diri/cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah mengolah ikan.
- Bersihkan peralatan dan lingkungan sebelum dan sesudah mengolah ikan.
- Gunakan telenan dan pisau yang berbeda untuk mengolah ikan dan makanan lain.
- Buanglah sampah seperti jeroan, sisik dan limbah lainnya dari hasil perikanan di tempat sampah dengan penutup.
- Kenali ikan sehat dan sakit melalui ciri-ciri fisik.
- Cuci sampai bersih ikan lalu bersihkan sisik, keluarkan insang dan seluruh organ dalam lalu bilas pakai air mengalir yang dingin.
- Masak ikan sampai matang atau minimal suhu internal 64°C -74°C.
- Hindari makan ikan mentah atau setengah matang yang tidak jelas asal usulnya serta tidak higienis dalam penyiapannya.
- Selalu pastikan rantai dingin dalam penyimpanan ikan (maksimal suhu 4 Derajat Celsius)
- Segera olah ikan beku yang sudah mencair dan hindari menyimpan kembali di kulkas.
- Segera lapor ke fasilitas kesehatan terdekat (Puskesmas) apabila terjadi keluhan sakit setelah mengkonsumsi ikan atau produk perikanan.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.