5 Gejala Tukak Lambung, Sering Dianggap Gangguan Pencernaan Ringan
28 December 2025 |
16:00 WIB
Gejala tukak lambung kerap tidak disadari karena mirip dengan gangguan pencernaan ringan. Mengutip Healthline, tukak lambung (peptic ulcer) adalah luka terbuka pada lapisan dinding lambung, usus halus, atau kerongkongan bawah, yang terjadi saat lapisan pelindung mukosa terkikis oleh asam lambung.
Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) dan penggunaan jangka panjang obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau aspirin. Faktor lain yang dapat memperburuk atau memicunya termasuk merokok, konsumsi alkohol berlebih, dan stres.
Baca juga: Polusi Udara Bisa Mengancam Kesehatan Pencernaan, Kok Bisa?
Jika tidak ditangani dengan baik, tukak lambung dapat memicu komplikasi serius seperti perdarahan saluran cerna. Oleh karenanya, kenali gejala-gejala berikut ini untuk mencegah kondisi yang lebih berat.
Nyeri biasanya terasa lebih kuat saat perut kosong, pada malam hari, atau beberapa jam setelah makan. Pada sebagian penderita, rasa nyeri dapat mereda sementara setelah makan atau mengonsumsi obat penetral asam.
Pada kasus tertentu, mual dapat disertai muntah. Jika muntah terjadi berulang atau disertai rasa nyeri hebat di perut bagian atas, kondisi ini patut diwaspadai sebagai tanda tukak lambung yang semakin parah.
Akibatnya, penderita sering merasa cepat kenyang dan kehilangan kenikmatan saat makan. Jika kondisi ini berlangsung lama, asupan makanan dapat berkurang dan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
Gejala ini sering dianggap sepele, padahal dapat menjadi tanda bahwa tukak lambung telah berlangsung cukup lama. Jika disertai lemas atau mudah lelah, kondisi ini perlu mendapat perhatian medis.
Selain itu, penderita dapat mengalami pusing, lemas, hingga sesak akibat penurunan kadar darah. Jika tanda-tanda ini muncul, penanganan medis harus segera dilakukan karena dapat mengancam keselamatan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori) dan penggunaan jangka panjang obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen atau aspirin. Faktor lain yang dapat memperburuk atau memicunya termasuk merokok, konsumsi alkohol berlebih, dan stres.
Baca juga: Polusi Udara Bisa Mengancam Kesehatan Pencernaan, Kok Bisa?
Jika tidak ditangani dengan baik, tukak lambung dapat memicu komplikasi serius seperti perdarahan saluran cerna. Oleh karenanya, kenali gejala-gejala berikut ini untuk mencegah kondisi yang lebih berat.
1. Nyeri atau Perih di Ulu Hati
Gejala paling umum tukak lambung adalah nyeri atau rasa perih di bagian ulu hati. Rasa sakit ini sering digambarkan seperti terbakar, menusuk, atau terasa melilit, dan dapat muncul secara hilang-timbul.Nyeri biasanya terasa lebih kuat saat perut kosong, pada malam hari, atau beberapa jam setelah makan. Pada sebagian penderita, rasa nyeri dapat mereda sementara setelah makan atau mengonsumsi obat penetral asam.
2. Mual dan Muntah
Tukak lambung juga sering disertai rasa mual yang menetap, terutama setelah makan. Kondisi ini terjadi akibat iritasi pada dinding lambung yang memengaruhi proses pencernaan.Pada kasus tertentu, mual dapat disertai muntah. Jika muntah terjadi berulang atau disertai rasa nyeri hebat di perut bagian atas, kondisi ini patut diwaspadai sebagai tanda tukak lambung yang semakin parah.
3. Perut Kembung dan Cepat Kenyang
Penderita tukak lambung kerap mengeluhkan perut terasa kembung atau penuh, meskipun hanya makan dalam porsi kecil. Rasa tidak nyaman ini dapat muncul akibat gangguan pengosongan lambung.Akibatnya, penderita sering merasa cepat kenyang dan kehilangan kenikmatan saat makan. Jika kondisi ini berlangsung lama, asupan makanan dapat berkurang dan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.
4. Penurunan Nafsu Makan dan Berat Badan
Rasa nyeri dan tidak nyaman di lambung membuat penderita enggan makan. Penurunan nafsu makan yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan berat badan menurun tanpa disadari.Gejala ini sering dianggap sepele, padahal dapat menjadi tanda bahwa tukak lambung telah berlangsung cukup lama. Jika disertai lemas atau mudah lelah, kondisi ini perlu mendapat perhatian medis.
5. Tanda Perdarahan Lambung
Pada kondisi yang lebih serius, tukak lambung dapat menyebabkan perdarahan. Gejalanya meliputi muntah berwarna hitam seperti ampas kopi atau tinja berwarna hitam pekat.Selain itu, penderita dapat mengalami pusing, lemas, hingga sesak akibat penurunan kadar darah. Jika tanda-tanda ini muncul, penanganan medis harus segera dilakukan karena dapat mengancam keselamatan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.