Alifah Handcraft. (Sumber Gambar: Tiktok Alifah Handcraft)

Dari Rumah ke Etalase, Ketekunan di Balik Gift Box Alifah Handcraft

30 December 2025   |   19:19 WIB
Image
Aira Shakuntala Wardhana Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Di balik kemasan kado bernuansa lembut dan rapi, sering kali tersimpan cerita tentang ketekunan dan keberanian memulai dari hal sederhana. Cerita itu pula yang hidup dalam perjalanan Alifah Handcraft, sebuah usaha gift box yang dirintis oleh Tina Agustina (42), seorang ibu rumah tangga dengan dua anak yang memilih berkarya dari rumah.

Awalnya, Tina tidak pernah membayangkan akan menekuni dunia kemasan kado. Setelah memutuskan resign dari pekerjaannya, hari-harinya diisi dengan mengurus rumah dan keluarga. Hingga suatu waktu, ia mengikuti pelatihan kreativitas yang diadakan di Sabuga, Bandung.

Baca juga: Lebih dari Sekadar Bungkus: Gift Box Estetik Bikin Hadiah Lebih Berkesan

“Pelatihannya cuma dua hari, tapi dari situ aku jadi kepikiran untuk cari kesibukan yang tetap produktif,” kenangnya.

Pada 2013–2014, Tina bergabung dengan seorang teman yang memiliki usaha bungkus kado di salah satu pusat perbelanjaan Bandung, dan di sanalah Alifah Handcraft mulai terbentuk, dengan Tina berperan sebagai penyuplai gift box, paper bag, hingga gift card.

Tanpa latar belakang bisnis, Tina belajar sambil berjalan. Tantangan terbesar datang dari naiknya harga bahan baku setiap tahun.

“Kami enggak bisa seenaknya naikin harga jual, karena kompetitor banyak yang jual lebih murah. Walaupun untungnya enggak besar, kualitas tetap jadi prioritas,” ujarnya.

Prinsip itu tercermin dari bahan yang digunakan hardboard 2 mm sebagai dasar boks, dibalut fancy paper eksklusif yang memberi kesan premium.

Ciri khas Alifah Handcraft terletak pada pilihan warna-warna soft yang elegan dan menenangkan. Mayoritas pelanggan berasal dari pembeli perorangan, meski UMKM juga kerap memesan untuk kebutuhan usaha mereka. Untuk penjualan online, Tina memilih tidak melayani custom.

“Pembeli online hanya bisa beli produk yang ada di etalase, supaya kualitas tetap terjaga,” jelasnya.

Inspirasi desain banyak datang dari media sosial, YouTube, hingga aplikasi ide kreatif. Dari berbagai marketplace yang dikelola, omzet bulanan Alifah Handcraft bisa mencapai Rp25 juta–30 juta. Produksi jarang menemui kendala, namun pengiriman menjadi perhatian khusus.

“Karena bahannya kertas dan dus, packing harus ekstra aman supaya nggak rusak,” katanya.

Respons pelanggan sejauh ini mayoritas positif. Meski ada beberapa ulasan kurang baik, Tina menganggapnya sebagai bahan evaluasi. “Review yang kurang bagus justru jadi motivasi buat kami memperbaiki kualitas,” tuturnya.

Ke depan, Tina berharap Alifah Handcraft bisa menghadirkan produk yang lebih variatif dan semakin sesuai dengan keinginan pasar membuktikan bahwa dari peran sederhana, karya bermakna tetap bisa tumbuh dan bertahan.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Lebih dari Sekadar Bungkus: Gift Box Estetik Bikin Hadiah Lebih Berkesan

BERIKUTNYA

Debut Album Lana Del Rey Cetak Sejarah Baru di Billboard 200

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga