Di Balik Panggung Tur Eras, Ini Strategi Kebugaran Taylor Swift
30 December 2025 |
19:11 WIB
Tur Eras Taylor Swift menorehkan prestasi besar dengan durasi 632 hari dan 149 pertunjukan di lima benua. Di balik kemegahannya, ada rutinitas kebugaran yang terencana rapi agar ia tetap bertenaga di setiap penampilan, selama jadwal padat, tekanan fisik tinggi, dan tuntutan performa maksimal.
Melansir dari Economic Times, strategi kebugaran Taylor bukan sekadar latihan biasa tetapi sebuah persiapan fisik yang matang yang membuatnya mampu tampil hingga tiga setengah jam setiap pertunjukan tanpa kehilangan energi.
Baca juga: Taylor Swift Jadi Artis Termuda yang Masuk Nominasi Songwriters Hall of Fame
Taylor menyadari bahwa tur Eras bukanlah konser biasa. Dengan durasi lebih panjang dibanding konser sebelumnya dan ritme yang sangat padat, ia membutuhkan kapasitas fisik yang setara dengan atlet profesional. Untuk itu, ia memulai persiapan enam bulan sebelum tur dimulai dengan rutinitas latihan yang disiplin dan intens.
Latihan tersebut didesain untuk membangun ketahanan kardiovaskular, kekuatan otot, dan stamina panggung, sekaligus menjaga agar performa vokalnya tetap kuat sepanjang pertunjukan.
Bagian utama dari latihan Taylor adalah sesi kardio yang dilakukan setiap hari sebelum tur. Ia tidak hanya berlari biasa tetapi menyesuaikan ritme larinya dengan tempo lagu dari setlist yang akan dibawakan. Dengan pendekatan ini, Taylor berlari atau berjalan cepat di treadmill sambil menyanyikan seluruh lagu yang akan ia nyanyikan di panggung.
Cara ini membantu tubuhnya terbiasa dengan pace pertunjukan yang sangat aktif, serta melatih paru-paru dan otot untuk menghadapi sesi tiga jam lebih setiap hari.
Tidak hanya kardio, Taylor juga fokus pada latihan kekuatan dan kondisi tubuh untuk memastikan tubuhnya cukup kuat menghadapi koreografi dan gerakan panggung yang intens. Bekerja bersama pelatihnya, Kirk Myers, ia melakukan berbagai jenis latihan seperti battle ropes, lemparan bola, pull-ups dibantu, ayunan palu, serta latihan inti lain yang memberi kekuatan sekaligus stabilitas tubuh.
Pelatihnya bahkan menggambarkan Taylor sebagai salah satu orang paling tangguh yang pernah ia latih, karena kemampuannya terus mendorong diri untuk melewati tantangan olahraga yang sulit.
Empat bulan menjelang tur, latihan menjadi semakin menyeluruh dengan tiga bulan latihan tari intensif untuk menyempurnakan koreografi panggung. Taylor bekerja dengan koreografer ternama untuk memastikan setiap gerakan menjadi otomatis, sehingga saat tampil ia bisa fokus kepada interaksi dengan penonton tanpa kehilangan ritme.
Kesiapan fisik ini juga diperlukan karena pertunjukan mencakup banyak perubahan kostum cepat yang harus dilakukan dalam waktu kurang dari satu menit.
Di tiap pertunjukan, Taylor diperkirakan menempuh sekitar delapan mil lari karena kombinasi menyanyi, menari, dan bergerak di seluruh panggung. Meski tantangan ini berat, rutinitas latihan yang disiplin membantu ia tampil dengan energi yang konsisten dan menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi penonton di setiap kota yang ia kunjungi.
Lebih dari sekadar persiapan fisik, pendekatan Taylor ini menunjukkan betapa pentingnya kesehatan dan kebugaran dalam karier yang menuntut fisik tinggi. Fokusnya pada latihan jantung, kekuatan otot, dan stamina tidak hanya membantu ia melewati tur panjang tetapi juga memberi inspirasi bagi banyak orang tentang pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh jika ingin mencapai performa maksimal dalam aktivitas apa pun.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Melansir dari Economic Times, strategi kebugaran Taylor bukan sekadar latihan biasa tetapi sebuah persiapan fisik yang matang yang membuatnya mampu tampil hingga tiga setengah jam setiap pertunjukan tanpa kehilangan energi.
Baca juga: Taylor Swift Jadi Artis Termuda yang Masuk Nominasi Songwriters Hall of Fame
Taylor menyadari bahwa tur Eras bukanlah konser biasa. Dengan durasi lebih panjang dibanding konser sebelumnya dan ritme yang sangat padat, ia membutuhkan kapasitas fisik yang setara dengan atlet profesional. Untuk itu, ia memulai persiapan enam bulan sebelum tur dimulai dengan rutinitas latihan yang disiplin dan intens.
Latihan tersebut didesain untuk membangun ketahanan kardiovaskular, kekuatan otot, dan stamina panggung, sekaligus menjaga agar performa vokalnya tetap kuat sepanjang pertunjukan.
Bagian utama dari latihan Taylor adalah sesi kardio yang dilakukan setiap hari sebelum tur. Ia tidak hanya berlari biasa tetapi menyesuaikan ritme larinya dengan tempo lagu dari setlist yang akan dibawakan. Dengan pendekatan ini, Taylor berlari atau berjalan cepat di treadmill sambil menyanyikan seluruh lagu yang akan ia nyanyikan di panggung.
Cara ini membantu tubuhnya terbiasa dengan pace pertunjukan yang sangat aktif, serta melatih paru-paru dan otot untuk menghadapi sesi tiga jam lebih setiap hari.
Tidak hanya kardio, Taylor juga fokus pada latihan kekuatan dan kondisi tubuh untuk memastikan tubuhnya cukup kuat menghadapi koreografi dan gerakan panggung yang intens. Bekerja bersama pelatihnya, Kirk Myers, ia melakukan berbagai jenis latihan seperti battle ropes, lemparan bola, pull-ups dibantu, ayunan palu, serta latihan inti lain yang memberi kekuatan sekaligus stabilitas tubuh.
Pelatihnya bahkan menggambarkan Taylor sebagai salah satu orang paling tangguh yang pernah ia latih, karena kemampuannya terus mendorong diri untuk melewati tantangan olahraga yang sulit.
Empat bulan menjelang tur, latihan menjadi semakin menyeluruh dengan tiga bulan latihan tari intensif untuk menyempurnakan koreografi panggung. Taylor bekerja dengan koreografer ternama untuk memastikan setiap gerakan menjadi otomatis, sehingga saat tampil ia bisa fokus kepada interaksi dengan penonton tanpa kehilangan ritme.
Kesiapan fisik ini juga diperlukan karena pertunjukan mencakup banyak perubahan kostum cepat yang harus dilakukan dalam waktu kurang dari satu menit.
Di tiap pertunjukan, Taylor diperkirakan menempuh sekitar delapan mil lari karena kombinasi menyanyi, menari, dan bergerak di seluruh panggung. Meski tantangan ini berat, rutinitas latihan yang disiplin membantu ia tampil dengan energi yang konsisten dan menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi penonton di setiap kota yang ia kunjungi.
Lebih dari sekadar persiapan fisik, pendekatan Taylor ini menunjukkan betapa pentingnya kesehatan dan kebugaran dalam karier yang menuntut fisik tinggi. Fokusnya pada latihan jantung, kekuatan otot, dan stamina tidak hanya membantu ia melewati tur panjang tetapi juga memberi inspirasi bagi banyak orang tentang pentingnya menjaga kesehatan secara menyeluruh jika ingin mencapai performa maksimal dalam aktivitas apa pun.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.