Netflix Adaptasi Novel Terlaris The God of the Woods, Jadi Serial Drama Penuh Misteri
18 December 2025 |
21:30 WIB
Netflix mengumumkan adaptasi novel populer The God of the Woods karya Liz Moore menjadi serial drama berdurasi satu jam per episode, digarap bersama Sony Pictures Television dan Original Film. Novel ini juga dikenal sebagai salah satu buku favorit Barack Obama dan menarik perhatian Taylor Swift.
Melansir Variety, Liz Hannah, penulis yang dikenal lewat karya The Girl From Plainville, akan berperan sebagai co-showrunner, sekaligus produser eksekutif bersama Liz Moore. Keduanya menyatakan antusiasme besar untuk membawa kisah ini ke layar kaca dengan pendekatan yang kuat secara emosional dan visual.
The God of the Woods merupakan novel laris versi The New York Times yang mengusung drama lintas generasi. Ceritanya berlatar di kawasan pegunungan Adirondacks dan berfokus pada keluarga Van Laar, sebuah keluarga kaya yang menyimpan banyak rahasia kelam.
Kisah utama berpusat pada hilangnya Barbara Van Laar, seorang anak perempuan berusia 13 tahun, yang menghilang secara misterius dari perkemahan musim panas milik keluarganya. Hilangnya Barbara bukanlah peristiwa tunggal. Kejadian tersebut membuka kembali luka lama akibat tragedi keluarga sebelumnya yang diduga saling berkaitan.
Seiring cerita bergerak maju, masa lalu dan masa kini saling bertabrakan, mengungkap lapisan demi lapisan rahasia keluarga Van Laar. Kekayaan, pengaruh, serta status sosial yang selama ini melindungi mereka perlahan runtuh, memperlihatkan dampak buruk dari penyalahgunaan kekuasaan.
Novel ini mendapat banyak sorotan dari berbagai media ternama. Barack Obama bahkan menyebut The God of the Woods sebagai salah satu buku favoritnya tahun ini. Sementara itu, dalam dokumenter terbarunya berjudul The End of an Era, Taylor Swift terlihat mendengarkan versi audiobook dari novel tersebut. Popularitas inilah yang membuat Netflix yakin cerita ini memiliki daya tarik kuat untuk diadaptasi menjadi serial.
Dalam pernyataan bersama, Hannah dan Moore mengungkapkan kegembiraannya. Mereka menyebut sangat mencintai proses pembuatan serial televisi dan tidak sabar menghidupkan The God of the Woods bersama Sony dan Netflix. Mereka juga berharap penonton dapat merasakan emosi yang sama yaitu mencintai sekaligus membenci karakter-karakter di dalam cerita seperti yang mereka rasakan saat menulisnya.
Proyek ini menjadi bagian dari kerja sama berkelanjutan Sony Pictures Television dengan Original Film dan Liz Hannah melalui rumah produksinya, Happy Friday Productions. Neal H. Moritz dan Pavun Shetty dari Original Film juga akan terlibat sebagai produser eksekutif. Liz Hannah sendiri memiliki rekam jejak kuat di industri hiburan.
Ia pernah menulis serial Mindhunter yang membuatnya masuk nominasi WGA Award, serta film The Post yang memberinya penghargaan WGA dan nominasi Golden Globe. Hannah juga terlibat sebagai penulis dan produser eksekutif serial The Dropout yang memenangkan Emmy, serta film terbarunya berjudul Lee.
Bagi Liz Moore, ini merupakan kali kedua novelnya diadaptasi menjadi serial. Sebelumnya, Long Bright River sukses tayang di Peacock dan mengantarkan Amanda Seyfried meraih nominasi Golden Globe. Sony Pictures TV dan Original Film juga terlibat dalam proyek tersebut, menjadikan The God of the Woods sebagai kolaborasi kedua mereka dengan Moore.
Netflix sendiri terus memperkuat jajaran adaptasi buku dalam beberapa tahun terakhir. Kesuksesan serial seperti Bridgerton membuktikan bahwa cerita dari buku memiliki tempat istimewa di hati penonton global. Sepanjang tahun ini, adaptasi buku Netflix konsisten masuk daftar Global Top 10, menunjukkan minat penonton yang terus meningkat terhadap kisah-kisah berbasis literatur.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Melansir Variety, Liz Hannah, penulis yang dikenal lewat karya The Girl From Plainville, akan berperan sebagai co-showrunner, sekaligus produser eksekutif bersama Liz Moore. Keduanya menyatakan antusiasme besar untuk membawa kisah ini ke layar kaca dengan pendekatan yang kuat secara emosional dan visual.
The God of the Woods merupakan novel laris versi The New York Times yang mengusung drama lintas generasi. Ceritanya berlatar di kawasan pegunungan Adirondacks dan berfokus pada keluarga Van Laar, sebuah keluarga kaya yang menyimpan banyak rahasia kelam.
Kisah utama berpusat pada hilangnya Barbara Van Laar, seorang anak perempuan berusia 13 tahun, yang menghilang secara misterius dari perkemahan musim panas milik keluarganya. Hilangnya Barbara bukanlah peristiwa tunggal. Kejadian tersebut membuka kembali luka lama akibat tragedi keluarga sebelumnya yang diduga saling berkaitan.
Seiring cerita bergerak maju, masa lalu dan masa kini saling bertabrakan, mengungkap lapisan demi lapisan rahasia keluarga Van Laar. Kekayaan, pengaruh, serta status sosial yang selama ini melindungi mereka perlahan runtuh, memperlihatkan dampak buruk dari penyalahgunaan kekuasaan.
Novel ini mendapat banyak sorotan dari berbagai media ternama. Barack Obama bahkan menyebut The God of the Woods sebagai salah satu buku favoritnya tahun ini. Sementara itu, dalam dokumenter terbarunya berjudul The End of an Era, Taylor Swift terlihat mendengarkan versi audiobook dari novel tersebut. Popularitas inilah yang membuat Netflix yakin cerita ini memiliki daya tarik kuat untuk diadaptasi menjadi serial.
Dalam pernyataan bersama, Hannah dan Moore mengungkapkan kegembiraannya. Mereka menyebut sangat mencintai proses pembuatan serial televisi dan tidak sabar menghidupkan The God of the Woods bersama Sony dan Netflix. Mereka juga berharap penonton dapat merasakan emosi yang sama yaitu mencintai sekaligus membenci karakter-karakter di dalam cerita seperti yang mereka rasakan saat menulisnya.
Proyek ini menjadi bagian dari kerja sama berkelanjutan Sony Pictures Television dengan Original Film dan Liz Hannah melalui rumah produksinya, Happy Friday Productions. Neal H. Moritz dan Pavun Shetty dari Original Film juga akan terlibat sebagai produser eksekutif. Liz Hannah sendiri memiliki rekam jejak kuat di industri hiburan.
Ia pernah menulis serial Mindhunter yang membuatnya masuk nominasi WGA Award, serta film The Post yang memberinya penghargaan WGA dan nominasi Golden Globe. Hannah juga terlibat sebagai penulis dan produser eksekutif serial The Dropout yang memenangkan Emmy, serta film terbarunya berjudul Lee.
Bagi Liz Moore, ini merupakan kali kedua novelnya diadaptasi menjadi serial. Sebelumnya, Long Bright River sukses tayang di Peacock dan mengantarkan Amanda Seyfried meraih nominasi Golden Globe. Sony Pictures TV dan Original Film juga terlibat dalam proyek tersebut, menjadikan The God of the Woods sebagai kolaborasi kedua mereka dengan Moore.
Netflix sendiri terus memperkuat jajaran adaptasi buku dalam beberapa tahun terakhir. Kesuksesan serial seperti Bridgerton membuktikan bahwa cerita dari buku memiliki tempat istimewa di hati penonton global. Sepanjang tahun ini, adaptasi buku Netflix konsisten masuk daftar Global Top 10, menunjukkan minat penonton yang terus meningkat terhadap kisah-kisah berbasis literatur.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.