Jumpa Pers Akhir Tahun Kementerian Pariwisata (sumber : Kemenpar)

Pariwisata Indonesia Menguat di 2025, Devisa Diproyeksi Tembus US$18,5 Miliar

18 December 2025   |   19:08 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Pariwisata Indonesia menutup 2025 dengan catatan impresif. Di tengah tekanan global, sektor ini dapat terus bertumbuh dan menguat sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional serta penyumbang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut 2025 sebagai tahun krusial bagi pariwisata nasional. “Pariwisata berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan dan berperan kuat dalam mendorong pemberdayaan masyarakat menuju pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya dalam Jumpa Pers Akhir Tahun Kementerian Pariwisata.

Baca juga: Wisata Berbasis Seni & Budaya di Indonesia Digandrungi Turis Asing

Hal ini terlihat dari pertumbuhan devisa pariwisata Indonesia yang hingga triwulan III 2025 tercatat mencapai US$13,82 miliar, naik 9,42%, dan diproyeksikan mencapai US$18,50 miliar di akhir tahun.

"Ini mengindikasikan Indonesia tetap menjadi destinasi wisata yang menarik dan kompetitif dengan rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara per kunjungan sebesar US$1.259," ujar Menpar Widiyanti.

Pencapaian ini tentu saja tidak lepas dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 12,76 juta kunjungan, tumbuh 10,32% secara tahunan sepanjang Januari–Oktober 2025. Hingga akhir tahun, jumlah ini diproyeksikan menembus 15,31 juta wisman. Dengan jumlah wisatawan Indonesia ke luar negeri sebesar 7,55 juta, neraca pariwisata mencatat surplus yang berdampak langsung pada devisa negara.

Kontribusi ini ditopang pula oleh agresivitas promosi global. Sepanjang tahun, Kemenpar hadir di 12 pameran pariwisata dunia, termasuk ITB Berlin, ATM Dubai, hingga WTM London, yang menghasilkan potensi devisa sekitar Rp29,6 triliun.

Dengan berbagai pencapaian tersebut, citra Indonesia di mata dunia pun ikut melonjak tajam. Sepanjang 2025, pariwisata Indonesia meraih 153 penghargaan internasional, lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Pengakuan tersebut mencakup sektor perhotelan melalui Michelin Keys, kuliner, hingga desa wisata, menjadikan reputasi Indonesia berada di level tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Sementara untuk perjalanan wisatawan nusantara, pada Januari-Oktober 2025 juga menunjukkan kekuatan luar biasa yakni 997,91 juta perjalanan. Jumlah ini meningkat 18,89% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan pergerakan ini juga ditopang dengan program pemasaran dan promosi Bangga Berwisata di Indonesia. Bersama seluruh mitra, Kemenpar menghadirkan 17 pameran wisata, 9 business matching, 9 familiarization trip serta 5 kerja sama terpadu.

Selain itu, geliat wisatawan nusantara juga ditopang dengan penyelenggaraan serangkaian event. Sebanyak 198 event besar, mulai dari Karisma Event Nusantara, event nasional, hingga event internasional dan MICE, menghadirkan 12,20 juta pengunjung, menggerakkan 20.877 UMKM, dan memicu perputaran ekonomi yang mencapai Rp 23,76 triliun.

"Di tengah berbagai tantangan global, pariwisata berperan strategis sebagai penggerak ekonomi rakyat, mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Di mana tahun ini ekosistem pariwisata menyerap jutaan tenaga kerja dan membuka peluang bagi generasi baru, dengan total 25,91 juta pekerja pariwisata," ujar Menpar Widiyanti.

Ke depan, pemerintah terus memperkuat fondasi lewat regulasi, pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas, pengelolaan geopark berstandar UNESCO, hingga dorongan pariwisata ramah Muslim dan wisata bahari. Indonesia bahkan menjadi negara pertama di Asia-Pasifik yang meluncurkan pedoman investasi pariwisata bersama UN Tourism.

“Dengan fondasi ini, kita menatap 2026 dengan keyakinan bahwa pariwisata Indonesia tidak hanya tumbuh, tetapi melompat lebih tinggi dan lebih bermakna bagi masyarakat,” tegas Widiyanti.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

Ending It: Welcome to Derry Ungkap Siklus Abadi Pennywise dan Petunjuk Musim Kedua

BERIKUTNYA

Alternatif Baru Cedera Lutut, Rekonstruksi dengan Ligamen Artifisial

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga