Founder Dopper, Merijn Everaarts, dan COO Paul Krab saat memperkenalkan visi keberlanjutan Dopper di Jakarta, menegaskan komitmen mereka untuk mengakhiri penggunaan botol plastik sekali pakai. (Sumber foto: Tim Dopper)

Dopper Resmi Masuk Indonesia, Dorong Budaya Refill dan Lifestyle Berkelanjutan

12 December 2025   |   15:00 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Dopper, brand botol minum berkelanjutan asal Belanda, memperkenalkan visi besarnya kepada publik Indonesia. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat misi global mereka menghentikan penggunaan air minum kemasan sekali pakai dan membangun budaya minum isi ulang yang ramah lingkungan.

Kehadiran Dopper di Indonesia bukan sekadar upaya memperluas pasar, tetapi bagian dari gerakan lingkungan global yang ingin mengubah cara masyarakat memandang sampah plastik, terutama botol air sekali pakai.

Baca juga: Bingung Pilih Tumbler? Cek Rekomendasi Tumbler Lokal Stylish dan Fungsional

Dalam acara yang dihadiri langsung oleh Founder Dopper, Merijn Everaarts, dan COO Paul Krab, keduanya menegaskan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis bagi misi perubahan tersebut.

Dalam presentasinya, Merijn kembali membagikan kisah lahirnya Dopper yang berawal dari pengalaman pribadi ketika melihat pantai dipenuhi sampah plastik.

“Saya berdiri di tepi pantai dan melihat lautan yang seharusnya indah berubah menjadi tempat berkumpulnya plastik. Saat itu saya berpikir, kalau tidak ada yang memulai gerakan ini, siapa lagi?” ujarnya, pada luncheon event di Flash Coffee, World Capital Tower Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Pengalaman itulah yang kemudian melahirkan botol Dopper pada tahun 2010 sebagai alternatif nyata untuk menggantikan penggunaan botol plastik sekali pakai.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Dopper (@dopper_official)


Kini, Dopper dikenal sebagai salah satu botol air paling berkelanjutan di dunia. Mereka bahkan meraih predikat sebagai botol air paling berkelanjutan nomor satu menurut standar Cradle to Cradle Certified®, salah satu sertifikasi keberlanjutan paling ketat di dunia.

Hampir seluruh model botol mereka dibuat dari 85–90% material daur ulang, termasuk baja daur ulang, serta dirancang bebas bahan kimia berbahaya. Botol-botol ini juga mudah dibongkar untuk dibersihkan, tahan lama, dan dapat diperbaiki menggunakan suku cadang.

Salah satu inovasi penting Dopper adalah Digital Product Passport, sistem transparansi yang memungkinkan konsumen melacak perjalanan produk dari bahan baku, proses produksi, jejak emisi, hingga siklus akhir botol. Pendekatan ini menegaskan bahwa komitmen Dopper terhadap keberlanjutan bukan sekadar kampanye, tetapi standar operasional yang terukur.

Dopper juga menyasar berbagai segmen—konsumen individu, perusahaan, lembaga pemerintah, hingga komunitas global—untuk bersama-sama membangun lingkungan yang lebih bersih. Mereka percaya perubahan besar berawal dari langkah kecil setiap orang, dari setiap tetes air hingga keputusan meninggalkan botol plastik sekali pakai.

Merijn menegaskan bahwa Dopper tidak ingin dilihat hanya sebagai brand gaya hidup. “Botol ini adalah simbol. Setiap orang yang menggunakannya adalah bagian dari gerakan besar untuk mengakhiri air kemasan sekali pakai. Kami bukan hanya menjual botol, kami menawarkan solusi,” jelasnya.

Indonesia dipilih sebagai pasar strategis karena dua alasan utama: kedekatan lokasi produksi dan urgensi isu lingkungan. Produksi Dopper kini berlangsung di Belanda, China, dan Indonesia. Menurut Merijn, Indonesia bukan hanya lokasi produksi yang efisien, tetapi juga negara dengan tantangan besar terkait sampah plastik.

“Kami merasa seperti pulang saat berada di Indonesia, dan kami ingin menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar hadir sebagai merek asing,” katanya.

Lebih dari satu juta liter air kemasan terjual setiap menit di seluruh dunia, dan sebagian besar botolnya berakhir sebagai sampah. Indonesia sendiri menghasilkan lebih dari dua juta ton sampah plastik per tahun, banyak yang mencemari laut.

Dengan target pelarangan plastik sekali pakai pada 2029, perubahan perilaku publik perlu dipercepat. Karena itu, Dopper berkomitmen memperkuat produksi dan rantai pasokan lokal, termasuk menjajaki material daur ulang asal Indonesia.

Sebagai solusi, Dopper menggandeng berbagai mitra untuk memperluas titik isi ulang air minum, memetakan refill station melalui aplikasi, dan membangun komunitas “witty activists”. Mereka juga berdialog dengan perusahaan, pemerintah, dan kedutaan besar untuk mendorong perubahan standar industri dan kebiasaan konsumsi.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Dopper (@dopper_official)


Mereka juga menampilkan berbagai koleksi botol, mulai dari model original berbahan daur ulang, versi insulated yang menjaga minuman tetap panas 9 jam dan dingin 24 jam, hingga edisi kolaborasi dengan atlet dan seniman. Pesannya sederhana: tidak ada lagi alasan memakai botol plastik sekali pakai karena Dopper menawarkan beragam model, ukuran, dan aksesori seperti tali botol dan flip straw.

Sebagian keuntungan Dopper juga dialokasikan untuk proyek air bersih di Nepal serta inisiatif lingkungan lain melalui program 1% for the Planet.

“Setiap botol Dopper membantu menyediakan akses air minum bersih bagi komunitas yang membutuhkan. Satu botol mungkin terlihat kecil, tetapi jutaan botol bisa mengubah dunia,” ujar Merijn.

Pada sesi tanya jawab, tim Dopper menegaskan rencana mereka untuk memanfaatkan material daur ulang dari Indonesia agar rantai produksi lebih lokal dan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat. Mereka juga berkomitmen mendukung konten edukasi yang lebih relevan untuk pasar Indonesia.

Menutup acara, Merijn memberikan pesan kuat bagi seluruh peserta. “Perubahan dimulai dari setiap individu. Setiap tetes itu penting. Dan bersama-sama, tetesan itu bisa menjadi gelombang besar untuk kebaikan.”

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Gencar Ekspansi Toko Offline, ATRIA Hadirkan Showroom ke-30 di Mall Of Indonesia

BERIKUTNYA

Taklukkan Tourette’s, Lewis Capaldi Siap Kembali ke Atas Panggung

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga