Letterboxd resmi memperkenalkan Video Store, cara baru menjelajahi film independen dari seluruh dunia (Sumber gambar : Letterboxd)

Letterboxd Luncurkan Layanan Sewa Film Digital

12 December 2025   |   14:00 WIB
Image
Nursoko Andhika Setiawan Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Letterboxd, platform populer bagi para pecinta film, akan segera memasuki babak baru dalam perjalanannya. Mulai Rabu, (10/12/2025), perusahaan ini akan meluncurkan layanan penyewaan dan streaming film digital bernama Video Store, yang dapat diakses oleh pengguna di 23 negara.

Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam memperluas misi utama Letterboxd yakni membantu penggunanya menemukan dan mengeksplorasi film-film berkualitas, khususnya dari ranah independen.

Baca juga: Letterboxd, Tempatnya Pencinta Film Berjejaring & Ulasan Karya

Layanan Video Store ini akan diluncurkan secara bersamaan di 23 wilayah, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Inggris Raya, Irlandia, Prancis, Spanyol, Australia, Selandia Baru, Jerman, Austria, Italia, Swedia, Norwegia, Denmark, Finlandia, Islandia, Belanda, Polandia, Portugal, Belgia, Swiss, Yunani, dan Siprus.

Peluncuran global ini membuktikan ambisi Letterboxd untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih lengkap bagi komunitas film internasional.

Melansir Variety, pada tahap awal peluncurannya, Video Store akan menawarkan sembilan film pilihan yang ditempatkan dalam dua kategori utama. Setiap judul telah melalui kurasi ketat berdasarkan data perilaku pengguna, seperti daftar tontonan, ulasan, serta tren komunitas.

Letterboxd menegaskan bahwa koleksi film ini dipilih untuk menjawab minat para anggota yang ingin menemukan karya segar sekaligus membuka ruang bagi film yang mungkin terlewat perhatian publik.

Kategori pertama, “Unreleased Gems”, berisi film-film yang belum pernah dirilis di negara tertentu namun kini dapat disewa untuk pertama kalinya. Pengguna hanya memiliki waktu 30 hari untuk menyewa judul-judul dalam kategori ini.

Sementara itu, kategori kedua, “Lost & Found”, menyoroti film-film yang memiliki penilaian tinggi dari komunitas Letterboxd tetapi kurang mendapat sorotan luas.

Beberapa film menarik yang tampil dalam peluncuran awal di antaranya adalah Poison karya Todd Haynes, sebuah film horor fiksi ilmiah yang pernah memicu kontroversi pada tahun 1991, dan Kennedy, film neo-noir India yang belum pernah dirilis sejak penayangan perdananya di Festival Cannes 2023.

Selain itu, pengguna juga dapat menemukan Sore: A Wife From the Future dari Indonesia, sebuah drama fiksi ilmiah romantis karya Yandy Laurens yang mendapat banyak nominasi di Festival Film Indonesia 2025 dan menjadi wakil Indonesia untuk Oscar 2026.

Harga sewa untuk setiap judul berbeda-beda tergantung negara. Kisaran biaya sewa di Amerika Serikat berkisar antara US$3,99 hingga US$19,99 , mengikuti standar layanan video-on-demand. Setelah diputar, film dapat ditonton dalam waktu 48 jam, mengikuti aturan umum penyewaan digital. Beberapa judul hanya tersedia di negara tertentu sesuai hak distribusi masing-masing.

CEO dan salah satu pendiri Letterboxd, Matthew Buchanan, menegaskan bahwa komunitas pengguna adalah inti dari pengembangan layanan baru ini. Menurutnya, Video Store hadir sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan riil para penikmat film, mulai dari judul klasik yang tiba-tiba kembali populer hingga film festival lama yang kembali masuk daftar tonton.

Dengan hadirnya Video Store, Letterboxd berharap dapat membantu distributor membuka potensi film-film yang terlupakan, sekaligus memberikan ruang bagi para pembuat film untuk menjangkau audiens lebih luas.

Layanan ini tersedia di berbagai perangkat, termasuk web, aplikasi iOS dan Android, serta di televisi melalui Apple TV 4K, AirPlay, dan Chromecast. Dalam pernyataannya, Letterboxd juga berterima kasih kepada para pembuat film, distributor, dan agen penjualan yang telah membuka akses terhadap film-film pilihan tersebut.

Didirikan pada 2011 oleh dua pengusaha asal Selandia Baru, Buchanan dan Karl von Randow, Letterboxd kini memiliki lebih dari 24 juta pengguna dan bernilai lebih dari 50 juta dolar setelah menjual 60% sahamnya pada 2023. Dengan kehadiran Video Store, platform ini tak hanya menjadi tempat berbagi ulasan, tetapi juga sumber utama untuk menikmati film-film independen yang sebelumnya sulit diakses.

Layanan ini menandai langkah besar dalam upaya Letterboxd memperluas dunia sinema ke tangan lebih banyak penonton, sekaligus merayakan keberagaman cerita dari berbagai negara dan budaya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

Resensi Laboratorium Palestina: Membongkar Bisnis Gelap di Balik Okupasi Israel

BERIKUTNYA

Daftar Nominasi Golden Globes 2026 Plus Deretan Film dan Serial Terbaik

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga