Salah satu laptop Asus yang sudah ditenagai AI. (Sumber gambar: Desyinta Nuraini/Hypeabis.id)

Tren AI On-Device: Produsen Laptop Berebut Dominasi Pasar

05 December 2025   |   07:45 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Popularitas AI on-device terus melonjak di perangkat komputer jinjing (laptop). Terpantau, sepanjang 2025, para produsen PC di berbagai kelas pasar berbeda berlomba-lomba untuk menghadirkan perangkat dengan teknologi kecerdasan buatan di dalamnya.

Salah satunya Asus, yang baru saja meluncurkan Asus ExpertBook PM3, laptop bisnis generasi baru yang menghadirkan serangkaian fitur AI on-device. Marketing Manager Asus Commercial Indonesia, Kevin Wang, menyebut bahwa strategi bisnis komersial Asus kini dibangun di atas pondasi AI. 

Menurutnya, AI bukan hanya alat untuk meningkatkan efisiensi, tetapi menciptakan model bisnis baru. “Visi kami jelas. Bisnis cerdas dimulai dengan membangun AI,” ujar Kevin beberapa waktu lalu.

Baca juga: Asus Luncurkan Laptop Khusus untuk Para Kreator, Dibanderol Hampir Rp40 Juta

Untuk terus mengembangkan kemampuan AI di dalam perangkat, Asus pun berkolaborasi dengan para pengembang perangkat lunak.“Kami punya kemampuan mengembangkan teknologi AI, tetapi tanpa mitra seperti AMD dan Microsoft, kami tidak akan mampu melangkah sejauh ini,” katanya.

Kemampuan Asus ExpertBook PM3, tidak lepas dari prosesor AMD Ryzen AI Series 300 hingga varian Ryzen AI 7 350, lengkap dengan NPU 50 TOPS, yang memungkinkan pemrosesan AI berjalan secara lokal tanpa ketergantungan internet. Selain itu, Asus juga menyertakan AI ExpertMeet, asisten kecerdasan buatan yang terdiri dari rangkaian fitur AI lokal. 

Commercial Technical PR Asus Indonesia Said Dahda rangkaian fitur berbasis AI ini mencakup AI Meeting Minutes, AI Translated Subtitles, dan AI Watermark. Untuk kebutuhan kreatif, dukungan AMUSE membantu pembuatan materi visual berbantuan AI secara lokal. 

Kecerdasan buatan yang tersedia di perangkat (on-device) ini membuat data pribadi tetap aman karena tidak ada informasi yang dikirim ke cloud. Semua dikelola melalui AI Expert Panel. “Kita dapat menjalankannya secara lokal tanpa internet sama sekali. Hal ini membuat keamanan sepenuhnya berada di tangan kita,” tegasnya. 

Selain Asus, Acer juga fokus menghadirkan perangkat yang mengadopsi AI di dalamnya. “Kita sudah mayoritas pakai AI, tidak cuma di gaming, Swift, tetapi di line-up Aspire pun, kita sudah ada building yang namanya Windows Copilot. Seri yang lebih tinggi, AI bisa berjalan offline,” ucap Product Manager Acer Indonesia Matius John Tirtawirya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.

Dia menyampaikan, minat masyarakat akan perangkat dengan AI terbilang tinggi saat ini. Namun memang, perlu adaptasi dan edukasi untuk mengenalkan fitur-fitur pada PC AI. Adapun Acer resmi memperkenalkan Predator Triton 14 AI (PT14-52T), laptop gaming 14,5 inci paling tipis di kelasnya yang menggabungkan performa AI generasi terbaru.

Technical Pro Champ Microsoft Asia – Device Partner Sales, Andhika Utama, menerangkan konsep AI on-device menjadi krusial pada perangkat PC saat ini. Pasalnya, teknologi tidak lagi cukup mengandalkan komputasi cloud, perangkat kini memproses AI langsung di lokal agar lebih cepat, hemat daya, dan aman.

Jenis komputer yang dilengkapi dengan Neural Processing Unit (NPU) untuk menjalankan AI secara lokal atau dikenal AI PC ini katanya memberikan banyak keuntungan. Pertama, performa lebih bertenaga, berkat kehadiran NPU yang dirancang khusus untuk menangani tugas AI.

Kedua, keamanan lebih kuat, karena pemrosesan AI dilakukan di perangkat, bukan dikirim ke jaringan internet. Ketiga, mobilitas menjadi lebih efisien, berkat konsumsi daya lebih rendah ketika beban kerja dialihkan dari CPU/GPU ke NPU. “Laptop menjadi lebih responsif, bahkan saat online,” imbuhnya.

Andhika menyebut dengan AI on-device laptop terasa seperti perangkat generasi baru. Pasalnya, fitur-fitur yang dihadirkan dapat membantu pengguna dalam menyelesaikan pekerjaan lebih mudah dan cepat. 

Sebagai contoh, Live Caption & Real-Time Translation pada PC AI atau Microsoft menyebutnya sebagai Copilot+ PC. Fitur ini dianggap Andhika sebagai penyelamat saat berkomunikasi lintas-negara pasalnya bisa menerjemahkan otomatis semua bahasa dan diberi subtitle bahasa Indonesia. Fitur ini bekerja 100% di perangkat, sehingga tetap berjalan meski koneksi internet tidak stabil.

Satu lagi fitur paling futuristik yang diperkenalkan Microsoft adalah Recall. Laptop dapat menyimpan snapshot aktivitas pengguna secara berkala, baik itu dokumen yang dibuka, halaman web, aplikasi, hingga konten visual. 

Saat dibutuhkan, pengguna dapat menjalankan kembali timeline perangkat mereka seperti memutar ulang video. Namun, Microsoft menyadari sensitivitas fitur ini, sehingga Recall dibekali kontrol keamanan. 

Pengguna bisa membatasi aplikasi apa yang boleh atau tidak boleh direkam. Akses Recall wajib melalui verifikasi biometrik dan semua data disimpan di perangkat, tidak pernah keluar ke cloud. “Anda bisa mengatur agar aplikasi sensitif seperti Outlook, WhatsApp Web, atau perbankan tidak direkam,” jelas Andhika.

SEBELUMNYA

Netizen Heboh Gara-gara Instagram Batasi Hashtag Jadi Tiga

BERIKUTNYA

Lonjakan Industri MICE Dorong Investasi dan Pertumbuhan 2026

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga