NOD. Kenalkan Ragam Minuman Herbal Indonesia ke Publik Eropa di Swiss Coffee Festival 2025
02 December 2025 |
19:47 WIB
Indonesia memiliki tradisi panjang dalam minuman herbal, mulai dari jamu, wedang, hingga racikan rempah dari berbagai daerah. Kekayaan rasa itulah yang coba diperkenalkan ke panggung internasional oleh JumpStart Indonesia melalui perangkat NOD. Smart Capsul Machine yang tampil dalam perhelatan Swiss Coffee Festival 2025.
NOD. menjadi satu-satunya brand dari Indonesia yang ikut serta dalam festival yang berlangsung pada 22–23 November 2025 di StageOne Zurich Oerlikon, Zurich. Festival tersebut menarik hingga 10.000 pengunjung yang merupakan pegiat kopi, roaster, inovator teknologi, hingga penikmat kopi dari berbagai negara.
Baca juga: Harga & Fitur Unik Mesin Kopi NOD yang Jadi Souvenir Resepsi Luna & Maxime
Kehadiran NOD. merupakan undangan resmi dari KBRI Bern melalui KADIN Komite Indonesia Swiss yang melihat potensi NOD. sebagai inovasi minuman yang mewakili kreativitas dan keragaman Indonesia di tingkat global.
Selama di Swiss Coffee Festival 2025, NOD. memperkenalkan 15 varian kapsul yang mewakili kekayaan rasa Nusantara, mulai dari Aceh, Bali, dan Kerinci hingga Papua, serta minuman tradisional seperti Wedang Jahe, Kunyit Asam, Teh Melati Tolak Angin, dan Lemongrass Elixir.
Respons pengunjung sangat tinggi. Lebih dari 500 pengunjung mendatangi booth NOD untuk mencoba berbagai varian rasa. Galuh, Head of Research NOD., menyebut minuman herbal menjadi salah satu elemen yang paling menarik perhatian pengunjung.
“Para pengunjung menunjukkan ketertarikan yang luar biasa. Varian Bali dan Kerinci selalu habis paling cepat, sementara minuman herbal seperti Kunyit Asam menjadi kejutan favorit mereka. Ini membuka peluang baru untuk memperkenalkan rasa Indonesia di pasar Swiss," tuturnya dikutip dari siaran pers, Selasa (2/12/2025).
Banyak pengunjung menyebut pengalaman mencicipi jamu dan wedang dalam format kapsul sebagai sesuatu yang belum pernah ditemui di pasar Eropa. Beberapa di antaranya kembali untuk mencoba lebih banyak varian karena rasa yang dianggap unik, modern, dan berbeda dari produk kapsul lain di festival.
Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Ngurah Swajaya, menilai keikutsertaan produk Indonesia seperti NOD. memiliki nilai strategis dalam memperluas diplomasi ekonomi.
“Partisipasi ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya kaya rasa, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi. Festival seperti ini membuka peluang ekspor dan kerja sama yang lebih luas dan kami yakin potensi Indonesia sangat kuat dalam persaingan kopi dunia,” jelasnya.
Respons positif dari ratusan pengunjung membuat NOD. mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk studi preferensi rasa, penjajakan kolaborasi dengan roaster dan distributor Eropa, serta proses sertifikasi perangkat sesuai regulasi Uni Eropa. Perusahaan juga mengkaji pilot placement di hotel, ruang kerja, atau restoran Indonesia di Swiss sebagai tahap awal uji pasar.
CMO JumpStart Indonesia, Raynald Rabindra Soeharto menyebut festival ini sebagai momentum penting bagi perjalanan global NOD.
“NOD. adalah cara baru membawa identitas Indonesia ke dunia. Kehadiran kami di Swiss Coffee Festival adalah langkah pertama dari perjalanan global kami dan kami ingin menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan rasa Indonesia dapat berdiri sejajar dengan berbagai merek internasional.”
Keikutsertaan di Swiss Coffee Festival 2025 pun menjadi upaya awal bagi NOD. dalam melihat potensi penerimaan minuman kapsul bercita rasa Nusantara di pasar Eropa yang memiliki preferensi minum yang sangat beragam.
Diluncurkan pada akhir 2024, NOD. menjadi mesin kapsul pintar pertama dari Indonesia yang mampu menyeduh lebih dari 50 macam minuman dalam satu perangkat. Ragam minuman tersebut mencakup kopi, teh, matcha, cokelat, wedang, jamu, dan minuman herbal Nusantara lainnya.
Selain varian permanen, NOD secara berkala menghadirkan varian musiman dan edisi kolaborasi untuk memperkaya pilihan rasa.
Sejak dirilis, NOD. telah mencatat penjualan lebih dari 8.000 unit, tersebar di jaringan perhotelan, perkantoran, pasar retail, serta rumah tangga di berbagai kota besar Indonesia. Kanal penjualannya kini menjangkau marketplace, toko gaya hidup, serta distribution network milik JumpStart.
JumpStart Indonesia sebagai ekosistem smart retail berbasis teknologi telah membangun jaringan distribusi mesin otomatis sejak 2019. Dimulai dari ratusan unit, jaringannya kini berkembang menjadi lebih dari 10.000 mesin yang tersebar di wilayah Jawa hingga Bali.
Ekosistem ini mencakup JumpStart Vending Machine untuk kopi, minuman siap konsumsi, dan merchandise, NOD. Beverage Capsule Machine, ice cream vending machine, onigiri vending machine, serta cotton candy vending machine yang mampu menghasilkan hingga 40 bentuk gulali. Infrastruktur ini menjadi fondasi yang memungkinkan NOD. berkembang dan terhubung dengan konsumen di berbagai industri.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
NOD. menjadi satu-satunya brand dari Indonesia yang ikut serta dalam festival yang berlangsung pada 22–23 November 2025 di StageOne Zurich Oerlikon, Zurich. Festival tersebut menarik hingga 10.000 pengunjung yang merupakan pegiat kopi, roaster, inovator teknologi, hingga penikmat kopi dari berbagai negara.
Baca juga: Harga & Fitur Unik Mesin Kopi NOD yang Jadi Souvenir Resepsi Luna & Maxime
Kehadiran NOD. merupakan undangan resmi dari KBRI Bern melalui KADIN Komite Indonesia Swiss yang melihat potensi NOD. sebagai inovasi minuman yang mewakili kreativitas dan keragaman Indonesia di tingkat global.
Selama di Swiss Coffee Festival 2025, NOD. memperkenalkan 15 varian kapsul yang mewakili kekayaan rasa Nusantara, mulai dari Aceh, Bali, dan Kerinci hingga Papua, serta minuman tradisional seperti Wedang Jahe, Kunyit Asam, Teh Melati Tolak Angin, dan Lemongrass Elixir.
Respons pengunjung sangat tinggi. Lebih dari 500 pengunjung mendatangi booth NOD untuk mencoba berbagai varian rasa. Galuh, Head of Research NOD., menyebut minuman herbal menjadi salah satu elemen yang paling menarik perhatian pengunjung.
“Para pengunjung menunjukkan ketertarikan yang luar biasa. Varian Bali dan Kerinci selalu habis paling cepat, sementara minuman herbal seperti Kunyit Asam menjadi kejutan favorit mereka. Ini membuka peluang baru untuk memperkenalkan rasa Indonesia di pasar Swiss," tuturnya dikutip dari siaran pers, Selasa (2/12/2025).
Banyak pengunjung menyebut pengalaman mencicipi jamu dan wedang dalam format kapsul sebagai sesuatu yang belum pernah ditemui di pasar Eropa. Beberapa di antaranya kembali untuk mencoba lebih banyak varian karena rasa yang dianggap unik, modern, dan berbeda dari produk kapsul lain di festival.
Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Ngurah Swajaya, menilai keikutsertaan produk Indonesia seperti NOD. memiliki nilai strategis dalam memperluas diplomasi ekonomi.
“Partisipasi ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya kaya rasa, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi. Festival seperti ini membuka peluang ekspor dan kerja sama yang lebih luas dan kami yakin potensi Indonesia sangat kuat dalam persaingan kopi dunia,” jelasnya.
Respons positif dari ratusan pengunjung membuat NOD. mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk studi preferensi rasa, penjajakan kolaborasi dengan roaster dan distributor Eropa, serta proses sertifikasi perangkat sesuai regulasi Uni Eropa. Perusahaan juga mengkaji pilot placement di hotel, ruang kerja, atau restoran Indonesia di Swiss sebagai tahap awal uji pasar.
CMO JumpStart Indonesia, Raynald Rabindra Soeharto menyebut festival ini sebagai momentum penting bagi perjalanan global NOD.
“NOD. adalah cara baru membawa identitas Indonesia ke dunia. Kehadiran kami di Swiss Coffee Festival adalah langkah pertama dari perjalanan global kami dan kami ingin menunjukkan bahwa inovasi teknologi dan rasa Indonesia dapat berdiri sejajar dengan berbagai merek internasional.”
Keikutsertaan di Swiss Coffee Festival 2025 pun menjadi upaya awal bagi NOD. dalam melihat potensi penerimaan minuman kapsul bercita rasa Nusantara di pasar Eropa yang memiliki preferensi minum yang sangat beragam.
Diluncurkan pada akhir 2024, NOD. menjadi mesin kapsul pintar pertama dari Indonesia yang mampu menyeduh lebih dari 50 macam minuman dalam satu perangkat. Ragam minuman tersebut mencakup kopi, teh, matcha, cokelat, wedang, jamu, dan minuman herbal Nusantara lainnya.
Selain varian permanen, NOD secara berkala menghadirkan varian musiman dan edisi kolaborasi untuk memperkaya pilihan rasa.
Sejak dirilis, NOD. telah mencatat penjualan lebih dari 8.000 unit, tersebar di jaringan perhotelan, perkantoran, pasar retail, serta rumah tangga di berbagai kota besar Indonesia. Kanal penjualannya kini menjangkau marketplace, toko gaya hidup, serta distribution network milik JumpStart.
JumpStart Indonesia sebagai ekosistem smart retail berbasis teknologi telah membangun jaringan distribusi mesin otomatis sejak 2019. Dimulai dari ratusan unit, jaringannya kini berkembang menjadi lebih dari 10.000 mesin yang tersebar di wilayah Jawa hingga Bali.
Ekosistem ini mencakup JumpStart Vending Machine untuk kopi, minuman siap konsumsi, dan merchandise, NOD. Beverage Capsule Machine, ice cream vending machine, onigiri vending machine, serta cotton candy vending machine yang mampu menghasilkan hingga 40 bentuk gulali. Infrastruktur ini menjadi fondasi yang memungkinkan NOD. berkembang dan terhubung dengan konsumen di berbagai industri.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.