Dari Pasuruan ke SMEXPO 2025, Perjalanan Kreasi Zavier dan Produk Rajutannya
26 November 2025 |
16:29 WIB
Berawal dari keterampilan yang ia miliki, Ali Fitriah membangun usaha kerajinan yang kini dikenal sebagai Kreasi Zavier. Ditemui di ajang Pertamina SMEXPO 2025, di Mall Bintaro Jaya Xchange II, Tangerang Selatan, Selasa (25/11/2025), ia mengenang bagaimana bisnis ini lahir dari situasi yang tidak mudah.
“Usaha kami bermula pada tahun 2016, kebetulan waktu itu susah banget cari pekerjaan,” ujarnya.
Keputusan untuk memulai usaha berangkat dari keterampilan kerajinan tangan yang sudah ia kuasai sejak lama. Dari kemampuan itulah ia kemudian mulai membuat berbagai produk untuk dijual kembali, hingga akhirnya lahir beragam karya berbahan rajutan dan anyaman yang kini menjadi fokus utama produksi Kreasi Zavier.
Baca juga: UMKM Fesyen Muslimah Melova Sportswear Tunjukkan Inovasi Kelas Ekspor di SMEXPO 2025
Untuk produk anyaman, Ali memilih berkonsentrasi pada pembuatan tas. Sementara itu, produk rajutannya hadir dalam ragam yang lebih luas, mulai dari boneka, gantungan kunci, aksesori, hingga gelang.
Produk-produk tersebut dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, dengan rentang mulai dari sekitar Rp15.000 hingga Rp150.000. Khusus untuk gantungan kunci rajut, harganya berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp35.000.
Nama Kreasi Zavier memiliki makna personal bagi sang pemilik, karena terinspirasi dari nama anaknya. Sementara itu, pilihannya untuk berfokus pada teknik rajut didasari pertimbangan bahwa produk rajutan masih memiliki prospek pasar yang sangat baik, sehingga cocok dijadikan identitas brand.
Dukungan dari Pertamina juga menjadi titik penting dalam perkembangan bisnisnya. “Ada perubahan banget,” ujarnya saat menggambarkan dampaknya. Ia mulai mengikuti kurasi UMK Akademi Pertamina sejak tahun lalu. “Dari tahun lalu belum bisa ikut pameran karena ada hal hal lain, akhirnya di tahun ini kita sudah dua kali mengisi pameran Pertamina di Surabaya sama di Tangerang,” jelasnya.
Dari sisi pemasaran, Kreasi Zavier memadukan penjualan offline dan online. Usaha ini memiliki toko fisik sekaligus workshop di kediamannya, sementara pemasaran digital dilakukan melalui media sosial serta partisipasi dalam berbagai pameran dagang nasional. Toko fisiknya sendiri berlokasi di Kota Pasuruan, Jawa Timur.
Terkait pemasaran produk ke luar negeri, ia mengaku masih dalam tahap awal.. Meski begitu, ia tetap memiliki keunggulan yang membuat produknya mampu bersaing. “Produk kami 100 persen handmade, jadi kita setiap saat melakukan inovasi produk apa yang lagi trend dan diminati sama pasar,” jelasnya.
Salah satu ciri khas Kreasi Zavier terletak pada konsistensi teknik produksi yang digunakan. “Kami menggunakan rajutan, teknik rajutan aja sih yang paling khasnya,” katanya, menegaskan identitas utama dari produk Kreasi Zavier. Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, ia menjelaskan bahwa proses produksi tidak dijalankan sendirian.
“Kita ada sekitar 15 sampai 20 orang tim produksi,” ungkapnya, menggambarkan bagaimana banyaknya tenaga pengrajin yang terlibat dalam menjaga kualitas dan kuantitas produksi.
Pengiriman produknya dapat dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia, sesuai penjelasannya mengenai jangkauan pemasaran. Namun, terkait jumlah penjualan per bulan, ia menyampaikan bahwa tidak ada angka pasti karena pesanan sering kali bervariasi, termasuk permintaan goodie bag dan suvenir perusahaan. Secara umum, jumlahnya berada di kisaran 100 hingga 200 produk per bulan.
Tahun ini, Kreasi Zavier menetapkan target yang cukup besar, yakni mulai mengekspor produk. Sementara itu, rencana penambahan produk baru masih ditunda karena fokus utama sedang diarahkan pada pemasaran B2B.
Adapun untuk strategi pemasaran, Ali menilai bahwa cara paling efektif adalah memanfaatkan platform digital. “Melalui media sosial, TikTok, Instagram,” ujarnya. Meski demikian, ia mengakui bahwa fitur live TikTok belum ia jalankan. “Untuk sekarang belum sih,” katanya, menambahkan bahwa ia saat ini lebih fokus pada unggahan reguler. “Upload-upload aja gitu ya,” tuturnya.
Pesanan perusahaan saat ini mendominasi pendapatan Kreasi Zavier. “Kebanyakan pesanan soalnya B2B, pesanan perusahaan untuk souvenir goodie bag,” jelasnya. Bahkan baru baru ini ia menerima pesanan khusus. “Kita sekarang baru hari kemarin kita ada pesanan ke Menteri Sosial,” ucapnya.
Kreasi Zavier merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
“Usaha kami bermula pada tahun 2016, kebetulan waktu itu susah banget cari pekerjaan,” ujarnya.
Keputusan untuk memulai usaha berangkat dari keterampilan kerajinan tangan yang sudah ia kuasai sejak lama. Dari kemampuan itulah ia kemudian mulai membuat berbagai produk untuk dijual kembali, hingga akhirnya lahir beragam karya berbahan rajutan dan anyaman yang kini menjadi fokus utama produksi Kreasi Zavier.
Baca juga: UMKM Fesyen Muslimah Melova Sportswear Tunjukkan Inovasi Kelas Ekspor di SMEXPO 2025
Untuk produk anyaman, Ali memilih berkonsentrasi pada pembuatan tas. Sementara itu, produk rajutannya hadir dalam ragam yang lebih luas, mulai dari boneka, gantungan kunci, aksesori, hingga gelang.
Produk-produk tersebut dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, dengan rentang mulai dari sekitar Rp15.000 hingga Rp150.000. Khusus untuk gantungan kunci rajut, harganya berada di kisaran Rp25.000 hingga Rp35.000.
Nama Kreasi Zavier memiliki makna personal bagi sang pemilik, karena terinspirasi dari nama anaknya. Sementara itu, pilihannya untuk berfokus pada teknik rajut didasari pertimbangan bahwa produk rajutan masih memiliki prospek pasar yang sangat baik, sehingga cocok dijadikan identitas brand.
Dukungan dari Pertamina juga menjadi titik penting dalam perkembangan bisnisnya. “Ada perubahan banget,” ujarnya saat menggambarkan dampaknya. Ia mulai mengikuti kurasi UMK Akademi Pertamina sejak tahun lalu. “Dari tahun lalu belum bisa ikut pameran karena ada hal hal lain, akhirnya di tahun ini kita sudah dua kali mengisi pameran Pertamina di Surabaya sama di Tangerang,” jelasnya.

Pendiri Kreasi Zavier, Ali Fitriah. (Sumber foto: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamukti)
Dari sisi pemasaran, Kreasi Zavier memadukan penjualan offline dan online. Usaha ini memiliki toko fisik sekaligus workshop di kediamannya, sementara pemasaran digital dilakukan melalui media sosial serta partisipasi dalam berbagai pameran dagang nasional. Toko fisiknya sendiri berlokasi di Kota Pasuruan, Jawa Timur.
Terkait pemasaran produk ke luar negeri, ia mengaku masih dalam tahap awal.. Meski begitu, ia tetap memiliki keunggulan yang membuat produknya mampu bersaing. “Produk kami 100 persen handmade, jadi kita setiap saat melakukan inovasi produk apa yang lagi trend dan diminati sama pasar,” jelasnya.
Salah satu ciri khas Kreasi Zavier terletak pada konsistensi teknik produksi yang digunakan. “Kami menggunakan rajutan, teknik rajutan aja sih yang paling khasnya,” katanya, menegaskan identitas utama dari produk Kreasi Zavier. Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat, ia menjelaskan bahwa proses produksi tidak dijalankan sendirian.
“Kita ada sekitar 15 sampai 20 orang tim produksi,” ungkapnya, menggambarkan bagaimana banyaknya tenaga pengrajin yang terlibat dalam menjaga kualitas dan kuantitas produksi.
Pengiriman produknya dapat dilakukan ke berbagai daerah di Indonesia, sesuai penjelasannya mengenai jangkauan pemasaran. Namun, terkait jumlah penjualan per bulan, ia menyampaikan bahwa tidak ada angka pasti karena pesanan sering kali bervariasi, termasuk permintaan goodie bag dan suvenir perusahaan. Secara umum, jumlahnya berada di kisaran 100 hingga 200 produk per bulan.
Tahun ini, Kreasi Zavier menetapkan target yang cukup besar, yakni mulai mengekspor produk. Sementara itu, rencana penambahan produk baru masih ditunda karena fokus utama sedang diarahkan pada pemasaran B2B.
Adapun untuk strategi pemasaran, Ali menilai bahwa cara paling efektif adalah memanfaatkan platform digital. “Melalui media sosial, TikTok, Instagram,” ujarnya. Meski demikian, ia mengakui bahwa fitur live TikTok belum ia jalankan. “Untuk sekarang belum sih,” katanya, menambahkan bahwa ia saat ini lebih fokus pada unggahan reguler. “Upload-upload aja gitu ya,” tuturnya.
Pesanan perusahaan saat ini mendominasi pendapatan Kreasi Zavier. “Kebanyakan pesanan soalnya B2B, pesanan perusahaan untuk souvenir goodie bag,” jelasnya. Bahkan baru baru ini ia menerima pesanan khusus. “Kita sekarang baru hari kemarin kita ada pesanan ke Menteri Sosial,” ucapnya.
Kreasi Zavier merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.