Mahacinta Jewelry Tampilkan Perhiasan Batu Alam Bernilai Budaya Melayu di SMEXPO 2025
26 November 2025 |
17:00 WIB
Di balik indahnya rangkaian kawat, batu alam Indonesia, terdapat sebuah UMKM dari Pekanbaru yang kini semakin dikenal karena karakter, keunikan, dan nilai sosialnya. Usaha itu bernama Mahacinta Jewelry, sebuah brand perhiasan handmade yang menggabungkan keindahan batu alam Nusantara dengan pemberdayaan perempuan dan anak disabilitas.
Brand ini berdiri berkat hobi Marlian Dwi Ratih, founder sekaligus CEO, yang sejak tahun 2010 gemar merangkai kawat menjadi aneka aksesori. Pada 2018 usaha ini resmi dijalankan, lalu mulai terdigitalisasi sejak 2020 melalui Instagram, TikTok, Facebook, hingga website resmi.
Baca juga: Dari Pasuruan ke SMEXPO 2025, Perjalanan Kreasi Zavier dan Produk Rajutannya
“Awalnya ibu hanya membuat untuk mengisi waktu, lalu banyak dibeli teman. Dari situ muncul ide untuk menjadikannya usaha,” ujar Cinta Maharani, Business Development Mahacinta Jewelry di ajang Pertamina SMEXPO 2025, di Mall Bintaro Jaya Xchange II, Tangerang Selatan, Selasa (25/11/2025).
Produk Mahacinta Jewelry menggunakan bahan utama berupa tembaga, batu alam, dan mutiara air tawar maupun mutiara arcus dari berbagai daerah di Riau mulai dari Bengkalis, Dumai, hingga Duri. Semua pengerjaan dilakukan secara handmade menggunakan alat tradisional seperti tang.
“Prosesnya bebas emisi karena tidak memakai mesin. Semua benar-benar buatan tangan,” kata Cinta.
Desain produk brand ini mengikuti minat pasar, terutama selera anak muda yang menyukai aksesori simpel namun elegan. Namun, mereka juga tetap mempertahankan desain klasik yang terinspirasi dari estetika medieval hingga fairy series.
Tidak berhenti di situ, budaya Melayu menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan desain. Bentuk-bentuk seperti Lepabegantung dan Kucur Rebung diadaptasi menjadi ornamen perhiasan yang memiliki nilai artistik sekaligus memperkenalkan budaya lokal.
Salah satu kekuatan Mahacinta Jewelry ada pada sifat unik tiap produknya. Karena bentuk batu alam tidak pernah sama, setiap rangkaian yang dihasilkan memiliki perbedaan kecil yang membuatnya menjadi edisi terbatas. “Itu yang membuat koleksi kami punya nilai luxury dan limited edition. Tidak ada dua batu yang benar-benar identik,” ujarnya.
Perkembangan usaha ini tidak terlepas dari peran perempuan-perempuan hebat di balik proses produksinya. Saat ini, tim produksi terdiri dari enam orang, sebagian besarnya adalah ibu rumah tangga yang membutuhkan tambahan penghasilan.
“Kami ingin membantu ibu-ibu yang ekonominya pas-pasan, terutama yang harus menghidupi anak sendiri. Dengan bekerja di sini, mereka tetap bisa mengurus keluarga,” ungkap Cinta.
Selain itu, Mahacinta Jewelry juga memberdayakan anak-anak disabilitas dari SLB Serimu Jinan. Mereka diajari teknik dasar merangkai kawat hingga pemasaran sederhana. “Kami membuka kelas gratis. Dari sana kami melihat banyak yang punya minat dan bakat,” tambahnya. Brand ini juga terbuka bagi mahasiswa yang ingin meneliti budaya Melayu, pariwisata, atau UMKM.
Untuk melayani minat masyarakat yang ingin belajar merangkai perhiasan, Mahacinta Jewelry membuka private class sejak tiga tahun terakhir. Kelas ini mencakup materi dasar hingga intermediate seperti teknik menganyam batu agar kokoh dan tahan lama. Pesertanya beragam, mulai dari anak muda hingga ibu-ibu TNI, Polri, dan pegawai bank.
Dalam sebulan, produksi brand ini bisa mencapai 5.000 pieces, terutama untuk produk bestseller seperti bros hijab dan bros dagu yang dijual secara ecer maupun grosir. Omzet per bulan rata-rata berada di angka Rp25 juta ke atas, dan dapat meningkat hingga Rp50 juta pada musim ramai seperti Lebaran dan akhir tahun.
Perkembangan pesat Mahacinta Jewelry juga didorong oleh dukungan dari Pertamina melalui Rumah BUMN Pekanbaru. Cinta mengaku bahwa berbagai pelatihan gratis seperti kelas keuangan, marketing, pajak, hingga pembuatan katalog sangat membantu.
“Pertamina membantu banyak sekali. Kami diajak ikut event seperti SMEXPO, GEN UMKM, dan Trade Expo Indonesia. Dari situ relasi dan omzet meningkat,” ceritanya. Brand ini juga merupakan binaan Bank Indonesia melalui program Begadaya.
Ke depannya, Mahacinta Jewelry berharap dapat memiliki studio besar yang berdiri sendiri serta mampu menembus pasar ekspor secara resmi. “Keinginan kami adalah ekspor besar-besaran dan punya rumah produksi seperti Joglo Ayu Tenan. Tapi proses pemberkasan ekspor memang rumit, jadi kami berharap ada orang-orang yang bisa membimbing kami ke sana,” jelas Cinta.
Mahacinta Jewelry merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Brand ini berdiri berkat hobi Marlian Dwi Ratih, founder sekaligus CEO, yang sejak tahun 2010 gemar merangkai kawat menjadi aneka aksesori. Pada 2018 usaha ini resmi dijalankan, lalu mulai terdigitalisasi sejak 2020 melalui Instagram, TikTok, Facebook, hingga website resmi.
Baca juga: Dari Pasuruan ke SMEXPO 2025, Perjalanan Kreasi Zavier dan Produk Rajutannya
“Awalnya ibu hanya membuat untuk mengisi waktu, lalu banyak dibeli teman. Dari situ muncul ide untuk menjadikannya usaha,” ujar Cinta Maharani, Business Development Mahacinta Jewelry di ajang Pertamina SMEXPO 2025, di Mall Bintaro Jaya Xchange II, Tangerang Selatan, Selasa (25/11/2025).
Produk Mahacinta Jewelry menggunakan bahan utama berupa tembaga, batu alam, dan mutiara air tawar maupun mutiara arcus dari berbagai daerah di Riau mulai dari Bengkalis, Dumai, hingga Duri. Semua pengerjaan dilakukan secara handmade menggunakan alat tradisional seperti tang.
“Prosesnya bebas emisi karena tidak memakai mesin. Semua benar-benar buatan tangan,” kata Cinta.
Desain produk brand ini mengikuti minat pasar, terutama selera anak muda yang menyukai aksesori simpel namun elegan. Namun, mereka juga tetap mempertahankan desain klasik yang terinspirasi dari estetika medieval hingga fairy series.
Tidak berhenti di situ, budaya Melayu menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan desain. Bentuk-bentuk seperti Lepabegantung dan Kucur Rebung diadaptasi menjadi ornamen perhiasan yang memiliki nilai artistik sekaligus memperkenalkan budaya lokal.
Salah satu kekuatan Mahacinta Jewelry ada pada sifat unik tiap produknya. Karena bentuk batu alam tidak pernah sama, setiap rangkaian yang dihasilkan memiliki perbedaan kecil yang membuatnya menjadi edisi terbatas. “Itu yang membuat koleksi kami punya nilai luxury dan limited edition. Tidak ada dua batu yang benar-benar identik,” ujarnya.

Koleksi karya Mahacinta Jewelry di SMEXPO 2025. (Sumber foto: Hypeabis.id/Robby Fathan))
Perkembangan usaha ini tidak terlepas dari peran perempuan-perempuan hebat di balik proses produksinya. Saat ini, tim produksi terdiri dari enam orang, sebagian besarnya adalah ibu rumah tangga yang membutuhkan tambahan penghasilan.
“Kami ingin membantu ibu-ibu yang ekonominya pas-pasan, terutama yang harus menghidupi anak sendiri. Dengan bekerja di sini, mereka tetap bisa mengurus keluarga,” ungkap Cinta.
Selain itu, Mahacinta Jewelry juga memberdayakan anak-anak disabilitas dari SLB Serimu Jinan. Mereka diajari teknik dasar merangkai kawat hingga pemasaran sederhana. “Kami membuka kelas gratis. Dari sana kami melihat banyak yang punya minat dan bakat,” tambahnya. Brand ini juga terbuka bagi mahasiswa yang ingin meneliti budaya Melayu, pariwisata, atau UMKM.
Untuk melayani minat masyarakat yang ingin belajar merangkai perhiasan, Mahacinta Jewelry membuka private class sejak tiga tahun terakhir. Kelas ini mencakup materi dasar hingga intermediate seperti teknik menganyam batu agar kokoh dan tahan lama. Pesertanya beragam, mulai dari anak muda hingga ibu-ibu TNI, Polri, dan pegawai bank.
Dalam sebulan, produksi brand ini bisa mencapai 5.000 pieces, terutama untuk produk bestseller seperti bros hijab dan bros dagu yang dijual secara ecer maupun grosir. Omzet per bulan rata-rata berada di angka Rp25 juta ke atas, dan dapat meningkat hingga Rp50 juta pada musim ramai seperti Lebaran dan akhir tahun.
Perkembangan pesat Mahacinta Jewelry juga didorong oleh dukungan dari Pertamina melalui Rumah BUMN Pekanbaru. Cinta mengaku bahwa berbagai pelatihan gratis seperti kelas keuangan, marketing, pajak, hingga pembuatan katalog sangat membantu.
“Pertamina membantu banyak sekali. Kami diajak ikut event seperti SMEXPO, GEN UMKM, dan Trade Expo Indonesia. Dari situ relasi dan omzet meningkat,” ceritanya. Brand ini juga merupakan binaan Bank Indonesia melalui program Begadaya.
Ke depannya, Mahacinta Jewelry berharap dapat memiliki studio besar yang berdiri sendiri serta mampu menembus pasar ekspor secara resmi. “Keinginan kami adalah ekspor besar-besaran dan punya rumah produksi seperti Joglo Ayu Tenan. Tapi proses pemberkasan ekspor memang rumit, jadi kami berharap ada orang-orang yang bisa membimbing kami ke sana,” jelas Cinta.
Mahacinta Jewelry merupakan salah satu mitra binaan Pertamina dan didukung penuh untuk terus berkembang hingga menembus pasar global.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.