Industri MICE Menguat Sepanjang 2025, Permintaan Korporasi Dorong Pemulihan
22 November 2025 |
22:30 WIB
Industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) terus menunjukkan pemulihan signifikan sepanjang 2025. Setelah sempat melemah pada awal tahun akibat pembatasan anggaran pemerintah, sektor ini kembali menggeliat, ditopang meningkatnya permintaan dari korporasi serta tingginya aktivitas event nasional.
Corporate Director of Marketing JHL Collection Kay Tadjoedin menyebut tren pemulihan mulai terasa sejak pertengahan tahun. “Awal tahun kami ikut merasakan perlambatan karena adanya pembatasan pada anggaran meeting pemerintah. Namun memasuki semester kedua, permintaan mulai naik, terutama dari corporate group dan event sosial,” ujarnya.
Baca juga: Geliat Industri MICE Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM Nasional
Menurut Kay, sejumlah properti JHL Collection khususnya Episode Gading Serpong, JHL Solitaire, serta Herlum Hotel & Residence menjadi penyumbang terbesar aktivitas MICE. Episode Gading Serpong memiliki ballroom berkapasitas hingga 400 orang dan sejumlah ruang rapat, sementara JHL Solitaire mengandalkan sky ballroom di rooftop dan enam ruang meeting.
Herlum, yang berada dekat ICE BSD, juga mulai menjadi tujuan group dan corporate event. Bahkan, tingginya permintaan membuat hotel tersebut menambah meeting room baru. “Demand yang datang dari event-event di ICE BSD sangat besar, sehingga kami menyesuaikan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan MICE,” ujar Kay.
Di sisi lain, JSI Resort Bogor juga mencatat pertumbuhan karena banyak digunakan untuk company outing, outbound, dan gathering skala besar. Resort tematik itu memiliki convention hall berkapasitas hingga 2.000 orang.
Merespons dinamika pasar, JHL Collection mengubah pendekatan bisnisnya. Fokus tidak lagi hanya pada sektor pemerintah, tetapi diperluas ke korporasi dan komunitas. “Tahun ini kami memperbesar kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar. Kami ingin memperkuat segmentasi corporate sebagai tulang punggung pertumbuhan MICE,” jelasnya.
Untuk 2026, JHL Collection juga akan menggencarkan kolaborasi dengan kementerian, seiring fokus nasional pada sektor wellness, culinary, dan maritime tourism, tiga segmen yang sejalan dengan positioning sejumlah hotel mereka.
Kay menambahkan, tren MICE berkelanjutan sudah mulai berjalan dan akan diperkuat tahun depan. JHL Collection sedang menargetkan sertifikasi keberlanjutan, termasuk aspek lingkungan, efisiensi energi, carbon footprint, hingga well-being karyawan.
“Implementasi sustainability sudah berjalan, tetapi 2026 kami ingin melakukannya lebih komprehensif, termasuk mengarah ke sertifikasi yang lebih proper,” tuturnya.
Baca juga: Pelaku Usaha Bidik Penjualan Rp30 Triliun Lewat BINA Indonesia Great Sale 2025
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Corporate Director of Marketing JHL Collection Kay Tadjoedin menyebut tren pemulihan mulai terasa sejak pertengahan tahun. “Awal tahun kami ikut merasakan perlambatan karena adanya pembatasan pada anggaran meeting pemerintah. Namun memasuki semester kedua, permintaan mulai naik, terutama dari corporate group dan event sosial,” ujarnya.
Baca juga: Geliat Industri MICE Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM Nasional
Menurut Kay, sejumlah properti JHL Collection khususnya Episode Gading Serpong, JHL Solitaire, serta Herlum Hotel & Residence menjadi penyumbang terbesar aktivitas MICE. Episode Gading Serpong memiliki ballroom berkapasitas hingga 400 orang dan sejumlah ruang rapat, sementara JHL Solitaire mengandalkan sky ballroom di rooftop dan enam ruang meeting.
Herlum, yang berada dekat ICE BSD, juga mulai menjadi tujuan group dan corporate event. Bahkan, tingginya permintaan membuat hotel tersebut menambah meeting room baru. “Demand yang datang dari event-event di ICE BSD sangat besar, sehingga kami menyesuaikan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan MICE,” ujar Kay.
Di sisi lain, JSI Resort Bogor juga mencatat pertumbuhan karena banyak digunakan untuk company outing, outbound, dan gathering skala besar. Resort tematik itu memiliki convention hall berkapasitas hingga 2.000 orang.
Merespons dinamika pasar, JHL Collection mengubah pendekatan bisnisnya. Fokus tidak lagi hanya pada sektor pemerintah, tetapi diperluas ke korporasi dan komunitas. “Tahun ini kami memperbesar kerja sama dengan sejumlah perusahaan besar. Kami ingin memperkuat segmentasi corporate sebagai tulang punggung pertumbuhan MICE,” jelasnya.
Untuk 2026, JHL Collection juga akan menggencarkan kolaborasi dengan kementerian, seiring fokus nasional pada sektor wellness, culinary, dan maritime tourism, tiga segmen yang sejalan dengan positioning sejumlah hotel mereka.
Kay menambahkan, tren MICE berkelanjutan sudah mulai berjalan dan akan diperkuat tahun depan. JHL Collection sedang menargetkan sertifikasi keberlanjutan, termasuk aspek lingkungan, efisiensi energi, carbon footprint, hingga well-being karyawan.
“Implementasi sustainability sudah berjalan, tetapi 2026 kami ingin melakukannya lebih komprehensif, termasuk mengarah ke sertifikasi yang lebih proper,” tuturnya.
Baca juga: Pelaku Usaha Bidik Penjualan Rp30 Triliun Lewat BINA Indonesia Great Sale 2025
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.