Pelaku Usaha Bidik Penjualan Rp30 Triliun Lewat BINA Indonesia Great Sale 2025
22 November 2025 |
22:00 WIB
Menjelang akhir 2025, pelaku industri ritel memasuki salah satu periode paling krusial dalam setahun. Puncak belanja jelang Natal dan Tahun Baru menjadi momentum penting untuk mengejar target penjualan sekaligus menjaga kinerja sektor ritel yang banyak bergantung pada dorongan konsumsi domestik pada kuartal terakhir.
Melalui kampanye belanja BINA Indonesia Great Sale 2025 yang berlangsung selama 2 pekan sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, pemerintah dan pelaku usaha optimistis bisa mengejar target transaksi hingga Rp30 triliun.
Kampanye ini melibatkan lebih dari 380 perusahaan, 80.000 gerai, 800 merek, dan didukung oleh lebih dari 400 mal yang tersebar di 24 provinsi.
Baca juga: BINA Indonesia Great Sale 2025, Katalis Penguatan Ekonomi dan Wisata Belanja
Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, menyatakan bahwa pelaku ritel telah menyiapkan rangkaian promo besar-besaran untuk menarik minat konsumen. Selain diskon ritel yang mencapai 20–80%, tahun ini terdapat insentif khusus bagi wisatawan mancanegara yaitu tambahan diskon 11% cukup dengan menunjukkan paspor.
“Kami berharap kampanye ini menjadi daya tarik wisata belanja sehingga Indonesia kembali menjadi destinasi pilihan wisatawan,” ujar Budihardjo.
Menurutnya, tambahan diskon 11% tersebut membuat Indonesia lebih kompetitif di pasar wisata belanja, mengingat negara-negara lain sudah lebih dahulu memanfaatkan insentif pajak untuk menarik wisman berbelanja.
Di sisi lain, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memastikan bahwa pusat perbelanjaan menjadi ujung tombak agar target penjualan dapat tercapai. Ketika ritel memberikan promo, mal bertugas menghadirkan aktivitas yang membuat pengunjung ingin datang dan berbelanja.
Sementara itu, Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menegaskan pentingnya koordinasi agar seluruh pusat perbelanjaan bergerak serentak. “Natal dan Tahun Baru adalah puncak kedua penjualan ritel setelah Ramadan dan Idulfitri. Dengan koordinasi yang kuat, kami ingin memastikan kinerja ritel bisa maksimal untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Alphonzus.
APPBI menilai bahwa sinergi ritel dan pusat perbelanjaan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pencapaian target Rp30 triliun. Karena itu, seluruh mal diarahkan untuk menggabungkan program promosi mereka dalam satu payung kampanye BINA Indonesia Great Sale 2025.
Pelaku usaha menilai target Rp30 triliun bukan sekadar angka ambisius, melainkan sinyal penting untuk memperkuat struktur konsumsi nasional. Sepanjang 2025, daya beli masyarakat sempat tertekan di beberapa bulan, sehingga akhir tahun menjadi kesempatan untuk menutup kinerja dengan lebih solid.
BINA Indonesia Great Sale 2025 juga diharapkan menarik wisatawan mancanegara yang selama ini memiliki kontribusi belanja mencapai 11,4 persen dari total pengeluaran mereka di Indonesia. Jika wisman memperpanjang masa tinggal dan menambah belanja, dampaknya akan langsung terasa pada sektor ritel dan perekonomian daerah.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Melalui kampanye belanja BINA Indonesia Great Sale 2025 yang berlangsung selama 2 pekan sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, pemerintah dan pelaku usaha optimistis bisa mengejar target transaksi hingga Rp30 triliun.
Kampanye ini melibatkan lebih dari 380 perusahaan, 80.000 gerai, 800 merek, dan didukung oleh lebih dari 400 mal yang tersebar di 24 provinsi.
Baca juga: BINA Indonesia Great Sale 2025, Katalis Penguatan Ekonomi dan Wisata Belanja
Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah, menyatakan bahwa pelaku ritel telah menyiapkan rangkaian promo besar-besaran untuk menarik minat konsumen. Selain diskon ritel yang mencapai 20–80%, tahun ini terdapat insentif khusus bagi wisatawan mancanegara yaitu tambahan diskon 11% cukup dengan menunjukkan paspor.
“Kami berharap kampanye ini menjadi daya tarik wisata belanja sehingga Indonesia kembali menjadi destinasi pilihan wisatawan,” ujar Budihardjo.
Menurutnya, tambahan diskon 11% tersebut membuat Indonesia lebih kompetitif di pasar wisata belanja, mengingat negara-negara lain sudah lebih dahulu memanfaatkan insentif pajak untuk menarik wisman berbelanja.
Di sisi lain, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memastikan bahwa pusat perbelanjaan menjadi ujung tombak agar target penjualan dapat tercapai. Ketika ritel memberikan promo, mal bertugas menghadirkan aktivitas yang membuat pengunjung ingin datang dan berbelanja.
Sementara itu, Ketua Umum APPBI, Alphonzus Widjaja, menegaskan pentingnya koordinasi agar seluruh pusat perbelanjaan bergerak serentak. “Natal dan Tahun Baru adalah puncak kedua penjualan ritel setelah Ramadan dan Idulfitri. Dengan koordinasi yang kuat, kami ingin memastikan kinerja ritel bisa maksimal untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Alphonzus.
APPBI menilai bahwa sinergi ritel dan pusat perbelanjaan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pencapaian target Rp30 triliun. Karena itu, seluruh mal diarahkan untuk menggabungkan program promosi mereka dalam satu payung kampanye BINA Indonesia Great Sale 2025.
Pelaku usaha menilai target Rp30 triliun bukan sekadar angka ambisius, melainkan sinyal penting untuk memperkuat struktur konsumsi nasional. Sepanjang 2025, daya beli masyarakat sempat tertekan di beberapa bulan, sehingga akhir tahun menjadi kesempatan untuk menutup kinerja dengan lebih solid.
BINA Indonesia Great Sale 2025 juga diharapkan menarik wisatawan mancanegara yang selama ini memiliki kontribusi belanja mencapai 11,4 persen dari total pengeluaran mereka di Indonesia. Jika wisman memperpanjang masa tinggal dan menambah belanja, dampaknya akan langsung terasa pada sektor ritel dan perekonomian daerah.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.