Illustrasi laki laki sedang bekerja di rumah (sumber: freepik)

Night Owls vs Early Birds. Siapa yang Sebenarnya Lebih Unggul Menurut Sains

20 November 2025   |   17:44 WIB
Image
Bianca Wanda Zakia Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Perdebatan soal lebih baik menjadi orang yang aktif di malam hari atau di pagi hari kembali ramai dibahas, setelah sejumlah penelitian terbaru menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara keduanya. Banyak orang terbiasa bekerja atau belajar pada jam yang menurut mereka paling nyaman.

Ada yang merasa paling fokus setelah matahari terbit, tetapi ada juga yang baru benar benar hidup ketika malam mulai tenang. Melansir dari laporan Times of India, perbedaan tersebut bukan sekadar preferensi, tetapi terkait erat dengan kondisi biologis alami manusia yang disebut chronotype.

Baca juga: 8 Aktivitas Pagi yang Bermanfaat Meningkatkan Produktivitas

Di Indonesia, isu mengenai pola tidur sering muncul karena banyak pekerja hingga mahasiswa yang cenderung memilih begadang demi menyelesaikan tugas atau pekerjaan. Budaya kerja yang menuntut produktivitas tinggi pun sering membuat masyarakat merasa wajib bangun pagi supaya dianggap disiplin.

Namun penelitian menunjukkan bahwa tidak semua orang cocok dengan satu pola yang sama. Tubuh memiliki ritmenya sendiri. Mereka yang aktif di malam hari sering kali dianggap malas karena bangun lebih siang, padahal ritme biologis mereka memang berbeda sejak lahir.Temuan yang dilaporkan Times of India menunjukkan bahwa kelompok malam memiliki keunggulan tertentu yang tidak dimiliki kelompok pagi.

Melansir studi dari Imperial College London yang dikutip Times of India, individu dengan chronotype malam cenderung mencetak skor lebih tinggi dalam kemampuan kognitif seperti memori, penalaran, dan kecepatan dalam memproses informasi. Mereka bekerja lebih optimal ketika suasana tidak lagi ramai, pikiran terasa lebih jernih, dan gangguan lingkungan semakin sedikit.

Penelitian ini juga menemukan bahwa orang orang yang berada di tengah tengah, yaitu tidak terlalu pagi dan tidak terlalu malam, menunjukkan performa kognitif yang cukup baik. Sementara itu, kelompok yang sangat pagi justru memiliki performa kognitif lebih rendah dibanding dua kelompok lainnya.

Walaupun demikian, keunggulan kognitif tipe malam tidak datang tanpa risiko. Melansir laporan yang sama, kelompok ini cenderung memiliki potensi masalah kesehatan jangka panjang. Beberapa risiko tersebut mencakup tingginya indeks massa tubuh, peningkatan gula darah, gangguan metabolisme, dan risiko penyakit jantung.

Bahkan terdapat temuan bahwa kelompok malam memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibanding kelompok yang bangun pagi. Hal ini terjadi karena ritme biologis mereka sering kali tidak sejalan dengan tuntutan sosial. Mereka harus bangun lebih awal untuk bekerja atau belajar, sehingga waktu tidur berkurang dan kualitas tidur menurun.

Sebaliknya, early birds atau kelompok pagi memiliki kondisi kesehatan yang lebih stabil. Level kolesterol, gula darah, dan lemak tubuh mereka cenderung berada pada kisaran yang lebih sehat. Mereka juga jarang mengalami gangguan tidur karena ritme biologis mereka sudah sesuai dengan jam kerja umum. Namun secara kognitif, performa mereka dalam tes yang melibatkan penyelesaian masalah atau pemrosesan informasi cepat tidak sekuat kelompok malam.

Perbedaan ini menghadirkan dilema menarik. Apakah lebih baik memiliki kemampuan kognitif yang kuat tetapi dengan risiko kesehatan lebih besar, atau memiliki kesehatan fisik yang lebih stabil meski kemampuan kognitif tidak sekuat kelompok malam.

Para peneliti menyarankan agar setiap orang menyesuaikan gaya hidup dengan ritme alaminya. Penyesuaian seperti mengatur jadwal makan, tidur, dan aktivitas sesuai jam biologis dapat membantu mengoptimalkan performa tubuh sekaligus melindungi kesehatan dalam jangka panjang.

Nah, bagi masyarakat Indonesia yang hidup dengan jadwal kerja dan pendidikan yang cenderung seragam, hasil penelitian ini bisa menjadi bahan refleksi.

Tidak semua orang produktif pada jam yang sama. Ada yang mampu menghasilkan ide terbaik ketika malam, sementara lainnya merasa paling fokus ketika pagi. Yang paling penting adalah menemukan pola yang dapat menjaga produktivitas tanpa mengorbankan kesehatan. Ritme tidur bukan hanya soal kebiasaan, tetapi bagian dari identitas biologis seseorang.

Kesimpulannya, night owls dan early birds memiliki keunggulan masing masing. Kunci utamanya terletak pada keseimbangan. Produktivitas tanpa kesehatan tidak akan bertahan lama. Sebaliknya, kesehatan tanpa kemampuan untuk memanfaatkan produktivitas pribadi juga akan terasa kurang maksimal.

Memahami ritme tubuh sendiri mungkin menjadi langkah paling sederhana namun paling penting untuk menjalani hidup yang lebih stabil dan produktif.

Baca juga:  5 Rutinitas Malam yang Bikin Tidur Lebih Berkualitas Tanpa Scroll TikTok

SEBELUMNYA

Jennifer Lawrence Anggun dengan Gaun Dior Putih Khusus di Red Carpet

BERIKUTNYA

Ini Rekomendasi Makanan Tepat Saat Flu, Cara Cepat Pulihkan Tubuh Secara Alami

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga