Badlands Rebut Rekor Pembukaan Predator, Tembus Box Office US$40 Juta
11 November 2025 |
11:00 WIB
Setelah lama meredup, franchise Predator kembali mencuri perhatian. Film terbaru Dan Trachtenberg, Predator: Badlands, meraih pendapatan pembukaan domestik US$40 juta, tertinggi dalam sejarah 38 tahun waralaba 20th Century Studios, melampaui rekor Alien vs. Predator (2004) yang sebelumnya mencapai US$38,2 juta.
Performa Predator: Badlands mencolok karena menunjukkan kenaikan penonton sepanjang akhir pekan—tren yang jarang muncul belakangan ini. Setelah meraih US$15,6 juta pada hari pertama, pendapatannya hanya turun sekitar 10% pada Sabtu (8/11/2025), dengan tambahan US$14 juta. Kenaikan jumlah penonton usia di bawah 17 tahun dari 6% menjadi 11% juga menunjukkan bahwa film ini berhasil menarik audiens yang lebih beragam.
Baca juga: Film Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc Lanjutkan Kejayaan Anime di Box Office Dunia
Film ini juga mencatat kontribusi besar dari format 3D, yang menyumbang 17 persen dari total pendapatan akhir pekan. Dengan momentum libur Hari Veteran dan pelajar yang sedang libur sekolah, Badlands diperkirakan akan terus kuat di bioskop.
Bagi Elle Fanning, pemeran utama Predator: Badlands, film ini menjadi pembukaan domestik terbaik kedua dalam kariernya setelah Maleficent (2014). Kinerjanya bahkan melampaui Maleficent: Mistress of Evil (2019), membuktikan bahwa Fanning kini mampu menarik perhatian penonton di genre yang lebih keras dan gelap.
Kesuksesan Predator: Badlands menjadi buah keberanian 20th Century Studios dan Trachtenberg. Setelah Prey (2022) yang dirilis eksklusif di Hulu dan menuai pujian kritikus dengan skor 94% di Rotten Tomatoes, Trachtenberg mengusulkan dua ide berani: sebuah film antologi animasi berjudul Predator: Killer of Killers, dan sebuah film orisinal berlatar dunia Predator, Badlands.
Killer of Killers lebih dulu tayang di Hulu pada Juni 2025 dengan skor 95% Rotten Tomatoes, memperkuat posisi Trachtenberg sebagai sutradara yang mampu menghidupkan ulang waralaba lama dengan perspektif baru. Setelah itu, Badlands mulai dikembangkan pada akhir 2023 dan menjalani produksi di Selandia Baru pertengahan 2024.
Promosi Badlands pun tidak kalah agresif. Trailer perdananya diluncurkan di CinemaCon dan langsung mencetak 67 juta penayangan dalam 24 jam, melampaui Jurassic World Dominion dan Alien: Romulus. Kampanye digitalnya menyasar komunitas penggemar genre melalui IGN, Fandom, Bloody Disgusting, hingga Rotten Tomatoes, disertai kolaborasi unik dengan ESPN’s Sports Center, yang menampilkan spot khusus bertajuk “Going Up” dengan Predator sebagai tamu lift.
Dengan kombinasi nostalgia, inovasi, dan pemasaran cerdas, Predator: Badlands bukan hanya menandai kebangkitan waralaba legendaris ini—tetapi juga membuktikan bahwa predator sejati tahu cara bertahan hidup di medan box office modern.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Performa Predator: Badlands mencolok karena menunjukkan kenaikan penonton sepanjang akhir pekan—tren yang jarang muncul belakangan ini. Setelah meraih US$15,6 juta pada hari pertama, pendapatannya hanya turun sekitar 10% pada Sabtu (8/11/2025), dengan tambahan US$14 juta. Kenaikan jumlah penonton usia di bawah 17 tahun dari 6% menjadi 11% juga menunjukkan bahwa film ini berhasil menarik audiens yang lebih beragam.
Baca juga: Film Chainsaw Man – The Movie: Reze Arc Lanjutkan Kejayaan Anime di Box Office Dunia
Film ini juga mencatat kontribusi besar dari format 3D, yang menyumbang 17 persen dari total pendapatan akhir pekan. Dengan momentum libur Hari Veteran dan pelajar yang sedang libur sekolah, Badlands diperkirakan akan terus kuat di bioskop.
Bagi Elle Fanning, pemeran utama Predator: Badlands, film ini menjadi pembukaan domestik terbaik kedua dalam kariernya setelah Maleficent (2014). Kinerjanya bahkan melampaui Maleficent: Mistress of Evil (2019), membuktikan bahwa Fanning kini mampu menarik perhatian penonton di genre yang lebih keras dan gelap.
Kesuksesan Predator: Badlands menjadi buah keberanian 20th Century Studios dan Trachtenberg. Setelah Prey (2022) yang dirilis eksklusif di Hulu dan menuai pujian kritikus dengan skor 94% di Rotten Tomatoes, Trachtenberg mengusulkan dua ide berani: sebuah film antologi animasi berjudul Predator: Killer of Killers, dan sebuah film orisinal berlatar dunia Predator, Badlands.
Killer of Killers lebih dulu tayang di Hulu pada Juni 2025 dengan skor 95% Rotten Tomatoes, memperkuat posisi Trachtenberg sebagai sutradara yang mampu menghidupkan ulang waralaba lama dengan perspektif baru. Setelah itu, Badlands mulai dikembangkan pada akhir 2023 dan menjalani produksi di Selandia Baru pertengahan 2024.
Promosi Badlands pun tidak kalah agresif. Trailer perdananya diluncurkan di CinemaCon dan langsung mencetak 67 juta penayangan dalam 24 jam, melampaui Jurassic World Dominion dan Alien: Romulus. Kampanye digitalnya menyasar komunitas penggemar genre melalui IGN, Fandom, Bloody Disgusting, hingga Rotten Tomatoes, disertai kolaborasi unik dengan ESPN’s Sports Center, yang menampilkan spot khusus bertajuk “Going Up” dengan Predator sebagai tamu lift.
Dengan kombinasi nostalgia, inovasi, dan pemasaran cerdas, Predator: Badlands bukan hanya menandai kebangkitan waralaba legendaris ini—tetapi juga membuktikan bahwa predator sejati tahu cara bertahan hidup di medan box office modern.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.