Bilal Indrajaya di Jazz Goes to Campus, Minggu (9/11/2025). (Sumber foto: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)

Bilal Indrajaya Hangatkan Sore Jazz Goes to Campus 2025

09 November 2025   |   16:05 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Penyanyi Bilal Indrajaya berhasil memikat ratusan penonton saat tampil dalam Jazz Goes to Campus (JGTC) di panggung Oppo Stage, Universitas Indonesia, Depok, Minggu (9/11/2025) sore. Dalam penampilannya kali ini, Bilal tak sendiri.

Memasuki pukul 15.00 WIB, musisi asal Jakarta itu terus menarik minat pengunjung untuk menikmati alunan jazz. Mereka berbondong-bondong memasuki venue, baik secara rombongan maupun sendiri, setelah sebelumnya menyaksikan aksi dari komunitas jazz Universitas Indonesia.

Baca juga: Dua Empat Siapkan Penampilan Spesial di Jazz Goes to Campus 2025

Mengenakan kaus lengan pendek, penyanyi berusia 29 tahun itu tampil bersama formasi band lengkap. Diiringi lima musisi, Bilal membuka dengan lagu Saujana yang kental akan nuansa indie pop. Tanpa jeda, nomor tersebut langsung dilanjutkan dengan tembang Irma.

“Selamat sore semuanya! Yang di belakang suaranya terdengar? Pasti ada yang tahu judul lagu ini apa. Ada yang tahu?” teriaknya kepada penonton sebelum melantunkan lagu Nelangsa Pasar Turi, yang sontak disambut tepuk tangan para penggemar.

Suara khas bariton Bilal, lengkingan gitar listrik, dan gebukan drum yang berdentang sejenak membuat penonton menikmati suasana sore yang cukup panas. Terlebih saat salah satu tembang populernya, Mustahil, dinyanyikan, membuat penonton terkesima dengan atmosfer yang dibangun sepanjang pertunjukan.

Setelah menyanyikan beberapa tembang hitsnya, Bilal kembali menyapa penonton dan menceritakan secara singkat latar belakang salah satu karyanya yang akan dimainkan, yakni Kaus Kaki Merah. “Lagu ini saya persembahkan untuk salah satu sahabat saya, Ade Paloh, yang kini sudah tiada,” katanya.

Tak menunggu lama, Bilal juga membawakan Mustahil yang dirilis pada 2023. Dari sinilah kemudian mengalun musik jazz yang ritmis dan terkesan mewah, dengan nada-nada yang menggugah. Tanpa disadari, pengunjung pun ikut menggerakkan tubuh mereka sembari duduk menikmati aksi panggung lelaki berkacamata itu.

Arkian, Bilal mengenalkan para personel yang mengiringinya. Tak hanya itu, dengan antusias dia juga menyapa penonton yang baru datang memasuki arena panggung, dan sesekali melontarkan guyon kepada merek, termasuk menanyakan apakah ada di antara mereka yang baru pertama kali menyaksikan aksinya.
 

Bilal Indrajaya di Jazz Goes to Campus, Minggu (9/11/2025). (Sumber foto: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)

Bilal Indrajaya di Jazz Goes to Campus, Minggu (9/11/2025). (Sumber foto: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)


“Ada sebuah lagu yang menjadi title track dari album pertama saya, dan ditulis di Surabaya. Lagu ini jarang saya nyanyikan. Bagi yang tahu, mari kita nyanyi bareng. Yang nggak tahu, pura-pura tahu saja. Lagu ini judulnya Purnama,” ujarnya.

Berdurasi sekitar 40 menit, Bilal menutup penampilannya dengan tembang paling populer, Niscaya. Melihat binar mata pengunjung yang hangat dan senyum semringah dari mereka sebelum keluar dari hall, sepertinya Bilal berhasil memberi memori yang berkesan untuk dikenang—setidaknya hingga perhelatan Jazz Goes to Campus digelar lagi tahun depan.

Bilal Indrajaya adalah salah satu penyanyi solo Tanah Air yang populer dengan single Biar dan Ruang Kecil. Sebelum menjadi solois, musisi ini mengawali kariernya sebagai gitaris band Rhym.

Setelah merilis Biar, dia meluncurkan single Ruang Kecil, yang bercerita tentang kerinduan. Lagu ini ditulis secara spontan dan masih kental dengan nuansa british rock dekade 1960-an serta warna musik Indonesia awal 2000-an.

Dengan keberhasilannya merilis karya-karya melankolis, Bilal terdorong untuk menghasilkan lagu yang lebih luas diterima pendengar. Di penghujung 2019, dia merilis EP perdananya bertajuk Purnama.

Selain Bilal Indrajaya, JGTC juga dimeriahkan oleh Barry Likumahuwa and The Rhythm Service yang berkolaborasi dengan Indra Dauna dan Rega Dauna untuk mempersembahkan Tribute to Stevie Wonder. Kemudian, Galaxy Big Band tampil bersama Alonzo Brata membawakan karya-karya Frank Sinatra.

Penampilan spesial lainnya juga datang dari musisi jazz Chandra Darusman bersama Nikita Dompas & Detik Waktu Quartet, featuring Ardhito Pramono, Bilal Indrajaya, dan Monita Tahalea, dalam persembahan Detik Waktu #2: Perjalanan Karya Cipta Chandra Darusman.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Pagelaran Perayaan Kebangsaan “Satoe Indonesia” Pukau Penonton di Taman Ismail Marzuki

BERIKUTNYA

Dari Hutan Depok, Lomba Sihir Menyulap Sore Jadi Panggung Magis

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga