Miss Meksiko Fátima Bosch. (Sumber foto: Instagram/fatimaboschfdz)

Puluhan Peserta Miss Universe 2025 Walkout Bela Miss Meksiko di Thailand

07 November 2025   |   09:00 WIB
Image
Nirmala Aninda Manajer Konten Hypeabis.id

Kontroversi terjadi pada pelaksanaan Miss Universe ke-74 di Bangkok, Thailand, setelah puluhan peserta melakukan aksi walkout sebagai bentuk solidaritas kepada Miss Meksiko, Fátima Bosch. Insiden ini bermula dari sebuah sesi pengarahan peserta yang disiarkan langsung melalui akun Facebook Miss Thailand.

Dalam sesi tersebut, Direktur Miss Universe Thailand, Nawat Itsaragrisil, menyampaikan instruksi terkait kewajiban peserta untuk mempromosikan Thailand sebagai negara tuan rumah melalui media sosial. Ia lalu menyoroti Bosch yang disebut menolak berpartisipasi dalam sesi pemotretan grup untuk kebutuhan promosi.

Baca juga: Organisasi Miss Universe diakuisisi Konglomerat Media Asal Thailand

Dalam rekaman yang beredar, Nawat menyatakan bahwa Bosch cenderung mengikuti arahan direktur nasionalnya di Meksiko dan menilai hal tersebut sebagai bentuk ketidakpatuhan. Ia terdengar mengatakan bahwa jika Bosch lebih memilih mengikuti arahan organisasi asalnya daripada tim lokal Thailand, maka ia adalah “bodoh”.

Ketika Bosch berupaya merespons, Nawat memotong pembicaraannya dan menyatakan bahwa ia tidak mendengar Bosch meminta izin untuk berbicara. Bosch menyampaikan bahwa ia memiliki suara sendiri dan merasa tidak dihormati sebagai perempuan dalam situasi tersebut.
 

Ketegangan meningkat ketika Nawat memanggil petugas keamanan. Pada momen itu, sejumlah peserta berdiri dan meninggalkan ruangan sebagai aksi solidaritas, termasuk Victoria Kjær Theilvig dari Denmark yang merupakan Miss Universe 2024, bersama perwakilan dari Armenia, Bahama, Belize, Bolivia, Bulgaria, Kanada, Kosta Rika, Denmark, Iran, Palestina, Panama, Puerto Riko, dan Spanyol.

Aksi ini terekam dalam video yang kemudian menyebar luas di media sosial. Bosch, dalam pernyataan yang ia unggah usai kejadian, menegaskan bahwa ia datang bukan hanya untuk mengikuti rangkaian penampilan, tetapi membawa misi sosial. Ia mengatakan tidak ingin diperlakukan hanya sebagai figur yang didandani dan diarahkan tanpa memiliki pendapat.

Sejumlah media internasional juga menyoroti rekam jejak Nawat dalam beberapa insiden sebelumnya. Pada 2016, ia dikabarkan meminta Miss Islandia Arna Ýr Jónsdóttir untuk membatasi makan dan hanya mengonsumsi salad. Pada Mei 2025, ia diberitakan memberikan komentar bernada body-shaming kepada pemenang Miss Grand International Rachel Gupta. Catatan masa lalu ini memperkuat kritik mengenai cara komunikasinya terhadap peserta kontes.
 

Organisasi Miss Universe kemudian merilis pernyataan resmi melalui presidennya, Raúl Rocha Cantú, pada Rabu (5/11/2025). Ia menyampaikan bahwa tindakan mempermalukan peserta di depan umum dan pemanggilan keamanan untuk mengintimidasi tidak sesuai dengan nilai yang dipegang Miss Universe.

Cantú menyatakan bahwa peran Nawat dalam penyelenggaraan akan dikurangi dan langkah hukum atau korporat sedang dipertimbangkan. Nawat kemudian menyampaikan permintaan maaf untuk pihak-pihak yang merasa tersinggung atau dirugikan, dan menyebut dirinya berada di bawah tekanan tinggi selama persiapan acara.

Meski terjadi polemik, rangkaian kegiatan Miss Universe tetap berlanjut di Bangkok. Para peserta kembali mengikuti agenda resmi keesokan harinya, sementara acara penobatan dijadwalkan tetap berlangsung pada 21 November.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Singapura Manfaatkan Film sebagai Sarana Promosi Pariwisata

BERIKUTNYA

Bukan Sekadar Tren Lompat Kerja, Office Frog Tunjukkan Perubahan Nilai dalam Dunia Profesional

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga