Cast dan tim produksi Film Pesugihan Sate Gagak (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurrachman)

Ritual Mistis di Balik Pesugihan Sate Gagak, Horor-Komedi dengan Sentuhan Kritik Sosial

07 November 2025   |   08:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Pesugihan Sate Gagak mengajak penonton bertanya: seberapa nekat seseorang saat hidup seret dan peluang mentok? Dalam horor komedi yang tayang 13 November 2025 ini, jawabannya hadir lewat ritual pesugihan dengan menyajikan sate gagak kepada makhluk gaib.

Film ini dibintangi oleh Ardit Erwandha, Yono Bakrie, dan Benidictus Siregar sebagai tiga sahabat—Anto, Dimas, dan Indra—yang tengah terdesak kondisi hidup dan nekat melakukan ritual pesugihan dengan cara menjual sate gagak kepada makhluk gaib demi memperoleh kekayaan instan. Kehadiran Nunung sebagai calon ibu mertua Anto yang galak sekaligus kocak menambah warna komedi yang kontras dengan tensi horornya.

Alih-alih mendapatkan kemudahan, keputusan mereka justru membuka pintu menuju rangkaian kejadian aneh: dari situasi mistis yang bikin merinding hingga kekacauan absurd yang mengundang tawa. Perpaduan antara kepercayaan mistis tradisional dan komedi keseharian inilah yang membuat Pesugihan Sate Gagak menjanjikan pengalaman menonton yang menghibur, mendebarkan, dan tidak biasa.

Baca juga: Lucu & Dekat dengan Masyarakat Jadi Alasan Cerita Pesugihan Sate Gagak Diangkat ke Layar Lebar
 

Sentil Realita Sosial di Balik Komedi Horor

 

Konferensi Pers Film Pesugihan Sate Gagak (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurrachman)

Konferensi Pers Film Pesugihan Sate Gagak (Sumber Foto: Hypeabis.id/Abdurrachman)
 

Pesugihan Sate Gagak tidak hanya menawarkan tawa dan kejutan horor, tetapi juga membawa pesan yang lebih dalam. Di balik adegan lucu dan kemunculan makhluk-makhluk menyeramkan, film ini menyelipkan kritik sosial mengenai realitas ekonomi dan tekanan hidup yang banyak dirasakan masyarakat saat ini.

Produser Aoura Lovenson Chandra mengatakan ide film ini lahir dari kegelisahan terhadap kondisi zaman yang penuh ketidakpastian, di mana berita buruk dan situasi ekonomi yang tidak stabil menjadi sesuatu yang akrab dalam keseharian.

“Cerita ini terasa dekat dengan kita semua. Tapi di ujungnya, film ini tetap membawa pesan positif bahwa kerja keras tidak akan membohongi hasil, dan apa pun yang instan tidak akan berakhir baik,” ujarnya saat konferensi pers yang berlangsung di Epicentrum XXI, Jakarta, pada hari Rabu (5/11/2025).

Aoura juga menyampaikan bahwa film ini telah lebih dulu tayang di Jakarta Film Week serta dalam special screening di Surabaya, keduanya mendapat sambutan positif dari para penonton.

Sementara itu, penulis skenario Nugroho Agung menceritakan bahwa ide Pesugihan Sate Gagak tidak muncul begitu saja. Ia menelusuri sejumlah daerah di kawasan Pantura, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur, dan menemukan bahwa praktik pesugihan seperti ini benar-benar ada dan masih dilakukan sebagian masyarakat yang terjepit keadaan ekonomi.

“Ini bukan sekadar mitos, tapi sesuatu yang memang dilakukan oleh masyarakat yang sudah kepepet secara ekonomi. Film ini ingin menunjukkan bagaimana tekanan hidup bisa membuat orang mengambil jalan instan yang berisiko,” tuturnya.

Menurut Nugroho, inti cerita ini sederhana, tapi dekat, di mana setiap orang bisa saja berada pada titik terendah dalam hidup, namun pilihan untuk mengambil jalan pintas selalu membawa konsekuensi.

Sutradara Etienne Caesar pun menambahkan bahwa film ini tidak hanya bermain di ranah tawa dan ketakutan semata. Ia dan tim berusaha memberikan kedalaman emosional yang relevan bagi penonton dari berbagai latar.

“Ada lapisan-lapisan lain di dalamnya, yakni persahabatan, hubungan anak dan ibu, percintaan, dan persoalan ekonomi. Kami ingin penonton tertawa tapi juga merasa terhubung dengan kisahnya,” ujarnya.

Etienne bahkan mengaku banyak berdiskusi dengan para pemain untuk membangun karakter yang terasa dekat, manusiawi, dan tetap natural bahkan dalam adegan-adegan dramatis yang menuntut ekspresi emosional kuat.

Dengan perpaduan horor, komedi, dan drama kehidupan yang membumi, Pesugihan Sate Gagak diharapkan menjadi tontonan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungkan realita sosial yang kerap tersembunyi di balik cerita-cerita mistis yang kita dengar sehari-hari.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Tampil Memukau, Nancy Ajram Hadirkan Keajaiban Musik Arab di Istora Senayan Jakarta

BERIKUTNYA

Zohran Mamdani, Wajah Baru Politik Kiri yang Mengguncang New York City

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga