Kolaborasi Indofood & Rekosistem di IdeaFest, Sulap Sampah Jadi Produk Kreatif
03 November 2025 |
06:23 WIB
Semangat kolaborasi kembali memenuhi ruang IdeaFest 2025 yang digelar selama tiga hari sejak Jumat, 31 Oktober 2025, di JCC Senayan, Jakarta. Tahun ini, festival kreatif terbesar di Indonesia itu bukan hanya menjadi panggung inspirasi bagi para pelaku industri dan inovator muda, tetapi juga ruang untuk menanamkan kesadaran baru, bahwa kreativitas dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan.
Mengusung tema (Cult)ivate The Culture, IdeaFest mengajak publik untuk menumbuhkan budaya kolaborasi lintas sektor yang lebih inklusif dan berdampak. Salah satu inisiatif yang mencuri perhatian datang dari Indofood melalui konsep interaktif 'House of Flavour'.
Baca juga: Cerita Busana Viral di Balik Film Sore Terungkap di IdeaFest 2025
Baca juga: Cerita Busana Viral di Balik Film Sore Terungkap di IdeaFest 2025
Di area ini, pengunjung diajak bereksperimen dengan ide-ide kreatif seperti membuat tas dari bekas bungkus makanan, bermain dalam berbagai aktivitas tematik, hingga berdiskusi tentang inovasi dan keberlanjutan. Fierman Authar, Head of Consumer Engagement Marketing Indofood, mengatakan bahwa keterlibatan pihaknya di ajang ini merupakan upaya untuk menumbuhkan nilai kolaboratif dan inovatif di kalangan anak muda.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang bisa menginspirasi generasi muda untuk berinovasi, sekaligus menumbuhkan nilai keberlanjutan dan kebersamaan,” ujarnya di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (2/11/2025).
Tak hanya menghidupkan sisi kreatif, Indofood juga memperkuat komitmennya terhadap praktik berkelanjutan dengan menggandeng Rekosistem, startup pengelola sampah, untuk memastikan acara berjalan tanpa meninggalkan jejak negatif bagi lingkungan. Kolaborasi ini menerapkan prinsip ekonomi sirkular, di mana seluruh sampah dari kegiatan akan dikumpulkan, dipilah, dan diolah secara bertanggung jawab.
“Keberlanjutan adalah hal yang harus kita bangun bersama. IdeaFest menjadi momentum baik untuk menumbuhkan budaya pengelolaan sampah yang benar dan bertanggung jawab,” ungkap Head of Corporate Public Relations Indofood Stefanus Indrayana.

Pengelolaan sampah di IdeaFest 2025. (Sumber gambar: Indofood/Rekosistem)
Diketahui, sebanyak 13 titik pengumpulan sampah, satu tempat pembuangan sementara, dan tim kebersihan gabungan disiapkan untuk mengelola limbah selama IdeaFest 2025 berlangsung. Setiap material akan diproses di Rekosistem Waste Hub, memastikan tidak ada sampah yang terbuang sia-sia.
Menurut CEO Rekosistem Ernest C. Layman, kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan berskala besar. “Kami berharap inisiatif seperti ini dapat mendorong masyarakat untuk terbiasa memilah dan mengelola sampah dengan benar, dimulai dari langkah-langkah kecil,” tuturnya.
Lebih dari sekadar pengelolaan teknis, kolaborasi ini juga menghadirkan program edukatif. Lewat workshop upcycle, pengunjung diajak membuat produk kreatif seperti pouch atau iPad sleeve dari kemasan bekas. Tim Rekomentor dari Rekosistem pun hadir berinteraksi langsung, memberikan edukasi ringan tentang pentingnya memilah dan mendaur ulang sampah.
Berdasarkan data pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, IdeaFest menghasilkan lebih dari 700 kilogram sampah, sementara potensi jangkauan edukasi lingkungannya menembus 45.000 pengunjung. Semua proses tercatat secara transparan lewat sistem digital milik Rekosistem.
Kolaborasi Indofood dan Rekosistem di IdeaFest 2025 katanya memperlihatkan arah baru bagi industri kreatif Indonesia. Industri ini dapat menjadi penggerak budaya baru yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.