Ilustrasi pasangan. (Sumber gambar: Freepik)

Kenali 5 Pola Halus Ghosting & Cara Menghindarinya

30 October 2025   |   22:35 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Ghosting kerap terjadi pada sebuah hubungan, terutama yang terjalin pada aplikasi kencan. Istilah ini merujuk pada tindakan seseorang yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar, meninggalkan kebingungan, kecemasan, dan pertanyaan tentang apa yang salah. Bagi yang mengalami, tindakan ini bisa merusak secara emosional dan berdampak terhadap kesehatan mental. 

Violet Lim, CEO dan Co-founder Lunch Actually Group, menerangkan ghosting membuat seseorang kehilangan pemaknaan sebuah akhir yang jelas (closure) dan mulai meragukan nilai dirinya sendiri. Seiring waktu, pengalaman ghosting yang berulang dapat mengikis rasa percaya diri dan membuat seseorang semakin sulit untuk percaya lagi. “Ghosting bukan hanya tidak sopan, tetapi juga menyakitkan secara emosional,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).

Baca juga: Kumpulan Kosakata Relationship Gen Z Viral di Medsos, dari Ghosting hingga Situationship

Dia menerangkan, ghosting jarang terjadi secara tiba-tiba, biasanya berlangsung perlahan melalui perubahan kecil yang mudah diabaikan. Saat keheningan mulai terasa jelas, itulah menjadi tanda awalnya. 

Violet menjabarkan, setidaknya ada lima pola halus namun nyata yang sering muncul sebelum seseorang benar-benar menghilang. Pertama, keheningan yang terasa semakin panjang. 

Di awal, percakapan mengalir lancar. Balasan cepat, pesan terasa hangat, dan ada semangat dari kedua belah pihak. Namun perlahan, ritmenya berubah. Pelaku ghosting mulai membalas lebih lama, dari jam menjadi hari. 

Pesan mereka menjadi pendek dan terkesan datar. Alasan yang biasa muncul ketika pasangannya bertanya mengenai perubahan sikap itu, yakni sibuk. Komunikasi yang dulu terasa alami kini terasa seperti menunggu tanpa kepastian.

Kedua, pelaku ghosting biasanya membuat janji tanpa tindakan nyata. Mereka sering membicarakan rencana untuk bertemu, tetapi tidak pernah benar-benar menepatinya. 

Rencana hanya diutarakan secara samar tanpa waktu yang pasti. Saat Genhype mengusulkan tanggal, mereka mengelak atau mengatakan akan mengcek jadwal terlebih dahulu. Janji-janji kosong ini menurut Violet hanya mempertahankan harapan, padahal niat untuk bertemu sebenarnya sudah hilang.

Ketiga, muncul sebentar, lalu menghilang lagi. Ketika Genhype mulai mempertanyakan ketidakkonsistenan mereka atau menunjukkan keinginan untuk mundur, tiba-tiba mereka muncul lagi dengan antusiasme. Mereka mungkin berkata ingin bertemu atau menanyakan kabar dengan semangat. 

Kendati demikian, semangat itu cepat hilang. Upaya singkat tersebut biasanya hanya untuk mengurangi rasa bersalah atau menjaga pintu tetap terbuka karena Genhype adalah salah satu opsi yang mereka punya, tetapi bukan untuk membangun hubungan yang tulus.

Keempat, perhatian yang bersyarat. Pelaku ghosting biasanya sering kali muncul kembali hanya ketika mereka merasa bosan, kesepian, atau membutuhkan sesuatu. Setelah beberapa hari tanpa kabar, mereka tiba-tiba mengirim pesan manis, emoji, atau pujian, yang kemudian diikuti dengan permintaan atau kepentingan tertentu. 

“Setelah kebutuhan mereka terpenuhi, mereka kembali menghilang. Hubungan pun terasa transaksional, bukan emosional,” tutur Violet.

Kelima, perubahan energi yang terasa jelas. Tanda terakhir mereka yang ingin melakukan ghosting adalah jarak secara emosional yang terasa bahkan lewat teks. 

Pesan yang dulu hangat dan penuh humor kini menjadi kering dan datar. Nada bicara berubah menjadi lebih tegas dan singkat. Mereka tetap aktif di media sosial, tetapi seolah menghilang dari dunia Genhype. Dinding tak kasat mata itu sering kali menjadi tanda terakhir sebelum benar-benar sunyi.

Dari 5 pola ini, Violet menyarankan agar selalu percaya pada intuisi. Ketidakjelasan sering kali adalah bentuk kejelasan itu sendiri. Lantas bagaimana cara menghindari ghosting atau bahkan berhenti menjadi pelakunya? Simak ulasannya berikut ini yuk, Genhype.

1. Jujur sejak awal

Cara paling sederhana untuk mencegah ghosting adalah dengan kejujuran sejak awal. Sampaikan dengan jelas apa yang Genhype cari, apakah hubungan serius, kencan santai, atau sekadar eksplorasi. Ketika kedua pihak memahami ekspektasi masing-masing, akan lebih sedikit kebingungan, sinyal campur aduk, dan luka emosional.

Kejujuran tidak mematikan sebuah hubungan, justru membangun kepercayaan dan memberikan kesempatan bagi kedua belah pihak untuk menyesuaikan sejak awal.


2. Jangan terburu-buru dalam kedekatan emosional

Kencan di era modern seringkali berjalan cepat, pesan instan, curhat larut malam, dan ‘chemistry’ digital bisa membuat kita merasa seolah sudah saling mengenal lama. Namun, hubungan yang tumbuh terlalu cepat sering kali juga cepat pudar. 

Memberi waktu untuk benar-benar mengenal seseorang memungkinkan rasa percaya tumbuh secara alami. Ketika kedekatan emosional berkembang perlahan, kedua pihak memiliki ruang untuk berkomunikasi terbuka, menghormati batasan, dan menyelesaikan kesalahpahaman dengan dewasa.


3. Batasi kuantitas, fokus pada kualitas

Dengan begitu banyak profil dan pasangan potensial di aplikasi kencan, mudah bagi seseorang untuk memperlakukan kencan seperti permainan angka. Namun, terlalu banyak percakapan sekaligus dapat menyebabkan kelelahan emosional dan hubungan yang dangkal. Saat perhatian terbagi, komunikasi menurun dan ghosting menjadi jalan pintas yang mudah.

Oleh karena itu, ,daripada mengejar banyak mungkin, lebih baik berinvestasi pada koneksi yang terasa nyata. Percakapan berkualitas menciptakan kedalaman emosional, dan kedalaman itu mencegah seseorang menghilang begitu saja.


4. Tetap berkomunikasi meski tidak nyaman

Tidak semua hubungan akan berlanjut dan itu tidak masalah. Namun, yang tidak benar adalah menghilang tanpa penjelasan. 

Jika Genhype sudah tidak tertarik atau merasa tidak cocok, sampaikan dengan jujur. Sebuah pesan sederhana dan sopan jauh lebih baik daripada keheningan.

Violet menilai, komunikasi meskipun tidak nyaman, menunjukkan kedewasaan dan empati. Beberapa kata tulus dapat memberi ketenangan bagi seseorang yang dibiarkan bertanya-tanya tanpa jawaban.


5. Tunjukkan sikap bertanggung jawab dalam setiap hubungan.

Di dunia di mana aplikasi kencan memudahkan seseorang untuk menghilang tanpa jejak, sistem perjodohan profesional menawarkan alternatif yang lebih sehat. Setiap pertemuan bisa difasilitasi oleh konsultan nyata yang memverifikasi dan memberikan umpan balik. 

Pilihan ini bisa menjadi alternatif di mana dapat diartikan sebagai sikap yang bertanggung jawab dalam menentukan keseriusan mencari pasangan. Rasa tanggung jawab ini menumbuhkan ketulusan dan rasa hormat. Ketika dua orang bertemu dengan tujuan dan bimbingan yang jelas, ghosting menjadi jarang terjadi,  bahkan tidak perlu.

Baca juga:  Karakteristik Platonic Relationship, Hubungan Pertemanan Rasa Pacaran

SEBELUMNYA

Eksotisme Api Biru dalam Sunyi Subuh Gunung Ijen

BERIKUTNYA

Eksklusif Butet Kartaredjasa: Negeri Ini Sedang Sakit, Pasien Nomor Satunya Hukum

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga