Endah N Rhesa Hangatkan Malam “Suara: Nada Awal” di Museum Kebangkitan Nasional
29 October 2025 |
10:00 WIB
Duo musisi Endah N Rhesa tampil memukau dalam konser bertajuk “Suara: Nada Awal” di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (28/10/2025). Alunan lembut bernuansa jazz dari pasangan ini perlahan mengiringi malam yang syahdu di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat.
Endah, sang vokalis, tampil anggun dalam balutan busana serba putih yang senada dengan nuansa panggung. Sementara Rhesa, sang basis, juga tampil dalam setelan serupa, lengkap dengan topi fedora yang membuat penampilannya tampak jatmika.
Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Museum Kebangkitan Nasional Gelar Konser Suara Nada Awal
“Di sini ada yang sudah pernah menonton kami sebelumnya? Kalau belum, perkenalkan saya Endah, dan di sebelah saya Rhesa. Sudah menikah berapa lama, Hon? Sudah lupa ya. Ini lagu daerah yang kami ambil dari Lampung,” canda Endah sebelum melantunkan “Lipang-Lipang Dang.”
Lalu perlahan dentuman bas dan petikan gitar folk dari Endah merambati udara. Beberapa penonton tampak bertepuk tangan sambil lirih ikut bernyanyi mengikuti lagu cinta tersebut. Suasana pun menghangat dalam nuansa romantis yang pekat.
Menjelang bagian refrain, pasangan itu berimprovisasi dengan suara mulut dan tapping bas dari Rhesa. Yang semula hanya nada-nada gurauan, perlahan berubah menjadi langgam lembut yang menenangkan telinga.
Seiring malam, lagu-lagu populer mereka mengalun satu per satu. “Seluas Harapan” menebarkan semangat optimisme, cinta, dan keyakinan diri dalam menghadapi kehidupan. Aransemen musik yang tenang dan harmonis memperkuat pesan tersebut.
“Saatnya kami pacaran dulu ya,” ujar Endah, sebelum keduanya bermain gitar bersama — Rhesa di senar atas, Endah di bagian bawah — menciptakan harmoni yang terlihat seperti atraksi musikal.
Tak hanya itu, pasangan ini juga mengajak penonton bernyanyi bersama mengikuti nada yang mereka mainkan. Beberapa lirik pun mereka ubah spontan sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda, dua momentum penting yang turut membentuk semangat kebangsaan Indonesia.
Penampilan keduanya semakin terasa kompak ketika membawakan lagu-lagu andalan seperti “Pulang ke Pamulang” dan “Liburan Indie.” Pada lagu “Pulang ke Pamulang,” mereka bahkan mengganti lirik sesuai arah tujuan pulang para penonton, memancing tawa hangat dari hadirin.
“Lagu ini untuk kalian yang masih belum berani menyatakan perasaan pada seseorang yang kalian sayangi. Lebih baik jujur daripada menyesal di kemudian hari,” ujar Endah sebelum menyanyikan lagu ikonik mereka, “When You Love Someone.”
Selama sekitar 45 menit, dari pukul 20.00 hingga 20.45 WIB, Endah N Rhesa menutup penampilan dengan lagu favorit penonton tersebut. Suasana semakin hangat ketika para pengunjung ikut sing along, memanggil nama keduanya di antara alunan nada.
Sebagai informasi, Endah N Rhesa adalah proyek musikal yang memadukan gitar akustik, bas, dan vokal dengan warna musik folk, jazz, blues, dan rock and roll. Duo ini awalnya bertemu di sebuah band sebelum kemudian berkarier bersama dan dikenal luas di industri musik Indonesia.
Selain Endah N Rhesa, konser “Suara: Nada Awal” juga dimeriahkan oleh komunitas mitra Museum Rumah Bersejarah Teras, Wayang Potehi, dan Belantara Budaya Indonesia, serta menampilkan pameran temporer berisi biola asli milik W.R. Soepratman, piringan hitam, dan gramofon berisi rekaman pertama lagu “Indonesia Raya.”
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Endah, sang vokalis, tampil anggun dalam balutan busana serba putih yang senada dengan nuansa panggung. Sementara Rhesa, sang basis, juga tampil dalam setelan serupa, lengkap dengan topi fedora yang membuat penampilannya tampak jatmika.
Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Museum Kebangkitan Nasional Gelar Konser Suara Nada Awal
“Di sini ada yang sudah pernah menonton kami sebelumnya? Kalau belum, perkenalkan saya Endah, dan di sebelah saya Rhesa. Sudah menikah berapa lama, Hon? Sudah lupa ya. Ini lagu daerah yang kami ambil dari Lampung,” canda Endah sebelum melantunkan “Lipang-Lipang Dang.”
Lalu perlahan dentuman bas dan petikan gitar folk dari Endah merambati udara. Beberapa penonton tampak bertepuk tangan sambil lirih ikut bernyanyi mengikuti lagu cinta tersebut. Suasana pun menghangat dalam nuansa romantis yang pekat.
Menjelang bagian refrain, pasangan itu berimprovisasi dengan suara mulut dan tapping bas dari Rhesa. Yang semula hanya nada-nada gurauan, perlahan berubah menjadi langgam lembut yang menenangkan telinga.
Seiring malam, lagu-lagu populer mereka mengalun satu per satu. “Seluas Harapan” menebarkan semangat optimisme, cinta, dan keyakinan diri dalam menghadapi kehidupan. Aransemen musik yang tenang dan harmonis memperkuat pesan tersebut.
“Saatnya kami pacaran dulu ya,” ujar Endah, sebelum keduanya bermain gitar bersama — Rhesa di senar atas, Endah di bagian bawah — menciptakan harmoni yang terlihat seperti atraksi musikal.

Penampilan Endah N Rhesa di konser “Suara: Nada Awal” (Sumber: Hypeabis.id/Abdurachman)
Penampilan keduanya semakin terasa kompak ketika membawakan lagu-lagu andalan seperti “Pulang ke Pamulang” dan “Liburan Indie.” Pada lagu “Pulang ke Pamulang,” mereka bahkan mengganti lirik sesuai arah tujuan pulang para penonton, memancing tawa hangat dari hadirin.
“Lagu ini untuk kalian yang masih belum berani menyatakan perasaan pada seseorang yang kalian sayangi. Lebih baik jujur daripada menyesal di kemudian hari,” ujar Endah sebelum menyanyikan lagu ikonik mereka, “When You Love Someone.”
Selama sekitar 45 menit, dari pukul 20.00 hingga 20.45 WIB, Endah N Rhesa menutup penampilan dengan lagu favorit penonton tersebut. Suasana semakin hangat ketika para pengunjung ikut sing along, memanggil nama keduanya di antara alunan nada.
Sebagai informasi, Endah N Rhesa adalah proyek musikal yang memadukan gitar akustik, bas, dan vokal dengan warna musik folk, jazz, blues, dan rock and roll. Duo ini awalnya bertemu di sebuah band sebelum kemudian berkarier bersama dan dikenal luas di industri musik Indonesia.
Selain Endah N Rhesa, konser “Suara: Nada Awal” juga dimeriahkan oleh komunitas mitra Museum Rumah Bersejarah Teras, Wayang Potehi, dan Belantara Budaya Indonesia, serta menampilkan pameran temporer berisi biola asli milik W.R. Soepratman, piringan hitam, dan gramofon berisi rekaman pertama lagu “Indonesia Raya.”
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.