Evakuasi KA Purwojaya di Stasiun Kedunggedeh Rampung, Jalur Kereta Kembali Normal
26 October 2025 |
10:47 WIB
Proses evakuasi seluruh rangkaian Kereta Api Purwojaya (58F) yang mengalami keluar jalur di km 56+1/2 Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Jawa Barat, telah selesai seluruhnya pada pukul 02.00 WIB. Kedua jalur di lokasi kejadian pun sudah dapat dilalui kembali oleh moda transportasi berbasis rel.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan bahwa dua kereta yang mengalami anjlokan berhasil dievakuasi dan ditempatkan kembali di atas rel. Manajemen mengerahkan dua unit crane dari Bandung dan Cirebon serta satu rangkaian kereta penolong dari Cipinang untuk mendukung percepatan penanganan di lapangan.
“Setelah evakuasi selesai, KAI langsung melakukan perbaikan jalur untuk memastikan keamanan dan keselamatan pelanggan. Pada pukul 05.32 WIB, kedua jalur di lokasi kejadian sudah dapat dilalui kembali,” ujarnya dalam siaran pers pada Minggu, (26/10/2025).
Baca juga: Banyak Turis Asing Naik Kereta Api, Ini Alasannya
KA 134 Argo Parahyangan relasi Gambir–Bandung merupakan kereta api pertama yang melintas di lokasi kejadian. Moda transportasi berbasis rel itu berjalan dengan kecepatan terbatas sebagai bagian dari tahapan normalisasi perjalanan kereta api.
Dia menambahkan, seluruh proses evakuasi dapat diselesaikan dengan cepat dan aman berkat sinergi antara petugas KAI bersama seluruh unsur terkait di lapangan. Dengan begitu, manajemen menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas gabungan yang telah bekerja keras selama proses penanganan berlangsung.
Selain itu, manajemen juga memohon maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak, baik karena keterlambatan maupun pembatalan perjalanan akibat proses evakuasi dan normalisasi jalur.
“Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Seluruh jajaran terus bekerja maksimal agar pola operasi dan ketepatan waktu perjalanan kereta api dapat segera normal kembali dengan mengutamakan keselamatan,” katanya.
Dia menuturkan, terdapat beberapa perjalanan kereta api yang mengalami pembatalan perjalanan dalam rangka normalisasinya. KAI pun memastikan pengembalian bea 100 persen di luar bea pemesanan bagi pelanggan yang terdampak.
Untuk melakukan refund tiket, pelanggan dapat melakukannya di loket stasiun atau menghubungi contact center hingga 7 hari setelah tanggal keberangkatan kereta api dalam tiket. Selain itu, masyarakat juga dapat melalui aplikasi Access by KAI hingga 2 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.
Baca juga: Bosan Menunggu Kereta Datang? Ada Board Game yang Bisa Dimainkan di Stasiun Kereta Api
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Vice President Public Relations KAI Anne Purba mengatakan bahwa dua kereta yang mengalami anjlokan berhasil dievakuasi dan ditempatkan kembali di atas rel. Manajemen mengerahkan dua unit crane dari Bandung dan Cirebon serta satu rangkaian kereta penolong dari Cipinang untuk mendukung percepatan penanganan di lapangan.
“Setelah evakuasi selesai, KAI langsung melakukan perbaikan jalur untuk memastikan keamanan dan keselamatan pelanggan. Pada pukul 05.32 WIB, kedua jalur di lokasi kejadian sudah dapat dilalui kembali,” ujarnya dalam siaran pers pada Minggu, (26/10/2025).
Baca juga: Banyak Turis Asing Naik Kereta Api, Ini Alasannya
KA 134 Argo Parahyangan relasi Gambir–Bandung merupakan kereta api pertama yang melintas di lokasi kejadian. Moda transportasi berbasis rel itu berjalan dengan kecepatan terbatas sebagai bagian dari tahapan normalisasi perjalanan kereta api.
Dia menambahkan, seluruh proses evakuasi dapat diselesaikan dengan cepat dan aman berkat sinergi antara petugas KAI bersama seluruh unsur terkait di lapangan. Dengan begitu, manajemen menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh petugas gabungan yang telah bekerja keras selama proses penanganan berlangsung.
Selain itu, manajemen juga memohon maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak, baik karena keterlambatan maupun pembatalan perjalanan akibat proses evakuasi dan normalisasi jalur.
“Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Seluruh jajaran terus bekerja maksimal agar pola operasi dan ketepatan waktu perjalanan kereta api dapat segera normal kembali dengan mengutamakan keselamatan,” katanya.
Dia menuturkan, terdapat beberapa perjalanan kereta api yang mengalami pembatalan perjalanan dalam rangka normalisasinya. KAI pun memastikan pengembalian bea 100 persen di luar bea pemesanan bagi pelanggan yang terdampak.
Untuk melakukan refund tiket, pelanggan dapat melakukannya di loket stasiun atau menghubungi contact center hingga 7 hari setelah tanggal keberangkatan kereta api dalam tiket. Selain itu, masyarakat juga dapat melalui aplikasi Access by KAI hingga 2 jam sebelum jadwal keberangkatan KA.
Baca juga: Bosan Menunggu Kereta Datang? Ada Board Game yang Bisa Dimainkan di Stasiun Kereta Api
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.