Jakarta Running Festival (Sumber gambar: Dok. JRF)

Ramaikan Jakarta Running Festival 2025, Strava Rilis Temuan Tren & Pola Latihan Pelari

25 October 2025   |   07:52 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Salah satu ajang lari terbesar di Indonesia, Jakarta Running Festival (JRF) 2025 tengah berlangsung pekan ini. Seiring dengan perhelatan tersebut, Strava, aplikasi yang mendukung gaya hidup aktif merilis data terbaru mengenai tren aktivitas masyarakat Indonesia dan pola latihan pelari secara keseluruhan selama periode persiapan menuju ajang ini.

Strava mengumpulkan laporan selama 3 bulan terakhir yang didata dari Juli hingga September 2025.

Laporan ini memberikan gambaran menarik tentang pola latihan para pelari dari berbagai generasi. Adapun temuan ini mencakup perbedaan jarak rata-rata lari, kebiasaan melakukan cross-training, hingga kecenderungan berolahraga dalam kelompok.

Baca Juga: Masih Percaya Olahraga Lari Itu Susah? Ini 4 Mitos yang Harus Genhype Lupakan

Menurut laporan tersebut, masyarakat Indonesia menempuh jarak rata-rata 16 kilometer per minggu. Ketika dibedakan berdasarkan generasi, kelompok Boomer tercatat menempuh jarak terjauh. Mereka bisa menempuh lebih dari 20 kilometer per minggu.

Sementara itu, generasi muda seperti Gen Z mencatat jarak rata-rata 14 kilometer per minggu. Temuan ini menunjukkan adanya variasi motivasi dan gaya latihan antar generasi yang berbeda. Terlihat bahwa  kelompok senior cenderung lebih konsisten dalam menjaga rutinitas lari mereka.

Selain itu, Strava juga menyoroti pentingnya cross-training atau latihan silang untuk mencegah cedera dan meningkatkan performa. Sebanyak 65% pelari di Indonesia melengkapi rutinitas lari mereka dengan olahraga lain.

Aktivitas paling populer adalah berjalan kaki sebagai bentuk pemulihan aktif, diikuti oleh latihan beban, bersepeda, dan berenang. Kegiatan berjalan kaki dinilai mudah dilakukan oleh siapa saja dan bisa menjadi cara efektif untuk menjaga kebugaran tanpa perlu peralatan khusus. Sementara itu, latihan beban semakin diminati karena membantu memperkuat otot dan meningkatkan performa fisik secara keseluruhan.

Di sisi lain, bersepeda dan berenang banyak dipilih oleh mereka yang ingin berolahraga dengan intensitas sedang tapi  tetap menyenangkan. Apalagi, kedua aktivitas ini juga memberi manfaat besar bagi kesehatan jantung dan daya tahan tubuh. 

Menariknya, data menunjukkan perbedaan mencolok antara gender. Hampir tiga dari empat pengguna wanita (74%) melakukan latihan silang secara rutin. Sementara itu, di kalangan pria hanya sekitar 62% saja. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan cenderung lebih memperhatikan keseimbangan antara intensitas latihan dan pemulihan tubuh.

Selain performa individu, aspek sosial juga menjadi bagian penting dari pengalaman berlari. Strava melaporkan adanya peningkatan jumlah Clubs hingga 6 kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Komunitas-komunitas ini menjadi wadah bagi pengguna untuk saling memotivasi, berbagi pencapaian, dan menjadwalkan sesi latihan bersama.

Dalam tiga bulan terakhir, sekitar 33% pelari di Indonesia lebih memilih berlari bersama orang lain dibandingkan sendirian. Gen Z tercatat sebagai generasi yang paling aktif dalam mencatat aktivitas kelompok. Hal ini ikut menegaskan bahwa olahraga kini juga menjadi sarana bersosialisasi dan membangun koneksi.

Baca Juga: 5 Tips Latihan Efektif & Aman Agar Siap Melibas Lintasan Maraton

SEBELUMNYA

Pameran Jalinan Waktu, Ketika Batik dan Kimono Bertemu di Museum Nasional

BERIKUTNYA

Jalan Panjang Sutradara Loeloe Hendra Melahirkan Film Pertama Tale of The Land

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga