Pengunjung melintasi booth informasi Jakarta Film Week 2025 di CGV Cinema Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (22/10/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Himawan L Nugraha)

Jakarta Film Week 2025 Jadi Tonggak Baru Menuju Jakarta Kota Sinema

23 October 2025   |   07:00 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Festival Jakarta Film Week (JFW) kembali digelar pada 22–26 Oktober 2025 dengan mengangkat tajuk Reignite. Pada edisi kelima ini, tajuk tersebut dipilih untuk membawa semangat dan menyalakan kembali percakapan, gairah, serta energi kolektif dalam ekosistem film Indonesia, sekaligus mengangkat Jakarta sebagai kota sinema.

Tahun ini, JFW juga bakal mempertemukan film, penonton, dan para pelaku industri, sembari membuka akses lebih luas bagi lahirnya karya dan gagasan baru dalam sinema. Termasuk menumbuhkan dan memperkuat talenta-talenta muda, sekaligus memperluas jaringan industri.

Baca juga: Jadwal Lengkap Penayangan Jakarta Film Week 22-26 Oktober 2025

Direktur Festival Jakarta Film Week 2025, Rina Damayanti, mengatakan tahun ini menjadi tonggak yang menandai konsistensi dan pertumbuhan festival. Dia mengungkap, JFW telah menjadi wadah lahirnya talenta baru dari berbagai daerah di Indonesia.

Sejak diselenggarakan pada 2021, Jakarta Film Week diklaim juga terus berkembang. Salah satunya jumlah film meningkat hampir 55 persen, negara asal film bertambah, dan kehadiran penonton yang melonjak signifikan, yakni lebih dari 250 persen hingga mencapai 170.000 lebih penonton.

Tahun ini, festival juga memperluas formatnya dengan hadirnya program paralel JFWNET–Industri Program sejak 2023, yang membuka ruang lebih luas untuk kolaborasi industri dan memperkuat posisi Jakarta di kancah internasional.

“Tahun ini kami juga memperkenalkan program baru yang bernama Talent Hub. Ini adalah platform untuk pencipta film yang berkembang dari seluruh Asia, untuk bertukar ide, bereksperimen, dan juga membangun kolaborasi,” katanya saat pembukaan JFW di Jakarta, Rabu (23/10/25).
 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (kiri) dan Festival Director of Jakarta Film Week (JFW) Rina Damayanti membuka Jakarta Film Week 2025 di CGV Cinema Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (kiri) dan Festival Director of Jakarta Film Week (JFW) Rina Damayanti membuka Jakarta Film Week 2025 di CGV Cinema Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (22/10/2025). (sumber gambar: Hypeabis.id/Himawan L Nugraha)


Setali tiga uang, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan menuju Jakarta Kota Sinema pada 2027, Pemprov DKI Jakarta juga ingin memperkuat instrumen pendukung dari berbagai sisi. JFW, paparnya, dapat hadir sebagai festival film internasional yang memberikan napas baru bagi ruang-ruang putar sekaligus memperluas ragam tontonan.

Mantan sutradara sekaligus aktor ini juga menempatkan JFW sebagai bagian penting menjelang akhir perjalanan kariernya sebagai sineas. JFW disebut menandai hubungan emosional antara dirinya dan dunia sinema yang membesarkannya sejak masih berkutat di industri film pada era 1970-an.

Rano menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung visi menjadikan Jakarta sebagai Kota Sinema. Dia menyebut bahwa periode masa kepemimpinan gubernur Pramono Anung dan dirinya sebagai wakil gubernur akan menjadi masa penting untuk memperkuat peran JFW sebagai bagian dari ekosistem kota sinema.

“Pada periode kami, dipastikan Jakarta Film Week akan terus ada setiap tahun. Dan kita akan tingkatkan partisipasinya agar masyarakat tahu bahwa Jakarta memang pantas menjadi kota sinema,” katanya.


Hadirkan Program Seru

Tahun ini, JFW juga menghadirkan program kompetisi, termasuk Global Feature untuk film panjang internasional, Global Short untuk film pendek internasional, Global Animation untuk film animasi, Direction Award untuk film panjang Indonesia, serta Jakarta Film Fund, kompetisi ide cerita yang mendapatkan dana dan pendampingan produksi.

Program Jakarta Film Fund juga akan merilis tiga film pendek karya sutradara muda Jakarta. Pertama, Amelia, Amelia (2025) karya Daphne, produksi Rekata Studio. Kedua, film animasi pendek Duka Cita (2025) karya Fritz Widjaja, produksi Turu Tangi Studio. Ketiga, Salon Gue Aje (2025) karya Tahlia Salima Motik, produksi Illusory Films dan Benteng Air Production.

Di luar kompetisi, festival menampilkan program tematik seperti Emergency Broadcast yang menyuarakan isu-isu aktual di dunia saat ini, Herstory untuk kisah dari atau tentang perempuan, Fantasea dan Classique untuk imajinasi sinema dan karya arsip.

Selain itu, festival juga menghadirkan program kolaborasi, bekerja sama dengan mitra nasional maupun internasional seperti Made in Hong Kong, Postcards from Clermont-Ferrand ISFF, Bioscoop Belanda, Layar Indonesiana, Refleksi 20 Tahun Reza Rahadian, Fun Cican, dan Sekolah VR.
 
 


Manajer Program Jakarta Film Week, Novi Hanabi, mengatakan memasuki tahun kelima, tantangan untuk proses kurasi film semakin besar. Salah satunya terkait perkembangan industri film, yang mana mereka bakal merespons hal tersebut dalam serangkaian program yang saat ini diluncurkan.

“Film animasi, genre, dan film ramah orang tua dan anak menjadi sorotan di tahun ini. Kami berharap JFW juga bisa menjadi festival yang inklusif dan dapat diakses oleh publik secara umum,” katanya.

Jakarta Film Week 2025 akan berlangsung pada 22–26 Oktober 2025 di CGV Grand Indonesia, CGV FX Sudirman, Taman Ismail Marzuki, Hotel Mercure Cikini, dan Galeri Indonesia Kaya. Festival juga menghadirkan pengalaman menonton secara daring melalui platform Vidio.
 

SEBELUMNYA

Jelajah Kuliner di Old Dubai: Daging Domba Hingga Es Krim Populer

BERIKUTNYA

Fakta-fakta Menarik Film 28 Years Later: Bone Temple

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga