Studi Kantar & Samsung Ungkap Setiap Generasi Punya Cara Unik Pakai AI
22 October 2025 |
07:00 WIB
Adopsi artificial intelligence (AI) semakin masif di Indonesia dengan 59 persen orang telah mencoba teknologi ini, menurut studi Kantar. Uniknya, masyarakat dari tiap generasi memiliki cara berbeda-beda dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan tersebut baik untuk bekerja, belajar, hingga berkarya.
Studi Kantar menemukan bahwa 74 persen Gen Z menggunakan AI untuk menjadi lebih kreatif dalam ekspresi diri, kreasi konten, dan personal branding. Di sisi lain, 80 persen Milenial dan Gen X memanfaatkan AI sebagai peran pendukung dalam karier dan produktivitas, mereka lebih mengutamakan kepraktisan yang ditawarkan untuk efisiensi sehari-hari.
Kendati demikian, meskipun setiap generasi memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap AI, tujuannya serupa, yaitu mencari efisiensi, kemudahan, dan hasil yang lebih baik. “Hari ini, AI menjadi teknologi yang inklusif, menghubungkan Gen Z yang serba cepat, Millennial dan Gen X yang multitasking, hingga Boomer yang mengandalkan kepraktisan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Director Kantar Indonesia Ummu Hani, dalam diskusi yang digelar Samsung Indonesia di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Baca Juga: iPhone Air Kurang Laku, Apple Mau Pangkas Produksi 1 Juta Unit
Secara general, Hani menjelaskan motivasi masyarakat menggunakan AI karena lebih efisien dari sisi waktu ketika mencari informasi. Adapun yang menarik, Gen Z bahkan mencari informasi untuk hal-hal simpel di kesehariannya, seperti mencari rekomendasi makanan di daerah sekitar. Sementara milenial, mencari informasi yang berhubungan dengan pekerjaan mereka.
Motivasi lain masyarakat menggunakan AI yaitu ingin belajar hal baru dan meningkatkan kompetensi. “Kalau mau upgrade skill tidak usah repot-repot, pakai AI saja sudah banyak sources yang bisa dicari untuk upgrade skills,” jelasnya.
Perbedaannya dalam upgrade skill, Gen Z memanfaatkan AI untuk meningkatkan nilai jual diri sendiri atau personal branding dan ingin mendapat umpan balik secara realtime. Berbeda dengan Milenial yang menggunakan AI untuk mencari pembelajaran atau training yang relevan dengan apa yang mereka kerjakan saat ini.
Relevan dengan studi Kantar, Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, 78 persen pengguna Samsung foldable, mengadopsi teknologi AI dalam aktivitas rutin mereka. Berkat kolaborasi Galaxy AI dan Google Gemini, mengubah cara setiap generasi bekerja, belajar, dan berkarya.
“Di Samsung, komitmen kami adalah membuka potensi setiap generasi dari Gen Z yang dinamis hingga Gen X yang berpengalaman melalui fondasi produktivitas yang lebih cerdas dan intuitif,” sebutnya.
Bagi Milenial dan Gen X yang mengelola segudang tugas, Galaxy Z Fold 7 menghadirkan ruang kerja tanpa batas. Layarnya yang luas memungkinkan multitasking seperti membuka tiga aplikasi sekaligus, sambil mengakses Google Gemini untuk bertanya atau merangkum dokumen tanpa keluar dari aplikasi utama.
Data dari Kantar menjelaskan bahwa 62 persen pengguna memanfaatkan AI untuk merangkum konten atau laporan apapun. Hasilnya, AI mengambil alih tugas berat seperti menulis dan riset, sehingga pekerjaan selesai lebih cepat dengan akurasi yang terjaga.
Bagi Gen Z, inspirasi bisa datang kapan saja. Dengan Gemini Live di Cover Screen Galaxy Z Flip 7, mereka bisa mengakses AI bahkan sebelum membuka ponsel.
Fitur FlexCam dan editing berbasis AI memungkinkan pengguna langsung merekam dan menyempurnakan konten dengan efek yang unik, mengubah ide spontan menjadi karya autentik, langsung dari genggaman. Hal ini sejalan dengan riset Kantar yang menjelaskan 75 persen pengguna menggunakan AI untuk meningkatkan kualitas gambar sebagai bentuk dari cara mereka berkreasi.
Ilham lebih lanjut menjelaskan, bicara tentang smartphone foldable, baik itu Galaxy Z Fold 7 atau Galaxy Z Flip 7, fitur AI yang paling banyak dipakai yaitu Sircle to Search. Kemudian, Writing Assist. “Mungkin secara target segmen usernya juga banyak dari kalangan yang entrepreneur, kemudian profesional, yang mungkin mereka tidak selamanya menggunakan laptop untuk pekerjaannya sehari-hari,” tuturnya.
Adapun sisanya, yaitu fitur Photo Assist, Wallpaper, dan Generative Edit yang paling sering digunakan di ponsel lipat Samsung.
Baca Juga: Samsung Temukan Risiko Keamanan Kritis, Pengguna Diminta Perbarui Sistem Perangkat
Studi Kantar menemukan bahwa 74 persen Gen Z menggunakan AI untuk menjadi lebih kreatif dalam ekspresi diri, kreasi konten, dan personal branding. Di sisi lain, 80 persen Milenial dan Gen X memanfaatkan AI sebagai peran pendukung dalam karier dan produktivitas, mereka lebih mengutamakan kepraktisan yang ditawarkan untuk efisiensi sehari-hari.
Kendati demikian, meskipun setiap generasi memiliki kebutuhan yang berbeda terhadap AI, tujuannya serupa, yaitu mencari efisiensi, kemudahan, dan hasil yang lebih baik. “Hari ini, AI menjadi teknologi yang inklusif, menghubungkan Gen Z yang serba cepat, Millennial dan Gen X yang multitasking, hingga Boomer yang mengandalkan kepraktisan dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Director Kantar Indonesia Ummu Hani, dalam diskusi yang digelar Samsung Indonesia di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Baca Juga: iPhone Air Kurang Laku, Apple Mau Pangkas Produksi 1 Juta Unit
Secara general, Hani menjelaskan motivasi masyarakat menggunakan AI karena lebih efisien dari sisi waktu ketika mencari informasi. Adapun yang menarik, Gen Z bahkan mencari informasi untuk hal-hal simpel di kesehariannya, seperti mencari rekomendasi makanan di daerah sekitar. Sementara milenial, mencari informasi yang berhubungan dengan pekerjaan mereka.
Motivasi lain masyarakat menggunakan AI yaitu ingin belajar hal baru dan meningkatkan kompetensi. “Kalau mau upgrade skill tidak usah repot-repot, pakai AI saja sudah banyak sources yang bisa dicari untuk upgrade skills,” jelasnya.
Perbedaannya dalam upgrade skill, Gen Z memanfaatkan AI untuk meningkatkan nilai jual diri sendiri atau personal branding dan ingin mendapat umpan balik secara realtime. Berbeda dengan Milenial yang menggunakan AI untuk mencari pembelajaran atau training yang relevan dengan apa yang mereka kerjakan saat ini.
Relevan dengan studi Kantar, Ilham Indrawan, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, 78 persen pengguna Samsung foldable, mengadopsi teknologi AI dalam aktivitas rutin mereka. Berkat kolaborasi Galaxy AI dan Google Gemini, mengubah cara setiap generasi bekerja, belajar, dan berkarya.
“Di Samsung, komitmen kami adalah membuka potensi setiap generasi dari Gen Z yang dinamis hingga Gen X yang berpengalaman melalui fondasi produktivitas yang lebih cerdas dan intuitif,” sebutnya.
Bagi Milenial dan Gen X yang mengelola segudang tugas, Galaxy Z Fold 7 menghadirkan ruang kerja tanpa batas. Layarnya yang luas memungkinkan multitasking seperti membuka tiga aplikasi sekaligus, sambil mengakses Google Gemini untuk bertanya atau merangkum dokumen tanpa keluar dari aplikasi utama.
Data dari Kantar menjelaskan bahwa 62 persen pengguna memanfaatkan AI untuk merangkum konten atau laporan apapun. Hasilnya, AI mengambil alih tugas berat seperti menulis dan riset, sehingga pekerjaan selesai lebih cepat dengan akurasi yang terjaga.
Bagi Gen Z, inspirasi bisa datang kapan saja. Dengan Gemini Live di Cover Screen Galaxy Z Flip 7, mereka bisa mengakses AI bahkan sebelum membuka ponsel.
Fitur FlexCam dan editing berbasis AI memungkinkan pengguna langsung merekam dan menyempurnakan konten dengan efek yang unik, mengubah ide spontan menjadi karya autentik, langsung dari genggaman. Hal ini sejalan dengan riset Kantar yang menjelaskan 75 persen pengguna menggunakan AI untuk meningkatkan kualitas gambar sebagai bentuk dari cara mereka berkreasi.
Ilham lebih lanjut menjelaskan, bicara tentang smartphone foldable, baik itu Galaxy Z Fold 7 atau Galaxy Z Flip 7, fitur AI yang paling banyak dipakai yaitu Sircle to Search. Kemudian, Writing Assist. “Mungkin secara target segmen usernya juga banyak dari kalangan yang entrepreneur, kemudian profesional, yang mungkin mereka tidak selamanya menggunakan laptop untuk pekerjaannya sehari-hari,” tuturnya.
Adapun sisanya, yaitu fitur Photo Assist, Wallpaper, dan Generative Edit yang paling sering digunakan di ponsel lipat Samsung.
Baca Juga: Samsung Temukan Risiko Keamanan Kritis, Pengguna Diminta Perbarui Sistem Perangkat
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.