Ilustrasi olahraga (Sumber gambar: Freepik)

Simak Jenis & Durasi Olahraga yang Aman untuk Penderita Obesitas Menurut Dokter

17 October 2025   |   16:00 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Obesitas tidak sekadar masalah penampilan, tetapi merupakan kondisi serius yang bisa memengaruhi hampir seluruh fungsi tubuh. Ketika berat badan berlebih dibiarkan tanpa penanganan, risiko seseorang mengalami gangguan kesehatan maupun komplikasi turunan lain bisa meningkat.

Dokter Penyakit Dalam Konsultan Endokrinologi Metabolik dan Diabetes, dr. Waluyo Dwi Cahyono, menegaskan bahwa menunda penanganan obesitas dapat berdampak serius terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh. Kondisi ini tidak bisa dianggap remeh karena obesitas berkaitan erat dengan gangguan metabolik yang bisa menurunkan fungsi organ-organ tubuh yang penting.

Baca juga: Tren Diet Naik, Tapi Kesadaran Obesitas Masih Rendah

Obesitas sendiri merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan penumpukan lemak tubuh yang berlebihan hingga dapat mengganggu kesehatan. Kondisi ini terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan kalori yang masuk dengan energi yang dikeluarkan, sehingga kalori berlebih tersimpan sebagai lemak.

Seseorang dikategorikan mengalami obesitas apabila memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) sebesar 30 atau lebih. IMT dihitung dengan cara membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. 

Dengan demikian, batas berat badan yang tergolong obesitas berbeda-beda tergantung pada tinggi tubuh masing-masing individu. Sebagai ilustrasi, seseorang dengan berat 70 kilogram dan tinggi 160 sentimeter memiliki IMT sekitar 27,4, yang termasuk dalam kategori obesitas ringan menurut salah satu klasifikasi. Namun, jika sudah melebihi 30, otomatis masuk ke dalam kategori obesitas.
 

Olahraga Ringan, Hasil Maksimal

Menurut dr. Waluyo, bagian tubuh yang paling mudah terdampak akibat obesitas antara lain lutut yang menanggung beban berat berlebih, serta jantung yang harus bekerja lebih keras. Tak hanya itu, obesitas juga bisa memicu gangguan fungsi organ dan ketidakseimbangan hormon.

Menurutnya, ada dua fase penting dalam penanganan obesitas. Fase pertama adalah fase asesmen, yaitu tahap evaluasi menyeluruh yang mencakup pola makan, aktivitas fisik, serta pemeriksaan fisik dan penunjang bagi pasien. Dengan pemeriksaan menyeluruh, dokter dapat mengetahui penyebab dan tingkat keparahan obesitas yang dialami pasien, sehingga strategi penanganan pun bisa lebih terarah.

Fase kedua merupakan fase intervensi atau penanganan. Umumnya, pada fase ini dokter akan menyarankan beberapa hal, seperti modifikasi pola makan sampai penggunaan farmakoterapi. Pada tahap ini, perubahan pola makan harus disertai aktivitas fisik yang sesuai dengan kondisi tubuh. 

"Olahraga bagi obesitas tidak harus dari yang berat atau lama, cukup dilakukan ritmik dan berkelanjutan itu sudah bagus," ungkapnya.

Dokter Waluyo mengatakan aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda santai, berenang, atau latihan beban ringan sudah cukup efektif membantu pembakaran kalori. Bagi mereka yang memiliki masalah pada sendi, terutama lutut, latihan low-impact seperti berenang atau yoga bisa menjadi pilihan aman.

Dengan olahraga yang dilakukan secara konsisten, minimal 15 menit per hari, hasilnya bisa tetap signifikan. Terkait proporsinya, dokter Waluyo menyebut sebaiknya olahraga dilakukan setiap hari. Namun, untuk fase awal, dilakukan tiga kali dalam seminggu saja itu sudah cukup untuk memulai perubahan.

"Kalau bisa dilakukan setiap hari lebih bagus. Namun, kalau tiga kali seminggu itu sudah sudah baik," imbuhnya.

Selain membantu menurunkan berat badan, olahraga yang dilakukan dengan cara dan intensitas yang tepat juga berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung, memperbaiki metabolisme, serta mengontrol tekanan darah dan kadar gula tubuh.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Film Drama Komedi Keluarga Mertua Ngeri Kali Segera Tayang, Catat Tanggalnya

BERIKUTNYA

Oppo Find X9 Series Dikit Lagi Meluncur ke Indonesia, Intip Bocoran Spesifikasinya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga