Perempuan (Sumber gambar: Unsplash/ Anastasia Leonova)

Apa yang Akan Dialami Perempuan saat Memasuki Menopause? Begini Kata Dokter

16 October 2025   |   18:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Menopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan ketika menstruasi berhenti dan kemampuan untuk hamil secara alami pun berakhir. Umumnya, kondisi ini terjadi pada rentang usia 45-55 tahun sebagai bagian dari proses penuaan alami tubuh. Namun, banyak perempuan yang belum sepenuhnya memahami berbagai perubahan yang dialami saat memasuki masa ini.

Ketua Perkumpulan Menopause Indonesia cabang Jakarta (Perminesia Jaya) Ni Komang Yeni mengatakan setiap tahunnya, jumlah perempuan yang memasuki masa menopause di Indonesia makin banyak. Hal ini wajar karena menopause terjadi pada perempuan yang sudah memasuki usia lanjut, sehingga semakin panjang usia seseorang, semakin besar pula kemungkinan menghadapi fase ini.

Baca juga: Ketahui Gejala Perdarahan Menstruasi Berat (PMB) dan Cara Pengobatannya

Secara umum, menopause terjadi di sekitar usia 51 tahun. Namun, bisa saja fasenya dimulai lebih awal sekitar usia 40-an tahun. Lantas, apa yang akan terjadi pada tubuh perempuan ketika masa itu terjadi? dokter Yeni menyebut pada fase ini umumnya produksi hormon estrogen perempuan akan menurun secara signifikan.

Selain itu, menopause juga akan memunculkan berbagai gejala fisik dan emosional. Beberapa di antaranya meliputi sensasi panas tiba-tiba (hot flashes), gangguan tidur, perubahan suasana hati, hingga penurunan gairah seksual.

Penurunan kadar hormon estrogen juga berdampak pada metabolisme tubuh dan cara tubuh menyimpan lemak. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti kenaikan berat badan, osteoporosis, serta penyakit jantung, sehingga penting bagi perempuan untuk menjaga gaya hidup sehat saat memasuki masa menopause.

"Dari sisi medis, dampaknya cukup signifikan. Risiko penyakit jantung dan pembuluh darah meningkat karena hilangnya efek protektif estrogen terhadap jantung. Penurunan kadar estrogen juga berpotensi menyebabkan osteoporosis, membuat tulang menjadi lebih rapuh dan mudah patah," ungkapnya dokter Yeni dalam

Selain itu, dokter Yeni menjelaskan bahwa perempuan yang memasuki masa menopause kerap mengalami berbagai gangguan pada sistem perkemihan, seperti inkontinensia urin. Lalu, umumnya mereka juga akan mengalami kesulitan tidur, tak terkecuali masalah pada gusi dan mulut. Gejala-gejala ini muncul akibat penurunan kadar hormon estrogen yang memengaruhi berbagai fungsi tubuh.

Dari sisi psikologis, perubahan hormon juga dapat menimbulkan gangguan mental seperti kecemasan, depresi ringan, hingga kesulitan berkonsentrasi atau yang dikenal sebagai brain fog. Oleh karena itu, dokter Yeni menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam menangani menopause, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga aspek emosional dan sosial. 
 

Perempuan (Sumber gambar: Unsplash/ Олександр Білоцерківець)

Perempuan (Sumber gambar: Unsplash/ Олександр Білоцерківець)


Harapannya, katanya, perempuan tetap merasa berdaya dan bahagia menjalani fase hidup ini. Namun, di sisi lain, perempuan kini juga perlu memahami dan mengelola perubahan fisik, psikologis, serta metabolik dengan baik agar kualitas hidup tetap terjaga bahkan hingga memasuki masa menopause. Dengan dukungan lingkungan dan kesadaran diri yang tinggi, perempuan dapat tetap sehat, bugar, dan produktif di masa menopause.

Sementara itu, Dokter Spesialis Gizi Klinik Subspesialis Nutrisi, Ida Gunawan, menambahkan bahwa saat perempuan memasuki masa menopause, langkah utama yang perlu dilakukan adalah melakukan perubahan gaya hidup secara menyeluruh. Menurutnya, gaya hidup sehat dapat membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan hormon yang terjadi pada fase ini.

Salah satu hal penting adalah menjaga rutinitas olahraga secara teratur, setidaknya selama 30 menit setiap hari atau 150 menit per minggunya. Aktivitas fisik yang konsisten tidak hanya membantu menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga dapat menurunkan risiko penyakit yang sering muncul pascamenopause, seperti osteoporosis dan penyakit jantung. 

Selain itu, istirahat yang cukup juga menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan fisik dan mental. Sebab, pada fase tidur inilah tubuh meregenerasi berbagai organ penting di dalamnya.

Ida juga menekankan pentingnya menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan mengonsumsi alkohol. Sebab, keduanya dapat mempercepat penurunan fungsi tubuh. Perempuan juga disarankan untuk menerapkan pola makan seimbang dengan memperbanyak konsumsi serat dari buah serta sayuran, sekaligus membatasi asupan lemak, gula, dan minyak agar kesehatan tetap terjaga selama masa menopause.

SEBELUMNYA

Film Samsara Raih 3 Nominasi di Asia Pacific Screen Awards 2025

BERIKUTNYA

Kolaborasi Pendidikan dan Gastronomi, Prancis Dukung Pengembangan Talenta Kuliner di Bali

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga