Film Pesugihan Sate Gagak akan tayang di bioskop pada November 2025 (Sumber gambar: Cahaya Pictures)

Lucu & Dekat dengan Masyarakat Jadi Alasan Cerita Pesugihan Sate Gagak Diangkat ke Layar Lebar

14 October 2025   |   21:14 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Film Pesugihan Sate Gagak segera hadir di bioskop-bioskop Indonesia mulai November 2025. Karya hasil produksi Cahaya Pictures ini menghadirkan perpaduan menarik antara humor absurd, kritik sosial, dan mitos lokal yang masih hidup di masyarakat. 

Produser dari rumah produksi Cahaya Pictures Aoura Lovenson Chandra mengungkapkan bahwa pihaknya langsung setuju untuk memproduksi film Pesugihan Sate Gagak setelah mengetahui jalan ceritanya, yang memiliki kedekatan emosional dengan banyak orang selain lucu.

Konsep tentang “capek jadi orang miskin” menjadi titik tolak cerita dalam film ini dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, film ini berbicara tentang tekanan ekonomi dan keinginan manusia untuk mencari jalan pintas menuju kesejahteraan, dibalut dengan ritual yang absurd dan situasi lucu yang menghibur.

“Waktu Agung, penulisnya, pertama kali membagikan konsep ini, kami langsung merasa ini cerita yang harus dibuat. Di balik kelucuannya, ada tema yang dekat dengan semua orang, yakni rasa lelah hidup dalam keterbatasan, capek jadi orang miskin,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/10//2025). 

Baca juga: Suguhan Cerita Lucu dan Absurd di Trailer Film Pesugihan Sate Gagak 

Dia menuturkan, premis lucu cerita film Pesugihan Sate Gagak terlihat dari trailer resmi berdurasi 2 menit 22 detik. Dalam ceritanya, tiga orang mengalami desakan ekonomi sehingga nekat menjalani pesugihan sate gagak agar dapat sejahtera.

Pesugihan yang dijalani tidak berhasil, tetapi sampai membuat para hantu ketagihan dengan sate gagak yang dibuat oleh ketiga orang tersebut. Selain cerita, ritual pesugihan yang mengharuskan ketiganya telanjang juga menjadi bagian yang absurd.

Sementara itu, penulis skenario Nugro Agung mengungkapkan bahwa ide cerita Pesugihan Sate Gagak berawal dari pengamatannya terhadap kondisi sesungguhnya masyarakat di beberapa daerah di Indonesia, yang masih melakukan pesugihan. 

Dari berbagai riset media yang dilakukan, Agung mendapati bahwa ada cerita masyarakat yang melakukan pesugihan sate burung gagak di berbagai tempat angker, seperti kuburan, gua, atau hutan. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan ritual dalam keadaan tanpa busana sambil menjual sate dengan harga yang diinginkan semaunya.

Riset media ditambah dengan kehidupan sehari-harinya yang kerap membahas tema pesugihan dalam perbincangan masyarakat membuatnya memilih untuk mengangkat cerita tentang ini.

Pada kesempatan yang sama, Produser Fauzan Nurdin mengatakan tim produksi membutuhkan pemain dan kru yang berani serta total dalam menjalankan peran dengan konsep cerita yang absurd dan lucu. Dia mengungkapkan mencari orang-orang yang bisa menangkap kegilaan cerita dengan cara yang positif dan menyenangkan.

Untuk penyutradaraan, sutradara Etienne Caesar dan Dono Pradana menjadi pilihan. Keduanya, memiliki karakter dan saling melengkapi antara yang satu dengan yang lain. Sementara itu, tiga pemeran utama mampu menjalankan perannya dengan sangat apik.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Suguhan Cerita Lucu dan Absurd di Trailer Film Pesugihan Sate Gagak

BERIKUTNYA

Cara Mengenali Produk Bebas Gluten, Selalu Periksa Label Kemasan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga