Suguhan Cerita Lucu dan Absurd di Trailer Film Pesugihan Sate Gagak
14 October 2025 |
17:06 WIB
Film horor komedi Pesugihan Sate Gagak akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 November 2025. Sebelum itu, rumah produksi Cahaya Pictures merilis trailer resmi yang menunjukkan gambaran kelucuan ceritanya yang absurd dan juga lebih segar.
Dalam cuplikan video berdurasi 2 menit 22 detik, pembuat film Pesugihan Sate Gagak memperlihatkan kelucuan, drama, dan juga horor dari film ini – membuat penasaran jalan cerita utuh yang akan disajikan nanti.
Salah satu bagiannya lucu yang terungkap adalah ketika orang tua pacar Anto kesurupan, dan meminta sate. Sang suami yang dikejar pun ketakutan dan berpura-pura ikut kesurupan, tetapi yang diinginkan adalah soto dengan emping agar tidak dikejar oleh sang istri.
Kelucuan juga tergambar dari komedi-komedi yang disampaikan dalam dialog antara para pemeran utamanya. Seperti saat tuyul dan kuntilanak berpasangan, sehingga memiliki anak bernama Kun-Tul.
Baca juga: Cahaya Pictures Hadirkan Film Pesugihan Sate Gagak, Disutradarai Dono Pradana & Etienne Caesar
Video Trailer dibuka dengan adegan kisah Anto yang ingin melamar sang kekasih. Akan tetapi, sang orang tua wanita menginginkan mahar yang tidak sedikit, yakni uang sebanyak Rp150 juta. Kondisi ini membuatnya frustrasi mengingat dirinya bukan orang kaya.
Di tengah rasa frustasinya karena tidak memiliki uang, Anto terpikir untuk melakukan pesugihan. Namun, salah satu temannya mengungkapkan bahwa ritual itu membutuhkan orang sebagai tumbal. Tanpa diduga, teman Anto lainnya memberitahukan pesugihan bisa dilakukan tanpa menjadikan manusia sebagai korban, tetapi sate gagak.
Mereka yang sudah lelah dengan kehidupan sebagai orang miskin pun berusaha melakukan pesugihan dengan mencari-cari cara menjalankan ritual itu. Mereka juga pergi ke dukun sebelumnya.
Saat menjalani ritual, ada satu syarat yang harus dipenuhi, yakni berjualan sate gagak untuk makhluk gaib sambil telanjang. Didorong oleh tekad yang kuat, mereka pun memenuhi syarat tersebut. Hasilnya, ritual sukses sehingga membuat ketiganya memperoleh banyak duit.
Masalah pun datang. Para setan suka dengan sate gagak yang dibuat oleh mereka, sehingga terus menagih. Ketiganya pun dihantui oleh makhluk gaib. Orang tua pacar Anto sampai kesurupan dan meninta sate.
Pertentangan terjadi di antara ketiganya. Satu tidak ingin pesugihan ini selesai lantaran mendatangkan banyak uang. Sementara itu, yang lainnya menginginkan ritual ini diselesaikan karena secara tidak langsung membuat mereka menjadi budak setan.
Aoura Lovenson Chandra, produser Pesugihan Sate Gagak dari rumah Proudksi Cahaya Pictures, mengatakan bahwa film ini bukan sekedar hiburan semata, melainkan sebagai bentuk lanjutan dari semangat Cahaya Pictures dalam membuat film yang dekat dengan penonton.
“Film-film Cahaya selalu dekat dan relevan dengan masyarakat. Ceritanya sederhana, tapi bisa membuat ketawa dan hangat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Dia menambahkan, Pesugihan Sate Gagak juga berangkat dari kegelisahan banyak orang yang ada di dalam negeri, yakni rasa capek dengan kondisi miskin, dan menginginkan hidup dengan ekonomi yang lebih baik.
Sementara itu, sutradara Dono Pradana mengungkapkan bahwa tiga karakter utama dalam Pesugihan Sate Gagak menampilkan kelucuan yang mengalir natural. Improvisasi dan celetukan mereka selama syuting banyak dipertahankan.
“Kami membebaskan pemain untuk berimprovisasi. Saking ngawur dan absurd, saya yakin jokes-nya enggak cuma bikin penonton ketawa, tapi juga mengumpat sisa-sisa kesal,” ujarnya.
Dia menambahkan, unsur komedi dalam Pesugihan Sate Gagak ini liar, tetapi juga menawarkan sesuatu yang baru. Jadi, penonton akan mendapatkan komedi situasi yang berbeda, yakni lebih segar, berani, dan banyak kejutan, sehingga lebih dari sekadar banyolan.
Baca juga: Inspirasi & Pesan Pemberdayaan Anggi Frisca lewat Film Tegar
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Dalam cuplikan video berdurasi 2 menit 22 detik, pembuat film Pesugihan Sate Gagak memperlihatkan kelucuan, drama, dan juga horor dari film ini – membuat penasaran jalan cerita utuh yang akan disajikan nanti.
Salah satu bagiannya lucu yang terungkap adalah ketika orang tua pacar Anto kesurupan, dan meminta sate. Sang suami yang dikejar pun ketakutan dan berpura-pura ikut kesurupan, tetapi yang diinginkan adalah soto dengan emping agar tidak dikejar oleh sang istri.
Kelucuan juga tergambar dari komedi-komedi yang disampaikan dalam dialog antara para pemeran utamanya. Seperti saat tuyul dan kuntilanak berpasangan, sehingga memiliki anak bernama Kun-Tul.
Baca juga: Cahaya Pictures Hadirkan Film Pesugihan Sate Gagak, Disutradarai Dono Pradana & Etienne Caesar
Video Trailer dibuka dengan adegan kisah Anto yang ingin melamar sang kekasih. Akan tetapi, sang orang tua wanita menginginkan mahar yang tidak sedikit, yakni uang sebanyak Rp150 juta. Kondisi ini membuatnya frustrasi mengingat dirinya bukan orang kaya.
Di tengah rasa frustasinya karena tidak memiliki uang, Anto terpikir untuk melakukan pesugihan. Namun, salah satu temannya mengungkapkan bahwa ritual itu membutuhkan orang sebagai tumbal. Tanpa diduga, teman Anto lainnya memberitahukan pesugihan bisa dilakukan tanpa menjadikan manusia sebagai korban, tetapi sate gagak.
Mereka yang sudah lelah dengan kehidupan sebagai orang miskin pun berusaha melakukan pesugihan dengan mencari-cari cara menjalankan ritual itu. Mereka juga pergi ke dukun sebelumnya.
Saat menjalani ritual, ada satu syarat yang harus dipenuhi, yakni berjualan sate gagak untuk makhluk gaib sambil telanjang. Didorong oleh tekad yang kuat, mereka pun memenuhi syarat tersebut. Hasilnya, ritual sukses sehingga membuat ketiganya memperoleh banyak duit.
Masalah pun datang. Para setan suka dengan sate gagak yang dibuat oleh mereka, sehingga terus menagih. Ketiganya pun dihantui oleh makhluk gaib. Orang tua pacar Anto sampai kesurupan dan meninta sate.
Pertentangan terjadi di antara ketiganya. Satu tidak ingin pesugihan ini selesai lantaran mendatangkan banyak uang. Sementara itu, yang lainnya menginginkan ritual ini diselesaikan karena secara tidak langsung membuat mereka menjadi budak setan.
Aoura Lovenson Chandra, produser Pesugihan Sate Gagak dari rumah Proudksi Cahaya Pictures, mengatakan bahwa film ini bukan sekedar hiburan semata, melainkan sebagai bentuk lanjutan dari semangat Cahaya Pictures dalam membuat film yang dekat dengan penonton.
“Film-film Cahaya selalu dekat dan relevan dengan masyarakat. Ceritanya sederhana, tapi bisa membuat ketawa dan hangat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Dia menambahkan, Pesugihan Sate Gagak juga berangkat dari kegelisahan banyak orang yang ada di dalam negeri, yakni rasa capek dengan kondisi miskin, dan menginginkan hidup dengan ekonomi yang lebih baik.
Sementara itu, sutradara Dono Pradana mengungkapkan bahwa tiga karakter utama dalam Pesugihan Sate Gagak menampilkan kelucuan yang mengalir natural. Improvisasi dan celetukan mereka selama syuting banyak dipertahankan.
“Kami membebaskan pemain untuk berimprovisasi. Saking ngawur dan absurd, saya yakin jokes-nya enggak cuma bikin penonton ketawa, tapi juga mengumpat sisa-sisa kesal,” ujarnya.
Dia menambahkan, unsur komedi dalam Pesugihan Sate Gagak ini liar, tetapi juga menawarkan sesuatu yang baru. Jadi, penonton akan mendapatkan komedi situasi yang berbeda, yakni lebih segar, berani, dan banyak kejutan, sehingga lebih dari sekadar banyolan.
Baca juga: Inspirasi & Pesan Pemberdayaan Anggi Frisca lewat Film Tegar
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.