The End of an Era Taylor Swift Documentary (Sumber Gambar: X @Taylorswift13)

Taylor Swift Tutup Bab Eras Tour Lewat Serial Dokumenter di Disney+

14 October 2025   |   13:20 WIB
Image
Aira Shakuntala Wardhana Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Taylor Swift kembali mengukir sejarah. Setelah Eras Tour menembus rekor pendapatan tertinggi sepanjang masa lebih dari US$2 miliar, kini kisah monumental itu dihidupkan kembali lewat serial dokumenter enam episode The End of an Era, tayang di Disney+ mulai 12 Desember 2025.

Dilansir dari The Guardian serial ini dijanjikan akan menampilkan “semua kisah yang terjalin sepanjang tur bersejarah tersebut” mulai dari perjalanan kreatif di balik layar hingga momen emosional yang jarang dilihat penggemar.

Selain serial dokumenter, Disney+ juga akan menayangkan film konser terpisah berjudul The Eras Tour | The Final Show, yang merekam konser pamungkas Swift di BC Place, Vancouver. “Ini adalah akhir dari sebuah era dan kami tahu itu,” tulis Swift di Instagram. “Kami ingin mengingat setiap momen yang membawa kami ke puncak bab terpenting dalam hidup kami.”

Bagi Swift, Eras Tour bukan hanya konser tetapi sebuah refleksi perjalanan artistik dan emosional yang menandai setiap bab dalam kariernya, dari Fearless hingga The Tortured Poets Department. Dengan durasi tiga setengah jam, tur ini menjadi proyek paling ambisius dan “paling menantang” yang pernah ia lakukan. Tak heran, film dokumenter ini menjadi salah satu rilisan paling dinantikan tahun ini, bukan hanya oleh penggemar tetapi juga oleh industri hiburan yang menyoroti kekuatan budaya Swift.

Keputusan Disney+ untuk kembali bekerja sama dengan Swift pun mempertegas statusnya sebagai ikon global. Sebelumnya, film Taylor Swift: The Eras Tour (2023) mencetak rekor baru sebagai film konser dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa, meraup US$267 juta dari penayangan bioskop di seluruh dunia. Namun, film tersebut tidak mencakup materi dari album 2024-nya, The Tortured Poets Department, yang kini kemungkinan akan muncul dalam serial terbaru ini — bersama dengan proses pembuatan album barunya, The Life of a Showgirl.

Menariknya, The Life of a Showgirl menjadi salah satu album paling sukses sekaligus paling kontroversial dalam karier Swift. Meski mencetak penjualan minggu pertama tertinggi dalam sejarah Amerika Serikat, beberapa kritikus seperti The Guardian dan Pitchfork menilai album tersebut “kurang memiliki hook yang kuat.” Namun, seperti setiap era Taylor Swift sebelumnya, kontroversi justru mempertegas transformasinya — bahwa ia selalu berani bereksperimen dan berkembang di luar ekspektasi publik.

Dengan The End of an Era, Swift tidak hanya menutup bab paling bersejarah dalam kariernya  ia juga menegaskan bahwa setiap akhir dalam hidupnya selalu menjadi awal dari sesuatu yang lebih besar.

Baca Juga: Cetak Sejarah! Lagu “The Fate of Ophelia” Taylor Swift Pecahkan Rekor Streaming Harian di Spotify

SEBELUMNYA

Tingkat Literasi & Numerasi Siswa Bisa Meningkat dengan Bantuan Aplikasi Belajar

BERIKUTNYA

Antara Mikroba dan Ledakan: Refleksi Manusia & Alam di ICAD 15

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga