Ilustrasi anak belajar online. (Sumber gambar: August de R/Pexels)

Tingkat Literasi & Numerasi Siswa Bisa Meningkat dengan Bantuan Aplikasi Belajar

14 October 2025   |   11:00 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Literasi dan numerasi adalah dua kompetensi penting yang harus dimiliki siswa pada era globalisasi. Numerasi adalah kemampuan menerapkan konsep numerik dan matematika dalam sehari-hari. Sementara literasi adalah kemampuan memahami dan menggunakan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.

Kedua kompetensi tersebut berhubungan erat dengan penalaran, kreativitas, dan keterampilan berpikir kritis yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Baca juga: Literasi Sejak Dini, Dorong Perkembangan Kognitif dan Daya Imajinasi Anak

Sayangnya, kemampuan literasi dan numerasi siswa di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara-negara lain. Hal ini terlihat dari hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) yang dilakukan oleh organisasi Organization for Economic Cooperation dan Development (OECD) pada 2022.

Meski hasil PISA Indonesia pada 2022 naik 5-6 peringkat dibandingkan dengan 2018 yang dilihat dari berbagai aspek, namun siswa Indonesia masih mendapat nilai rata-rata kemampuan numerasi dan literasi di bawah rata-rata OECD. Skor PISA Indonesia pada 2022  masih rendah yakni 366, atau berada di peringkat ke-70 dari 81 negara.

Di tengah tantangan tersebut, satu aplikasi belajar hadir menawarkan pembelajaran digital guna meningkatkan pemahaman literasi dan numerasi para siswa yakni Sekolah Enuma. Sekolah Enuma adalah sebuah aplikasi digital dengan ribuan aktivitas belajar serta ratusan buku dan video, yang mendukung anak-anak untuk membangun keterampilan dasar untuk keberhasilan belajar.

Program yang dirancang per individu menjawab kebutuhan unik pembelajaran setiap anak, sehingga mereka dapat belajar pada level dan kecepatan yang tepat bagi mereka. Fitur-fitur yang dipikirkan secara matang memungkinkan Sekolah Enuma untuk mendukung para pelajar muda di sekolah, pusat komunitas, rumah, dan di mana saja untuk belajar secara berlanjut.

Enuma pun telah melakukan  studi uji coba mengenai dampak aplikasi Sekolah Enuma terhadap capaian literasi dan numerasi siswa. Hasilnya, selama satu bulan, aplikasi pembelajaran digital (APD) Enuma meningkatkan pemahaman siswa pada Bahasa Indonesia sebesar 0,43 poin dan Matematika sebesar 2,23 poin, menggunakan metode Difference-in-differences (DiD).

Direktur Enuma Indonesia Juli Adrian menjelaskan studi uji coba melewati berbagai rangkaian dengan pendekatan metode campuran yang terdiri atas kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif menggunakan metode evaluasi dampak untuk melihat situasi sebelum dan setelah uji coba APD.

Sampel sendiri terdiri atas 400 siswa dan 20 partisipan wawancara di lima kabupaten/kota yang mewakili tiga wilayah utama di Indonesia bagian Barat, Tengah dan Timur, yaitu Kabupaten Subang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kota Sorong, dan Kota Mataram. 

Juli menyampaikan hasil studi uji coba ini menghadirkan sudut pandang baru dengan menampilkan data yang dapat menjadi acuan bagi pemerintah, dalam mengoptimalkan program peningkatan literasi dan numerasi secara jangka pendek dan menengah dengan strategi replikasi yang efektif dan efisien.

Dia menambahkan pihaknya berupaya untuk terus memantau dan melakukan studi secara kontinu terhadap dampak penggunaan aplikasi Sekolah Enuma. Hasil tersebut, lanjutnya, digunakan sebagai dasar rekomendasi berbasis data untuk meningkatkan efektivitas aplikasi.

"Kami yakin bahwa pendidikan literasi dan numerasi merupakan pondasi penting yang membantu siswa mengembangkan kemampuan belajar di jenjang berikutnya,” katanya.

Pada pemaparan hasil studi uji coba, Direktur Article 33 Indonesia Santoso yang didampingi oleh perwakilan Enuma Indonesia Melinda Hapsari menjelaskan bahwa setiap kabupaten/kota yang terlibat dipilih satu sekolah dengan dua rombongan belajar (rombel), yakni kelompok intervensi yang diuji dan kelompok kontrol sebagai perbandingan dengan masing-masing 20 siswa.

Hasil studi uji coba menunjukkan bahwa penggunaan APD Sekolah Enuma meningkatkan kompetensi siswa dalam Bahasa Indonesia dan Matematika. Lebih detail, peningkatan terjadi pada 13 dari 16 kompetensi dalam Bahasa Indonesia dan seluruh kompetensi dalam Matematika.

"Selain temuan kuantitatif, manfaat penggunaan APD Sekolah Enuma juga ditemukan pada temuan kualitatif yang menyatakan, APD Sekolah Enuma mudah digunakan, mendukung pembelajaran konvensional, menarik dan kompetitif, serta meningkatkan motivasi belajar dan kompetensi siswa," ujar Santoso.

Pemaparan hasil studi itu pun membuka ruang diskusi antarpemangku kepentingan dari perwakilan Dinas
Pendidikan di masing-masing wilayah. Salah satunya adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesisir
Selatan Salim Muhaimin, yang mengapresiasi dukungan Enuma Indonesia sekaligus menekankan digitalisasi telah menjadi kebutuhan primer saat ini termasuk dalam proses belajar siswa di sekolah.

“Di Pesisir Selatan, kami telah mengimplementasikan digitalisasi, tetapi belum terpadu. Setiap guru dapat menggunakan aplikasi yang berbeda. Sekarang, dengan adanya Enuma, potret dan perkembangannya jadi bisa kebaca. Saat ini, digitalisasi sudah menjadi kebutuhan primer,” ujarnya.

Empat perwakilan Dinas Pendidikan lainnya yakni Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong Yuliana Kirihio; Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Furwani; serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur Mulyono secara kolektif menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, penyedia aplikasi, dan tenaga pendidik dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi guna meningkatkan kualitas pembelajaran di masing-masing daerah.

Selain itu, mereka juga berharap adanya dasar rekomendasi dari kementerian terkait penggunaan APD Enuma, sehingga Enuma dapat diimplementasikan secara resmi di sekolah-sekolah ke depannya. Seperti diketahui, Enuma sebagai penyedia teknologi juga merupakan mitra pendidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen dalam penguatan literasi dan numerasi.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Lee Do-hyun dan Shin Si-a Bakal Jadi Penghuni Hotel Misterius Grand Galaxy Hotel

BERIKUTNYA

Taylor Swift Tutup Bab Eras Tour Lewat Serial Dokumenter di Disney+

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga