Operasional Harian Makin Menantang, Penginapan Kecil Perlu Jemput Peluang Baru
06 October 2025 |
17:00 WIB
Dalam industri pariwisata yang makin dinamis, sektor akomodasi kecil seperti homestay, guesthouse, dan hostel memainkan peran penting dalam menghadirkan pengalaman lokal yang autentik bagi wisatawan. Selain harga yang murah, nuansa lebih hangat dan personal juga membuat jenis penginapan ini banyak dipilih.
Namun dari sisi pemilik bisnis, banyak penginapan kecil yang masih menghadapi dilema klasik antara bagaimana menyeimbangkan operasional harian dan menarik lebih banyak tamu baru.
Baca juga: Survei Tren Wisata: Pelancong Incar Penginapan Hemat dan Ramah Lingkungan
Studi global terbaru dari SiteMinder menemukan fakta menarik bahwa hanya 16% saja dari bisnis penginapan kecil di dunia yang mampu memprioritaskan strategi untuk meningkatkan pemesanan. Sebaliknya, hampir 49% masih tersita oleh pekerjaan operasional harian seperti check-in, housekeeping, atau pencatatan manual.
Ironisnya, 53% di antara mereka sebenarnya ingin berfokus pada akuisisi tamu, tetapi masih terjebak dalam urusan administratif.
Hambatan terbesar datang dari sisi teknologi. Dua dari lima (40%) responden mengaku kurangnya pengetahuan membuat mereka enggan mengadopsi sistem digital yang dapat membantu mendatangkan lebih banyak tamu. Bahkan hampir sepertiga (29%) masih menerapkan harga kamar statis tidak pernah menyesuaikan tarif, atau hanya melakukannya sekali dalam setahun.
Kondisi ini menunjukkan kesenjangan besar antara keinginan dan kemampuan pelaku usaha kecil dalam mengelola pertumbuhan bisnisnya. Mereka ingin berkembang. Akan tetapi, mereka masih dibatasi oleh waktu, sumber daya, dan akses terhadap teknologi yang tepat.
Chief Product Officer SiteMinder Leah Rankin mengatakan, banyak pemilik penginapan kecil masih terjebak dalam rutinitas operasional sehingga sulit fokus pada strategi pertumbuhan jangka panjang. Menurutnya, teknologi seharusnya menjadi alat bantu untuk mengotomatisasi tugas-tugas administratif dan memberikan lebih banyak waktu bagi pelaku usaha akomodasi untuk memahami perilaku tamu serta mengoptimalkan kanal penjualan mereka.
“Dari diskusi kami dengan para penyedia akomodasi, benar bahwa operasional harian seperti check-in tamu dan koordinasi housekeeping tetap krusial, namun hal tersebut seharusnya tidak menghambat pertumbuhan pemesanan,” ujar Rankin.
Mengenai peluncuran Little Hotelier ini, Rankin menegaskan bahwa mengelola akomodasi yang lebih baik berarti memanfaatkan tools yang membuat pemilik hotel dapat bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras.
Melalui pembaruan ini, SiteMinder menghadirkan dua inovasi utama yaitu Dynamic Revenue Plus dan Channels Plus.
Dynamic Revenue Plus adalah satu-satunya solusi berbasis mobile yang menyediakan akses market intelligence real-time, termasuk informasi tentang event lokal dan pergerakan kompetitor.
Fitur ini memungkinkan pemilik penginapan menyesuaikan harga dan strategi distribusi kapan saja baik melalui ponsel maupun desktop. Adapun fitur ini akan segera hadir di Indonesia akhir bulan ini. Sementara itu, Channels Plus memudahkan perluasan jangkauan ke berbagai online travel agent (OTA) melalui satu pengaturan sederhana.
Menurut SiteMinder’s Country Manager Indonesia Rio Ricaro, ini menjadi momen bagi penginapan kecil untuk naik kelas. “Di tengah lanskap akomodasi Indonesia yang makin kompleks dan kompetitif, penginapan kecil memiliki peluang besar untuk lebih dinamis dalam strategi harga dan pemasaran," katanya.
Memaksimalkan tools membuat pemilik penginapan kecil bisa menyesuaikan tarif sesuai peluang pasar, memaksimalkan okupansi melalui beragam kanal, sekaligus menyederhanakan operasional.
Di Indonesia, akomodasi non-hotel mencakup 85% sektor akomodasi dengan guesthouse, hostel, dan homestay yang menjadi ujung tombak pengalaman wisata autentik. Pemilik Attara Inn Senggigi Ni Putu Hetty Indah Jayanti turut merasakan manfaatnya.
“Fitur channel manager Little Hotelier sangat berguna untuk mengatur inventory di semua OTA sekaligus. Saya bisa memantau sistem dari mana saja, baik di rumah maupun saat liburan," ungkapnya.
Ke depan, dengan teknologi yang mumpuni, keberhasilan penginapan kecil akan bergantung pada kemampuannya membaca peluang di balik rutinitas mengubah setiap tugas harian menjadi strategi cerdas untuk menarik lebih banyak tamu.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Namun dari sisi pemilik bisnis, banyak penginapan kecil yang masih menghadapi dilema klasik antara bagaimana menyeimbangkan operasional harian dan menarik lebih banyak tamu baru.
Baca juga: Survei Tren Wisata: Pelancong Incar Penginapan Hemat dan Ramah Lingkungan
Studi global terbaru dari SiteMinder menemukan fakta menarik bahwa hanya 16% saja dari bisnis penginapan kecil di dunia yang mampu memprioritaskan strategi untuk meningkatkan pemesanan. Sebaliknya, hampir 49% masih tersita oleh pekerjaan operasional harian seperti check-in, housekeeping, atau pencatatan manual.
Ironisnya, 53% di antara mereka sebenarnya ingin berfokus pada akuisisi tamu, tetapi masih terjebak dalam urusan administratif.
Hambatan terbesar datang dari sisi teknologi. Dua dari lima (40%) responden mengaku kurangnya pengetahuan membuat mereka enggan mengadopsi sistem digital yang dapat membantu mendatangkan lebih banyak tamu. Bahkan hampir sepertiga (29%) masih menerapkan harga kamar statis tidak pernah menyesuaikan tarif, atau hanya melakukannya sekali dalam setahun.
Kondisi ini menunjukkan kesenjangan besar antara keinginan dan kemampuan pelaku usaha kecil dalam mengelola pertumbuhan bisnisnya. Mereka ingin berkembang. Akan tetapi, mereka masih dibatasi oleh waktu, sumber daya, dan akses terhadap teknologi yang tepat.
Peluang Baru Penginapan Kecil
Menanggapi tantangan tersebut, SiteMinder memperkenalkan platform all-in-one yang dirancang untuk membantu penginapan kecil bekerja lebih efisien sekaligus menarik lebih banyak tamu. Platform bernama Little Hotelier ini bertujuan mendorong peluang baru bagi penginapan kecil dalam hal operasional harian, sehingga pihak penginapan bisa lebih fokus memikirkan pengembangan hotel.Chief Product Officer SiteMinder Leah Rankin mengatakan, banyak pemilik penginapan kecil masih terjebak dalam rutinitas operasional sehingga sulit fokus pada strategi pertumbuhan jangka panjang. Menurutnya, teknologi seharusnya menjadi alat bantu untuk mengotomatisasi tugas-tugas administratif dan memberikan lebih banyak waktu bagi pelaku usaha akomodasi untuk memahami perilaku tamu serta mengoptimalkan kanal penjualan mereka.
“Dari diskusi kami dengan para penyedia akomodasi, benar bahwa operasional harian seperti check-in tamu dan koordinasi housekeeping tetap krusial, namun hal tersebut seharusnya tidak menghambat pertumbuhan pemesanan,” ujar Rankin.
Mengenai peluncuran Little Hotelier ini, Rankin menegaskan bahwa mengelola akomodasi yang lebih baik berarti memanfaatkan tools yang membuat pemilik hotel dapat bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras.
Melalui pembaruan ini, SiteMinder menghadirkan dua inovasi utama yaitu Dynamic Revenue Plus dan Channels Plus.
Dynamic Revenue Plus adalah satu-satunya solusi berbasis mobile yang menyediakan akses market intelligence real-time, termasuk informasi tentang event lokal dan pergerakan kompetitor.
Fitur ini memungkinkan pemilik penginapan menyesuaikan harga dan strategi distribusi kapan saja baik melalui ponsel maupun desktop. Adapun fitur ini akan segera hadir di Indonesia akhir bulan ini. Sementara itu, Channels Plus memudahkan perluasan jangkauan ke berbagai online travel agent (OTA) melalui satu pengaturan sederhana.
Menurut SiteMinder’s Country Manager Indonesia Rio Ricaro, ini menjadi momen bagi penginapan kecil untuk naik kelas. “Di tengah lanskap akomodasi Indonesia yang makin kompleks dan kompetitif, penginapan kecil memiliki peluang besar untuk lebih dinamis dalam strategi harga dan pemasaran," katanya.
Memaksimalkan tools membuat pemilik penginapan kecil bisa menyesuaikan tarif sesuai peluang pasar, memaksimalkan okupansi melalui beragam kanal, sekaligus menyederhanakan operasional.
Di Indonesia, akomodasi non-hotel mencakup 85% sektor akomodasi dengan guesthouse, hostel, dan homestay yang menjadi ujung tombak pengalaman wisata autentik. Pemilik Attara Inn Senggigi Ni Putu Hetty Indah Jayanti turut merasakan manfaatnya.
“Fitur channel manager Little Hotelier sangat berguna untuk mengatur inventory di semua OTA sekaligus. Saya bisa memantau sistem dari mana saja, baik di rumah maupun saat liburan," ungkapnya.
Ke depan, dengan teknologi yang mumpuni, keberhasilan penginapan kecil akan bergantung pada kemampuannya membaca peluang di balik rutinitas mengubah setiap tugas harian menjadi strategi cerdas untuk menarik lebih banyak tamu.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.