Ilustrasi (Sumber gambar: Clair/Unsplash.com)

Industri Mamin Tumbuh Pesat, Bisnis Kemasan hingga Teknologi Hiburan Ikut Kebanjiran Peluang

04 October 2025   |   16:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Pesatnya pertumbuhan industri manufaktur serta industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia tak hanya membuka peluang besar bagi produsen, tetapi juga mendorong geliat bisnis di sektor pendukung seperti kemasan, percetakan, hingga teknologi audio-visual.

Berdasarkan data BPS, sektor industri manufaktur bertumbuh 5,68 persen pada kuartal II 2025 sedangkan industry mamin mencatat pertumbuhan positif 6,15 persen pada periode yang sama.

Didorong oleh stimulus pemerintah, program penhiliran, dan peningkatan investasi, pertumbuhan ini menjadi lokomotif yang menggerakkan rantai bisnis dari hulu ke hilir, termasuk farmasi, kosmetik, hingga logistik.  

Baca Juga: Bisnis Kemasan Ramah Lingkungan Kian Dilirik, Ini Peluang & Tantangannya

Salah satu industri yang ikut terodorng adalah industri kemasan yang mencatat lonjakan signifikan, termasuk farmasi yang bertumbuh 6,59 persen, serta kosmetik yang diproyeksikan menembus nilai US$9,7 miliar pada 2030 dengan CAGR 4,33 persen.

Pertumbuhan ini juga ditunjang oleh permintaan pasar terhadap Solusi kemasan yang inovatif, aman, higienis, sekaligus ramah lingkungan dengan menggunakan teknologi dan inovasi pengemasan percetakan daur ulang yang kian canggih dan eco-friendly.

Melihat tren positif ini, Krista Exhibitions kembali menghadirkan rangkaian pameran internasional yang saling terintegrasi, mempertemukan pelaku usaha, inovator, hingga investor lintas industri.

Mulai Oktober hingga November 2025, empat pameran besar siap digelar, mencakup ALLPrint Indonesia 2025, PRO AVL Indonesia 2025, ALLPack Indonesia 2025, dan SIAL InterFOOD 2025.

Daud D. Salim, CEO Krista Exhibitions optimistis pameran ini diproyeksikan menghasilkan nilai transaksi Rp5–6 triliun, menghadirkan platform yang mempertemukan inovator, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan agar Indonesia semakin kuat bersaing di panggung global

“Dengan pertumbuhan positif industri makanan & minuman, kemasan, percetakan, serta kebutuhan teknologi audiovisual untuk sektor HORECA dan MICE, kami memperkirakan rangkaian pameran internasional ini akan menjadi akselerator penting bagi kolaborasi serta investasi lintas industri,” ujarnya.

ALLPrint Indonesia 2025 akan menjadi pembuka, berlangsung pada 8–11 Oktober di JIExpo Kemayoran. Industri percetakan yang dulu hanya dipandang sebagai sektor konvensional, kini bertransformasi menjadi tulang punggung branding dan kemasan produk.

Dengan 500 peserta pameran dari 20 negara, termasuk pelaku IKM, ALLPrint siap menampilkan teknologi terkini dalam digital printing, label, hingga grafis untuk kebutuhan e-commerce dan logistik. Targetnya, 60.000 pengunjung akan hadir untuk melihat bagaimana percetakan beradaptasi dengan era industri 4.0.

Satu hari berselang, giliran PRO AVL Indonesia 2025 yang digelar pada 9–11 Oktober. Pameran ini fokus pada teknologi audio-visual, lighting, hingga sistem panggung modern untuk mendukung sektor hiburan, HORECA, dan MICE.

Menariknya, event ini juga menghadirkan kompetisi musik “Sound Out Loud” yang akan dinilai oleh juri-juri ternama, termasuk Titi DJ dan Chandra Darusman. Dengan target 15.000 pengunjung, PRO AVL menjadi bukti bahwa teknologi hiburan tak lagi sekadar penunjang, melainkan bagian integral dari bisnis kreatif.

Momentum berlanjut di ALLPack Indonesia 2025 pada 21–24 Oktober. Pameran ini jadi barometer industri kemasan, farmasi, dan teknologi pengolahan, menghadirkan 1.500 peserta dari lebih 30 negara.

Dari pengemasan makanan dan minuman, logistik, hingga teknologi daur ulang, semuanya ditampilkan dalam satu arena. Kehadiran 75.000 pengunjung ditargetkan menjadi peluang besar bagi produsen lokal maupun global untuk menjajaki pasar yang kian kompetitif.

Sebagai penutup, SIAL InterFOOD 2025 siap digelar pada 12–15 November dan menjadi ajang terbesar bagi industri makanan dan minuman internasional. Dengan lebih dari 1.500 exhibitor dan target 90.000 pengunjung, pameran ini bukan hanya etalase inovasi kuliner global, tetapi juga titik temu retailer, hotel, restoran, chef, hingga penyedia jasa katering.

"Dari tren makanan sehat, produk berbasis nabati, hingga teknologi cold chain, semuanya akan tersaji di pameran ini," ujar Daud.

Bagi pelaku usaha, rangkaian pameran ini bukan sekadar showcase teknologi, melainkan ruang untuk membangun kolaborasi lintas sektor. Dari percetakan yang menyuplai kemasan, industri mamin yang jadi lokomotif, farmasi dan kosmetik yang kian tumbuh, hingga teknologi hiburan yang memperkuat ekosistem HORECA sehingga semuanya saling terhubung.

Baca Juga: BPOM Dorong Literasi Gizi Lewat Cek Label Kemasan

SEBELUMNYA

Bandung Design Biennale 2025 Digelar, Cek Jadwal, Tema, dan Rangkaian Acaranya

BERIKUTNYA

Jadwal dan Lokasi Car Free Day Minggu, 5 Oktober 2025 di Jabodetabek

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga