Dokter Urologi Agus Rizal A.H. Hamid mempraktikan Rezum Water Vapor Therapy (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Mengenal Rezum Water Vapor Therapy, Teknologi Baru di Dunia Urologi Indonesia

01 October 2025   |   12:30 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Keilmuan di bidang urologi di Indonesia kembali mencatat terobosan penting dengan kehadiran Rezum Water Vapor Therapy. Teknologi berbasis energi uap air ini menghadirkan metode minimal invasif untuk menangani pembesaran prostat jinak atau BPH tanpa harus melakukan operasi besar. 

Dokter Spesialis Urologi Chaidir Arif Mochtar mengatakan bahwa Rezum Water Vapor Therapy akan menjadi harapan baru bagi banyak pasien di Indonesia. Sebab, selama ini, penatalaksanaan BPH umumnya hanya mengandalkan dua metode. Pertama, terapi obat-obatan jangka panjang.

Kedua tindakan operasi besar, seperti TURP (Transurethral Resection of the Prostate). Ini adalah prosedur pembedahan untuk mengangkat sebagian jaringan prostat yang membesar dan menyumbat saluran kencing (uretra). 

Baca juga: Mengenal Risiko Penyakit Urologi & Cara Mencegahnya 

Dua pilihan ini terbukti efektif, tetapi memiliki keterbatasan dan risiko efek samping, termasuk gangguan fungsi seksual atau komplikasi pascaoperasi. Kehadiran Rezum Water Vapor Therapy diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan terapi yang lebih modern, dengan prosedur yang lebih singkat, minim rasa sakit, dan masa pemulihan lebih cepat. 

“Dengan hadirnya inovasi baru seperti Rezum, kita memiliki alternatif terapi yang lebih aman, efektif, dan minim invasif untuk pasien BPH,” ungkapnya dalam acara peluncuran Rezum Therapy Training Center di RSCM.

Adapun, BPH merupakan penyakit umum yang banyak dialami pria seiring bertambahnya usia. Berbagai studi menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen pria berusia di atas 60 tahun mengalami gejalanya, dan prevalensinya bisa mencapai 80 persen pada usia di atas 80 tahun.

Meski lebih sering menyerang kelompok usia lanjut, BPH juga dapat muncul pada pria yang lebih muda. Pada pria di bawah 45 tahun, gejala biasanya berkembang lebih cepat dan berpotensi keliru dianggap sebagai masalah kesehatan lain, sehingga pemeriksaan medis yang tepat menjadi krusial.

Chaidir menyebut BPH atau Benign Prostatic Hyperplasia adalah kondisi di mana terjadi pembesaran dan penambahan jumlah sel prostat. Hal ini berbeda dengan kanker prostat karena sifatnya jinak, meskipun tetap dapat menimbulkan gangguan serius pada saluran kemih.

Gejala yang dirasakan penderita antara lain sulit buang air kecil, melemahnya aliran urine, hingga meningkatnya frekuensi berkemih terutama pada malam hari. Jika dibiarkan, hal ini bisa menurunkan kualitas hidup pasien secara signifikan. 

Dokter Urologi Agus Rizal A.H. Hamid  (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Dokter Urologi Agus Rizal A.H. Hamid (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)


Kelebihan Terapi Rezum Water Vapor 

Sementara itu, Dokter Urologi Agus Rizal A.H. Hamid menjelaskan bahwa terapi Rezum Water Vapor pertama kali diperkenalkan pada 2015 setelah mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Sejak saat itu, metode ini mulai digunakan di berbagai negara, termasuk di rumah sakit layanan kesehatan nasional di Inggris, serta mendapatkan sertifikasi di Thailand. 

Saat ini, teknologi Rezum juga sudah mulai diterapkan di Indonesia. Menurut Rizal, Rezum merupakan terapi minimal invasif yang memanfaatkan energi uap air panas untuk mengecilkan ukuran prostat yang membesar akibat Benign Prostatic Hyperplasia. Dengan cara itu, aliran urin dapat kembali lancar dan gejala seperti sering buang air kecil, urgensi, maupun aliran yang melemah bisa berkurang.

Dia menekankan bahwa keunggulan sekaligus keunikan dari metode ini terletak pada pemanfaatan Water Vapor Energy sebagai sumber panas untuk mengecilkan kelenjar prostat. Selain itu, waktu tindakan juga relatif singkat, sehingga tidak membutuhkan prosedur panjang. 

“Setiap bagian bengkaknya (kelenjar prostat) disemprotkan dengan air yang panas, waktunya sekitar 9 detik. Kira-kira kalau kita gabungkan semuanya, hanya memakan waktu 15 menit atau 30 menit,” ungkap Rizal.

Prosedur Rezum dilakukan secara minimal invasif melalui sistoskopi tanpa insisi. Perbaikan gejala biasanya mulai dirasakan pasien dalam kurun waktu tiga minggu, sedangkan hasil optimal akan tampak setelah tiga bulan. Sebab, energi panas dari uap dari metode ini akan berfungsi menghentikan pertumbuhan sel pada jaringan prostat yang membesar.

Kelebihan lainnya adalah efek samping yang sangat minimal, terutama terhadap fungsi seksual. Pasien tetap dapat mempertahankan kualitas hidup, termasuk fungsi ejakulasi, tanpa terganggu secara signifikan pascatindakan.

Ke depan, pemanfaatan Rezum Water Vapor Therapy diproyeksikan akan semakin luas di Indonesia. Sebagai langkah awal, Rezum Therapy Training Center resmi dibuka di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Selasa, 30 September 2025. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Cek Rundown Lengkap Day 1-3 Synchronize Fest 2025 Akhir Pekan Ini

BERIKUTNYA

Tulisan Tangan Kian Terpinggirkan, 40 Persen Gen Z Kehilangan Kemampuan Dasar Ini

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga