Aktor Joe Taslim di film Mortal Kombat. (Sumber gambar: Warner Bros.)

Olahraga Jadi Kunci Healing dan Keseimbangan Hidup Aktor Joe Taslim

29 September 2025   |   11:27 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Dalam kesibukan jadwal yang padat, Joe Taslim menjadikan olahraga sebagai sarana untuk tidak terjebak pada kepenatan dan lebih menjaga keseimbangan hidup. Baginya, aktivitas fisik bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk healing yang paling efektif.

Joe bercerita kebiasaan olahraganya telah terbentuk sejak kecil. Sebab, sebelum menjadi aktor, dirinya memang seorang atlet. Oleh karena itu, dia merasa menjaga kebugaran memang menjadi satu hal yang penting untuk tetap dilakukan.

Baca juga: Hypeprofil Joe Taslim: Perjalanan Karier Bintang Hollywood yang Berakar dari Tanah Air

Aktor kelahiran Palembang ini mengaku lebih suka olahraga yang bertipe kardio. Dia sudah mencoba berbagai cabang olahraga, mulai dari lari, badminton, hingga kini belajar tenis. Semua itu dilakukannya agar tubuh tetap aktif dan bugar.

Sebagai aktor yang aktif di industri perfilman internasional, Joe mengaku menghadapi tanggung jawab besar. Tekanan, drama kecil, hingga stres kerap muncul di balik layar. Oleh karena itu, dia merasa olahraga hingga saat ini masih menjadi jalan terbaik untuk tetap tenang dan seimbang.

Menurut pemain Mortal Kombat 2 ini, inti dari berolahraga bukan sekadar mencari hiburan, melainkan memacu tubuh mencapai kondisi tertentu.

“Yang aku carinya kan kardio, aku harus memacu detak jantungku soalnya. Mungkin harus di atas 170 tuh. Kalau itu sudah bisa disentuh, badan kita, otak kita memproduksi kimia-kimia yang membuat kita lebih happy, stresnya hilang. Tapi setiap orang beda-beda ya,” ujarnya.

Baginya, mendorong detak jantung hingga titik tersebut membuat pikiran menjadi lebih jernih. Perasaan tertekan pun perlahan berganti dengan energi positif yang memberi semangat baru.

Dalam permainan badminton, Joe bahkan lebih memilih bermain single daripada double. Ia kerap meminta lawan mainnya untuk mengirim bola-bola sulit agar tubuhnya bergerak lebih intens dan detak jantung terpacu maksimal.

Sensasi setelah berolahraga menurutnya jauh lebih efektif dibandingkan obat-obatan untuk mengatasi kepenatan. Rasa letih, stres, bahkan gejala depresi ringan dapat berkurang signifikan begitu tubuh dipaksa bekerja lebih keras.

Joe merasakan, setelah olahraga hingga tubuh 'ngos-ngosan', masalah yang sebelumnya terasa berat menjadi lebih ringan. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa olahraga memberinya ruang untuk mengatur ulang kondisi mental dan emosional.

Dirinya percaya bahwa tubuh manusia sebenarnya sudah sangat pintar dan sudah dirancang untuk memiliki kemampuan alami dalam menghadapi kepenatan hidup. “Badan kita diciptakan sebenarnya punya semuanya untuk menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan pikiran. Olahraga itu salah satu yang sangat powerful,” tegas aktor yang pernah memerankan karakter Manas di film Star Trek Beyond tersebut.

Atas dasar itu, Joe selalu menyisihkan waktu untuk olahraga di sela kesibukan apa pun. Menurutnya, menjaga kesehatan fisik sekaligus mental melalui olahraga merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang kariernya.


Double Effect Olahraga

Dokter Spesialis Olahraga dr. Maria Lestari, BMedSc, PGDipSEM, Sp.KO, mengatakan bahwa olahraga memang memberikan efek ganda bagi tubuh. Di satu sisi, aktivitas fisik membuat tubuh terasa lelah. Namun, di sisi lain, pada saat itulah otak justru melepaskan hormon bahagia seperti endorfin, dopamin, dan serotonin yang berfungsi memperbaiki suasana hati serta membuat tubuh lebih rileks.

Selain itu, olahraga juga membantu meningkatkan aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi lebih cepat ke otak maupun otot. Hal ini membuat seseorang bisa merasa lebih segar meski tubuh 'ngos-ngosan' usai berolahraga.

"Efek refresh biasanya bisa muncul setelah olahraga ringan-sedang selama 20-30 menit. Enggak perlu selalu menghitung kalori terbakar. Yang lebih penting justru adalah intensitas, tolok ukurnya mungkin saat napas sudah agak cepat, tetapi masih bisa bicara singkat (zona moderate)," jelasnya.

Dia menyarankan penggunaan smartwatch atau perangkat serupa untuk membantu memantau detak jantung. Dengan begitu, seseorang bisa mengetahui zona latihan yang tepat sesuai kondisi tubuh. Pendekatan ini dianggap lebih objektif dibanding hanya mengandalkan perasaan lelah semata.

Terkait jenis olahraga yang dipilih, Ria menyebut semuanya baik dan dapat memberikan manfaat yang berbeda. Aktivitas aerobik seperti lari, bersepeda, atau berenang bisa membantu meningkatkan aliran darah sekaligus menjernihkan pikiran. Sementara olahraga dengan unsur koordinasi, seperti badminton atau futsal, dapat menambah stimulasi sosial dan kognitif sehingga terasa lebih menyenangkan.

Latihan kekuatan atau strength training juga memiliki keunggulan tersendiri. Selain membantu membangun otot, olahraga ini memperbaiki postur tubuh sehingga meningkatkan rasa percaya diri. Maria menegaskan bahwa tidak ada satu jenis olahraga yang terbaik untuk semua orang. Yang terpenting adalah konsistensi serta memilih aktivitas yang menyenangkan agar bisa dilakukan secara berulang.

Waktu olahraga pun fleksibel, tidak harus selalu pagi hari. Bagi sebagian orang dengan jadwal padat, berolahraga pada malam hari bisa menjadi cara efektif untuk melepas penat setelah seharian bekerja. Namun, ada syaratnya. “Hindari intensitas terlalu tinggi 1 jam sebelum tidur karena bisa mengganggu kualitas tidur,” katanya.

Sebagai gantinya, pilihlah aktivitas dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti jogging santai, yoga, atau sesi gym yang singkat. Pilihan ini lebih ramah bagi tubuh sekaligus tetap memberikan manfaat untuk menjaga kebugaran dan kesehatan mental.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kondisi tubuh saat ingin berolahraga. Memaksakan diri melakukan latihan intens ketika tubuh sangat lelah justru berisiko meningkatkan cedera dan menurunkan imunitas. Namun, jika hanya lelah secara pikiran, olahraga ringan bisa membantu mengurangi stres dan memulihkan energi.

"Olahraga enggak harus terlalu lama atau berat, bahkan 20 menit pun sudah cukup untuk membuat tubuh lebih segar. Kuncinya adalah mendengarkan tubuh," tegasnya.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Cardi B Pecahkan Rekor, Album AM I THE DRAMA? Debut di Puncak Billboard 200

BERIKUTNYA

Profil Dzawin Nur, dari Panggung Stand Up Comedy hingga Kreator Multitalenta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga