Film Terbaru Joe Taslim & Yayan Ruhian World Premiere di TIFF 2025
09 September 2025 |
16:30 WIB
Joe Taslim dan Yayan Ruhian, dua aktor laga yang pertama kali mencuat lewat The Raid dan sempat tampil bersama di Hit and Run, kembali dipertemukan dalam proyek baru. Keduanya bakal kembali menampilkan aksi laga dalam film The Furious, yang akan world premiere di Toronto International Film Festival 2025.
The Furious bukanlah bagian dari waralaba Fast & Furious. Film kolaborasi Hong Kong dan China ini hadir sebagai aksi bela diri yang menggabungkan deretan bintang Asia terbaik di bidang martial arts. Film ini mencoba menghidupkan kembali esensi sejati film laga bela diri seperti era The Raid maupun Crouching Tiger Hidden Dragon, lewat tangan kreator yang benar-benar memahami seni bertarung.
Daya tarik film ini makin kuat karena diarahkan oleh Tanigaki Kenji, seorang action choreographer asal Jepang. Namanya dikenal luas setelah menggarap koreografi pertarungan di trilogi Rurouni Kenshin versi live action. Selain itu, dia juga pernah menyutradarai film Donnie Yen berjudul Enter the Fat Dragon, yang memperkuat reputasinya di dunia film laga Asia.
Baca juga: Sinopsis Film Palestine 36 yang Raih 15 Menit Standing Ovation di TIFF 2025
Kredibilitas produksi pun semakin meyakinkan dengan kehadiran Bill Kong sebagai produser. Sosok ini sebelumnya sukses melahirkan film-film Asia kelas dunia, di antaranya Crouching Tiger, Hidden Dragon, Lust, Caution, Curse of the Golden Flower, hingga Hero. Skenario filmnya ditulis oleh Mak Tin Shu, yang dikenal lewat karya seperti Kung Fu Jungle dan Warriors of Future.
Kisah dalam film ini berpusat pada Konggu (Xie Miao), seorang pedagang sederhana yang harus menghadapi situasi paling sulit dalam hidupnya ketika putrinya diculik.
Dalam perjuangannya, dia bekerja sama dengan Navin (Joe Taslim), seorang jurnalis pemberani untuk menyingkap kasus penculikan sekaligus membongkar jaringan perdagangan anak yang beroperasi secara terorganisir.
Film ini digadang-gadang akan menonjol lewat aksi bela diri yang digarap dengan koreografi tangan kosong yang realistis. Setiap pertarungan disajikan intens, memperlihatkan kemampuan para aktor ternama yang dikenal piawai dalam seni bela diri. Hal ini memberikan nuansa autentik yang mengingatkan pada kejayaan film laga Asia terdahulu.
Keistimewaan lain terletak pada kolaborasi internasional yang mewarnai produksi film ini. Para aktor dan kru berasal dari berbagai negara, mulai dari Hong Kong, Thailand, China, Indonesia, hingga Amerika Serikat dan Jepang, sehingga menghasilkan karya yang terasa global tapi tetap berakar pada kekuatan tradisi bela diri Asia.
Peter Kuplowsky, Lead Programmer untuk Midnight Madness, menyoroti bahwa meski jalan cerita The Furious terdengar familiar, yakni tentang seorang ayah yang berjuang melawan jaringan perdagangan manusia demi menyelamatkan putrinya. Namun, film ini memiliki kekuatan tersendiri yang terletak pada deretan pemainnya yang merupakan kombinasi luar biasa dari bintang aksi pan-Asia masa kini.
Menurutnya, karya Kenji Tanigaki ini berpotensi menjadi titik balik penting bagi genre film laga. Dengan memadukan bakat terbaik dan tradisi bela diri, The Furious dinilai mampu menghidupkan kembali sekaligus mendefinisikan ulang sinema aksi Asia layaknya era keemasan Hong Kong dahulu.
"The Furious merupakan puncak dari 25 tahun terakhir aksi Asia, yang akan menginspirasi para penikmat pertarungan untuk mengepalkan tangan dan membungkuk dengan penuh kekaguman dan nostalgia," kata Peter.
Baca juga: 5 Film di TIFF 2025 dengan Rating Tertinggi & Paling Ditunggu Sinefil
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
The Furious bukanlah bagian dari waralaba Fast & Furious. Film kolaborasi Hong Kong dan China ini hadir sebagai aksi bela diri yang menggabungkan deretan bintang Asia terbaik di bidang martial arts. Film ini mencoba menghidupkan kembali esensi sejati film laga bela diri seperti era The Raid maupun Crouching Tiger Hidden Dragon, lewat tangan kreator yang benar-benar memahami seni bertarung.
Daya tarik film ini makin kuat karena diarahkan oleh Tanigaki Kenji, seorang action choreographer asal Jepang. Namanya dikenal luas setelah menggarap koreografi pertarungan di trilogi Rurouni Kenshin versi live action. Selain itu, dia juga pernah menyutradarai film Donnie Yen berjudul Enter the Fat Dragon, yang memperkuat reputasinya di dunia film laga Asia.
Baca juga: Sinopsis Film Palestine 36 yang Raih 15 Menit Standing Ovation di TIFF 2025

Still photo film The Furious (Sumber gambar: IMDb)
Kisah dalam film ini berpusat pada Konggu (Xie Miao), seorang pedagang sederhana yang harus menghadapi situasi paling sulit dalam hidupnya ketika putrinya diculik.
Dalam perjuangannya, dia bekerja sama dengan Navin (Joe Taslim), seorang jurnalis pemberani untuk menyingkap kasus penculikan sekaligus membongkar jaringan perdagangan anak yang beroperasi secara terorganisir.
Film ini digadang-gadang akan menonjol lewat aksi bela diri yang digarap dengan koreografi tangan kosong yang realistis. Setiap pertarungan disajikan intens, memperlihatkan kemampuan para aktor ternama yang dikenal piawai dalam seni bela diri. Hal ini memberikan nuansa autentik yang mengingatkan pada kejayaan film laga Asia terdahulu.
Keistimewaan lain terletak pada kolaborasi internasional yang mewarnai produksi film ini. Para aktor dan kru berasal dari berbagai negara, mulai dari Hong Kong, Thailand, China, Indonesia, hingga Amerika Serikat dan Jepang, sehingga menghasilkan karya yang terasa global tapi tetap berakar pada kekuatan tradisi bela diri Asia.

Still photo film The Furious (Sumber gambar: IMDb)
Menurutnya, karya Kenji Tanigaki ini berpotensi menjadi titik balik penting bagi genre film laga. Dengan memadukan bakat terbaik dan tradisi bela diri, The Furious dinilai mampu menghidupkan kembali sekaligus mendefinisikan ulang sinema aksi Asia layaknya era keemasan Hong Kong dahulu.
"The Furious merupakan puncak dari 25 tahun terakhir aksi Asia, yang akan menginspirasi para penikmat pertarungan untuk mengepalkan tangan dan membungkuk dengan penuh kekaguman dan nostalgia," kata Peter.
Baca juga: 5 Film di TIFF 2025 dengan Rating Tertinggi & Paling Ditunggu Sinefil
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.