4 Tempat Healing di Chiang Mai Thailand Saat Musim Hujan
27 September 2025 |
20:30 WIB
Chiang Mai, kota terbesar kedua di Thailand menjadi oase hijau yang menjaga keaslian lanskap alam dan tradisi budaya. Kota yang dikenal sebagai Mawar dari Utara ini cocok untuk Genhype yang ingin healing menikmati keindahan alam sekaligus mencari petualangan dan sejarah di Negeri Gajah Putih.
Kadek Arini, travel creator asal Indonesia, menyebut Chiang Mai sebagai tempat yang sempurna untuk healing. Paling berkesan ketika dia berkunjung ke sana adalah bagaimana Arini bisa berinteraksi langsung dengan komunitas lokal, dan belajar tentang keseimbangan antara kehidupan modern, pariwisata, serta ekosistem supaya tetap berjalan selaras.
Baca juga: Cek Daftar Destinasi Wisata Ramah Muslim di Thailand
Bagi traveler yang ingin berkunjung, saat ini, Chiang Mai sedang menyambut musim hujan. Namun, cuaca ini bukan menjadi tantangan, melainkan waktu yang tepat untuk menikmati suasana pegunungan berkabut, hamparan sawah hijau, dan udara sejuk.
Tertarik ke Chiang Mai? Berikut empat destinasi ramah lingkungan yang direkomendasikan MOVE untuk melengkapi itinerary liburan ke kota terbesar di utara Thailand. Keempat destinasi ini merepresentasikan Chiang Mai sebagai ikon wisata berkelanjutan di Thailand.
Berlokasi di dataran tinggi Doi Saket, komunitas ini menjaga tradisi budidaya dan pengolahan kopi Arabika secara alami. Wisatawan dapat belajar langsung dari petani lokal mengenai praktik agrikultur berkelanjutan, sekaligus mencicipi kopi segar yang ditanam tanpa merusak lingkungan.
Berwisata ke desa ini memberi pengalaman yang menghidupkan kembali nilai ekonomi sirkular sekaligus melestarikan budaya.
Saat malam tiba, suasana semakin semarak dengan pasar malam, musik, dan kuliner jalanan. Menawarkan pengalaman gaya hidup modern yang tetap berpadu dengan nuansa komunitas lokal.
Dikenal sebagai Silver Temple, Wat Sri Suphan merupakan kuil bersejarah dengan dinding penuh ukiran perak yang memukau. Selain menikmati atmosfer spiritual, pengunjung juga dapat mencoba pengalaman unik berupa kelas memahat logam bersama pengrajin setempat.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kadek Arini, travel creator asal Indonesia, menyebut Chiang Mai sebagai tempat yang sempurna untuk healing. Paling berkesan ketika dia berkunjung ke sana adalah bagaimana Arini bisa berinteraksi langsung dengan komunitas lokal, dan belajar tentang keseimbangan antara kehidupan modern, pariwisata, serta ekosistem supaya tetap berjalan selaras.
Baca juga: Cek Daftar Destinasi Wisata Ramah Muslim di Thailand
Bagi traveler yang ingin berkunjung, saat ini, Chiang Mai sedang menyambut musim hujan. Namun, cuaca ini bukan menjadi tantangan, melainkan waktu yang tepat untuk menikmati suasana pegunungan berkabut, hamparan sawah hijau, dan udara sejuk.
Tertarik ke Chiang Mai? Berikut empat destinasi ramah lingkungan yang direkomendasikan MOVE untuk melengkapi itinerary liburan ke kota terbesar di utara Thailand. Keempat destinasi ini merepresentasikan Chiang Mai sebagai ikon wisata berkelanjutan di Thailand.
1. Menelusuri Jejak Kopi Arabika di Pegunungan Bersama Komunitas Thep Sadet
Berlokasi di dataran tinggi Doi Saket, komunitas ini menjaga tradisi budidaya dan pengolahan kopi Arabika secara alami. Wisatawan dapat belajar langsung dari petani lokal mengenai praktik agrikultur berkelanjutan, sekaligus mencicipi kopi segar yang ditanam tanpa merusak lingkungan.2. On Tai Village yang Menjaga Warna Alam dan Tradisi
Desa On Tai di distrik San Kamphaeng terkenal dengan tradisi pewarnaan kain alami menggunakan tanaman lokal, seperti indigo dan kunyit. Pengunjung bisa mengikuti kelas tie-dye bersama pengrajin, menyaksikan demonstrasi tenun, hingga menjelajahi kebun organik.Berwisata ke desa ini memberi pengalaman yang menghidupkan kembali nilai ekonomi sirkular sekaligus melestarikan budaya.
3. Pusat Gaya Hidup Kreatif di One Nimman
Terletak di kawasan Nimmanhaemin, One Nimman menghadirkan arsitektur bergaya Eropa yang unik. Area ini dipenuhi kafe trendi, butik, galeri seni, dan ruang publik yang fotogenik.Saat malam tiba, suasana semakin semarak dengan pasar malam, musik, dan kuliner jalanan. Menawarkan pengalaman gaya hidup modern yang tetap berpadu dengan nuansa komunitas lokal.
4. Menjajal Spiritualitas dan Kerajinan Perak di Wat Sri Suphan
Dikenal sebagai Silver Temple, Wat Sri Suphan merupakan kuil bersejarah dengan dinding penuh ukiran perak yang memukau. Selain menikmati atmosfer spiritual, pengunjung juga dapat mencoba pengalaman unik berupa kelas memahat logam bersama pengrajin setempat.(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.