Titi Kamal kembali dipercaya memerankan tokoh Aqilla dalam film Air Mata di Ujung Sajadah 2. Meski sudah memahami karakternya sejak film pertama, pasangan Christian Sugiono itu menilai tantangan yang dihadapi kali ini jauh lebih berat dibanding sebelumnya.
Menurut Titi, pendalaman naskah film kedua ini tidak bisa dianggap sederhana. Dia menegaskan bahwa setiap sekuel, terutama dari sebuah film yang banyak disukai publik, selalu menuntut persiapan lebih besar.
Salah satu tantangannya ialah ketika dia mesti menghidupkan kembali memori yang telah dibangun di film pertama. Lantaran film pertama rilis dua tahun lalu, dia pun mesti menonton ulang cerita tersebut lagi, mengingat kembali kehadiran sosok Arfan sang suami, peran orang tua Aqilla, serta perjalanan karakternya yang harus menanggung hidup seorang diri.
Titi Kamal kembali dipercaya memerankan tokoh Aqilla dalam film sekuel Air Mata di Ujung Sajadah 2. (Sumber gambar: dok Beehave Pictures)
"Film yang kedua itu akan selalu menjadi PR buat aku. Jadi, setiap scene-nya emang harus aku prepare sedemikian rupa," ujar Titi Kamal.
Untuk menjaga konsistensi akting, Titi mengaku menyiapkan setiap adegan secara detail. Dia membaca ulang skrip beberapa kali dan mengulangi lagi sebelum pengambilan gambar. Dia juga mesti belajar lagi mengatur ritme emosinya agar tidak berlebihan maupun kurang tepat.
Proses ini dinilainya sebagai pengalaman penuh tekanan, tetapi juga jadi pembelajaran berharga. Dari rangkaian persiapan tersebut, dia akhirnya menemukan pijakan emosional yang kokoh untuk karakternya.
Baginya, Aqilla adalah potret perempuan yang berusaha tampil tegar dan bahagia, meski sebenarnya menyimpan luka mendalam. Salah satu caranya adalah dengan terus menyibukkan diri melalui pekerjaan.
Titi juga menyoroti sisi keibuan Aqilla yang tidak pernah hilang. Walaupun telah merelakan Baskara untuk diasuh oleh Mas Arif dan Yumna, Aqilla tetap digambarkan sebagai seorang ibu yang diam-diam memperhatikan anaknya dari kejauhan. Hal ini menjadi dasar bagi Titi dalam membentuk karakter yang lebih matang di sekuel kedua.
Meski demikian, setiap menuju ke adegan berat, Titi rupanya memiliki ritual khusus sebelum syuting. Titi mengaku mesti meluangkan waktu berjam-jam hanya untuk memastikan tingkat emosi yang dibawakan selaras dengan tuntutan naskah. Terkadang, dia pun menyendiri di lokasi syuting.
"Beberapa jam sebelum take aku harus baca baik-baik, jangan sampai salah eskalasi emosinya, harus dijaga, gitu," jelasnya lebih lanjut.
Mengenai adegan paling menantang, Titi menyebut salah satunya adalah ketika Aqilla harus menatap bintang bersama Baskara. Adegan ini, menurutnya, memuat beban emosional yang sangat besar sehingga membutuhkan persiapan ekstra untuk bisa ditampilkan secara natural.
Dia berharap kehadirannya dalam Air Mata di Ujung Sajadah 2 dapat diterima publik.
Air Mata di Ujung Sajadah 2 akan kembali menghadirkan kisah Aqilla, yang masih diperankan oleh Titi Kamal. Dia digambarkan harus menghadapi kenyataan pahit menjalani hidup tanpa kehadiran putra kandungnya, Baskara (Faqih Alaydrus).
Situasi semakin pelik ketika Aqilla kehilangan kabar mengenai sang anak setelah akun media sosial Yumna (Citra Kirana) mendadak tidak aktif. Keadaan ini mendorongnya untuk melakukan perjalanan ke Solo demi mencari jawaban atas kegelisahannya.
Perjalanan tersebut kemudian membuka kembali luka lama sekaligus memicu pertentangan emosional antara Aqilla dan Yumna. Konflik yang muncul memperlihatkan betapa rapuhnya ikatan keluarga ketika dihadapkan pada kehilangan serta tuntutan pengorbanan. Kondisi makin pelik ketika Aqilla mulai mengetahui suami Yumna, Arif (Fedi Nuril) tengah koma di rumah sakit.
Film Air Mata di Ujung Sajadah 2 yang diproduksi Beehave Pictures dan disutradarai Key Mangunsong ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 Oktober 2025.
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.