8 Sesi Pemutaran film Sentimental Value di JWC 2025 Sold Out
26 September 2025 |
14:00 WIB
1
Like
Like
Like
Film-film yang akan diputar di Jakarta World Cinema (JWC) 2025 kembali mencuri perhatian sinefil (sebutan pencinta film). Antusiasme itu tercermin dari tiket sejumlah film yang sudah terjual habis, bahkan sebelum acara pembukaan festival berlangsung pada besok, Sabtu (27/9/2025).
Salah satu film yang paling ditunggu adalah Sentimental Value karya Joachim Trier. Sebagai film pembuka, karya asal Norwegia itu mendapat jadwal delapan kali tayang dan seluruh kursinya telah ludes terjual.
Baca juga: 8 Film Tak Lulus Sensor LSF, Begini Kata Festival Director Jakarta World Cinema
Film ini sebelumnya sudah menyita perhatian di kancah internasional. Pada Festival Film Cannes 2025, Sentimental Value berhasil meraih penghargaan Grand Prix dan menuai pujian berkat penggambaran puitis tentang keluarga, kehilangan, serta warisan emosional.
Film ini akan menceritakan kisah dua saudara perempuan, Nora dan Agnes, yang kembali berhubungan dengan ayah mereka, Gustav, seorang mantan sutradara film terkenal, setelah lama berpisah.
Gustav, yang sedang berusaha bangkit kembali dalam kariernya, menawarkan peran utama dalam film barunya kepada Nora, tetapi ditolak. Dia kemudian memilih bintang muda Hollywood, Rachel Kemp, yang membuat hubungan mereka semakin rumit.
Film tersebut mencoba mengeksplorasi hubungan keluarga yang kompleks, dinamika antara ayah dan anak, serta bagaimana seni dapat menjadi cara untuk mengatasi masa lalu dan memperbaiki hubungan yang retak.
Antusiasme juga mengiringi film penutup festival, It Was Just an Accident karya Jafar Panahi. Dari tujuh kali pemutaran, enam kali sold out, sementara satu sisanya hanya menyisakan kurang dari sepuluh kursi.
Film tersebut sebelumnya menyabet Palme d’Or, penghargaan tertinggi di Cannes 2025. Daya tariknya kian kuat karena diproduksi dalam kondisi penuh keterbatasan di Iran, ketika Panahi masih mendapat larangan resmi membuat film.
Dengan gaya realis yang khas, Panahi menyuguhkan potret masyarakat yang bergulat dengan tekanan hukum dan sosial. Pendekatan itu membuat karyanya relevan dan menyentuh penonton maupun juri.
Tak hanya dua film utama, beberapa judul lain juga mencatat kesuksesan besar. Di antaranya Human Resource, Linda Linda Linda, dan Die, My Love yang semuanya habis terjual di lima kali penayangan.
Sejumlah film lain ikut mengulang capaian serupa, seperti Urchin (3 kali tayang), The Chronology of Water (1 kali tayang), Drive My Car (1 kali tayang), Dogtooth (1 kali tayang), hingga A Pale View of Hills, Magellan, dan A Poet yang masing-masing ludes di dua kali pemutaran.
Menariknya, salah satu film lokal produksi KlikFilm yang disutradarai Razka Robby Ertanto, Lavender Marriage, juga mendapatkan sambutan hangat. Meski hanya tayang sekali, tiketnya habis terjual dan menunjukkan bahwa karya Indonesia bisa bersaing di panggung festival dunia.
“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme luar biasa dari para penonton. Tiket yang cepat habis terjual menunjukkan bahwa masyarakat semakin haus akan pengalaman menonton film internasional yang berkualitas," ucap Executive Director JWC 2025 Frederica.
Sementara itu, Festival Director Shandy Gasella menilai hasil penjualan presale JWC 2025 mencerminkan reputasi festival yang terus berkembang. Menurutnya, hal ini juga menunjukan semangat penonton Indonesia dalam menyambut keberagaman karya sinema dunia.
Jakarta World Cinema 2025 versi luring bakal diselenggarakan mulai tanggal 27 September hingga 4 Oktober 2025. Adapun format daringnya akan digelar pada 4 September hingga 4 Oktober 2025.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Salah satu film yang paling ditunggu adalah Sentimental Value karya Joachim Trier. Sebagai film pembuka, karya asal Norwegia itu mendapat jadwal delapan kali tayang dan seluruh kursinya telah ludes terjual.
Baca juga: 8 Film Tak Lulus Sensor LSF, Begini Kata Festival Director Jakarta World Cinema
Film ini sebelumnya sudah menyita perhatian di kancah internasional. Pada Festival Film Cannes 2025, Sentimental Value berhasil meraih penghargaan Grand Prix dan menuai pujian berkat penggambaran puitis tentang keluarga, kehilangan, serta warisan emosional.
Film ini akan menceritakan kisah dua saudara perempuan, Nora dan Agnes, yang kembali berhubungan dengan ayah mereka, Gustav, seorang mantan sutradara film terkenal, setelah lama berpisah.
Gustav, yang sedang berusaha bangkit kembali dalam kariernya, menawarkan peran utama dalam film barunya kepada Nora, tetapi ditolak. Dia kemudian memilih bintang muda Hollywood, Rachel Kemp, yang membuat hubungan mereka semakin rumit.
Film tersebut mencoba mengeksplorasi hubungan keluarga yang kompleks, dinamika antara ayah dan anak, serta bagaimana seni dapat menjadi cara untuk mengatasi masa lalu dan memperbaiki hubungan yang retak.
Antusiasme juga mengiringi film penutup festival, It Was Just an Accident karya Jafar Panahi. Dari tujuh kali pemutaran, enam kali sold out, sementara satu sisanya hanya menyisakan kurang dari sepuluh kursi.
Film tersebut sebelumnya menyabet Palme d’Or, penghargaan tertinggi di Cannes 2025. Daya tariknya kian kuat karena diproduksi dalam kondisi penuh keterbatasan di Iran, ketika Panahi masih mendapat larangan resmi membuat film.
Dengan gaya realis yang khas, Panahi menyuguhkan potret masyarakat yang bergulat dengan tekanan hukum dan sosial. Pendekatan itu membuat karyanya relevan dan menyentuh penonton maupun juri.
Tak hanya dua film utama, beberapa judul lain juga mencatat kesuksesan besar. Di antaranya Human Resource, Linda Linda Linda, dan Die, My Love yang semuanya habis terjual di lima kali penayangan.
Sejumlah film lain ikut mengulang capaian serupa, seperti Urchin (3 kali tayang), The Chronology of Water (1 kali tayang), Drive My Car (1 kali tayang), Dogtooth (1 kali tayang), hingga A Pale View of Hills, Magellan, dan A Poet yang masing-masing ludes di dua kali pemutaran.
Menariknya, salah satu film lokal produksi KlikFilm yang disutradarai Razka Robby Ertanto, Lavender Marriage, juga mendapatkan sambutan hangat. Meski hanya tayang sekali, tiketnya habis terjual dan menunjukkan bahwa karya Indonesia bisa bersaing di panggung festival dunia.
“Kami sangat bersyukur melihat antusiasme luar biasa dari para penonton. Tiket yang cepat habis terjual menunjukkan bahwa masyarakat semakin haus akan pengalaman menonton film internasional yang berkualitas," ucap Executive Director JWC 2025 Frederica.
Sementara itu, Festival Director Shandy Gasella menilai hasil penjualan presale JWC 2025 mencerminkan reputasi festival yang terus berkembang. Menurutnya, hal ini juga menunjukan semangat penonton Indonesia dalam menyambut keberagaman karya sinema dunia.
Jakarta World Cinema 2025 versi luring bakal diselenggarakan mulai tanggal 27 September hingga 4 Oktober 2025. Adapun format daringnya akan digelar pada 4 September hingga 4 Oktober 2025.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.