Inspiring Asia Micro Film Festival 2025 (sumber foto: Inspiring Indonesia)

Dua Film Indonesia Raih Penghargaan Utama di Inspiring Asia Micro Film Festival 2025

19 September 2025   |   20:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Jakarta kembali menjadi tuan rumah ajang internasional dengan digelarnya Inspiring Asia Micro Film Festival 2025. Festival ini bukan hanya sekadar perayaan film pendek, melainkan juga wadah anak muda Asia untuk menyuarakan isu-isu sosial yang sering kali luput dari sorotan.

Tahun ini, festival film yang diinisiasi oleh Li Foundation ini mengangkat tema To Be Seen untuk menegaskan pentingnya visibilitas terhadap realitas yang kerap tersembunyi, termasuk kesehatan mental. 

Baca juga: Bersinar di Ajang Internasional, No Other Choice Jadi Film Pembuka BIFF 2025

Acara ini memberikan ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan persoalan kesehatan mental lewat medium film. Format film pendek dipilih karena dinilai efektif menyampaikan pesan secara singkat namun tetap menyentuh emosi, sehingga lebih mudah dipahami sekaligus dirasakan oleh penonton.

Asia Micro Film Festival 2025 melibatkan lebih dari 2.000 anggota komunitas melalui mekanisme community vetting di platform Campaign for Good. Proses tersebut memungkinkan masyarakat ikut menonton, menilai, sekaligus mendiskusikan karya-karya yang dipertandingkan.

Festival film tahun ini menjadikan isu kesehatan mental sebagai fokus utama dengan mengusung tema To Be Seen. Melalui tema tersebut, generasi muda diberi ruang untuk menyuarakan keresahan mereka lewat medium film pendek—format yang dinilai efektif untuk menyampaikan pesan secara ringkas namun tetap emosional.

Dari puluhan karya yang lolos kurasi, dua film pendek karya sineas muda Tanah Air berhasil keluar sebagai pemenang dalam dua kategori yang dilombakan, yaitu Best Project dan Best Micro Film.
 

Penghargaan utama Best Project diraih oleh Yang Diam Yang Bersuara produksi Hello Sister. Film ini menyoroti keberanian mahasiswa melawan kekerasan seksual akademik sekaligus merefleksikan beban psikologis korban.

Disutradarai Royyand Irsyad dan diproduseri Mutiara Ramadhon, film ini juga dikembangkan sebagai media pemantik diskusi dalam workshop pelatihan peer leader di berbagai universitas di Sumatra Selatan.

“Senang karena kami membuat film ini benar-benar dalam waktu singkat dan modal sendiri. Enggak nyangka film ini bisa menyentuh dan sampai di panggung ini,” ujar Mutiara, yang terinspirasi dari banyaknya aduan korban.

Di kategori Best Micro Film, kemenangan diraih oleh Mania Dunia Nia garapan Lagi Liburan Films. Film ini mengisahkan Nia, mahasiswa baru teknik yang bergulat dengan tugas akademis, pekerjaan, dan distraksi media sosial hingga terjebak dalam tekanan.

Yosafat Prasetya selaku sutradara dan Januar David Ciu sebagai produser mengaku terkejut karya perdana mereka yang digarap serius bisa meraih juara. “Saya merasa film ini bisa beresonansi. Semua finalis punya kekuatan masing-masing. Kita nggak kayak berkompetisi tapi berkolaborasi menyuarakan isu yang sama,” tutur Yosafat.

Ketiga juri final—Kamila Andini (sutradara, penulis, Oscar voter), Bene Dion Rajagukguk (komika, filmmaker), dan Analisa Widyaningrum (psikolog, pembicara publik)—sepakat bahwa kualitas karya para finalis relevan dengan isu kesehatan mental remaja masa kini.

Kamila menekankan bahwa film bisa menjadi jembatan antara pengalaman personal dan percakapan sosial yang lebih luas, sementara format film pendek memberi kebebasan bereksperimen tanpa beban produksi besar.

Kemenangan Hello Sister dan Lagi Liburan Films sekaligus mengantarkan mereka ke babak Preliminary Inspiring Asia. Keduanya akan mewakili Indonesia di Grand Final Inspiring Asia Micro Film Festival 2025 di Singapura pada 25 Oktober mendatang, bersaing dengan ratusan karya dari 70 negara untuk memperebutkan hadiah total US$150.000.

Festival ini sendiri merupakan kolaborasi antara Campaign for Good, Djarum Foundation, Tanoto Foundation, dan A Better World Foundation. Selain menghadirkan ruang kreatif bagi sineas muda, festival juga menjadi sarana meningkatkan kesadaran publik mengenai kesehatan mental.

“Antusiasme sineas muda dan partisipasi publik menunjukkan besarnya kepedulian terhadap isu kesehatan mental pemuda. Ini pencapaian penting dari edisi perdana Inspiring Indonesia,” kata Candy Goh, Director Li Foundation.


Daftar Pemenang Inspiring Asia Micro Film Festival 2025 #InspiringIndonesia

Best Project
Juara I: Hello Sister – Yang Diam Yang Bersuara (Hadiah: Rp165.000.000)
Juara II: sustainHER Indonesia – The Same Worry (Hadiah: Rp33.000.000)
Juara III: Rumah Visioner – When Hope Has a Home (Hadiah: Rp33.000.000)

Best Micro Film
Juara I: Lagi Liburan Films – Mania Dunia Nia (Hadiah: Rp82.500.000)
Juara II: kumparan – The Strawberry Generation (Hadiah: Rp16.500.000)
Juara III: Frame On Multimedia – For Silent People (Hadiah: Rp16.500.000)

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Bukan Teknologi, Ini Cara Sederhana Tim Cook Redakan Tekanan Hidup

BERIKUTNYA

10 Contoh Prompt AI Gemini untuk Gabungan Foto Masa Kecil dan Sekarang

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga