Dari BUMN ke PSSI, Kini Erick Thohir Jabat Menpora dalam Reshuffle Kabinet
17 September 2025 |
20:17 WIB
Presiden Prabowo Subianto melakukan resuffle sejumlah menteri pada hari ini, Rabu, 17 September 2025. Salah satu di antaranya adalah Erick Thohir yang menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Dito Ariotedjo. Perjalanan Erick di bidang olahraga cukup dinamis, dia pernah menjadi presiden klub sepak bola Inter Milan.
Erick Thohir bukan nama yang asing dalam pemerintahan. Sebelum mendapatkan amanah sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick telah menjabat menjadi menteri. Salah satu di antaranya adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca juga: PSSI Protes Soal Penunjukkan Wasit Kuwait di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia
Selain itu, dia juga bukan nama baru dalam bidang olahraga. Erick juga diketahui menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sejak 2023. Dia terpilih melalui kongres Luar Biasa yang diadakan di Jakarta.
Prestasinya sebagai Ketua Umum PSSI sejauh ini adalah membawa tim nasional sepak bola sampai putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Langkah Garuda – julukan tim nasional – menjadi yang terjauh sepanjang sejarah.
Sepak terjang Erick di bidang olahraga sepak bola sudah terjadi jauh sebelum menjadi ketua umum PSSI. Berbagai klub internasional di Eropa atau Amerika Serikat pernah dipimpinnya. Pertama adalah klub asal Major League Soccer (MLS), Amerika Serikat, yakni DC United. Dia menjadi salah satu pemegang saham mayoritas dari 2012 dan berakhir pada 2018.
Kedua, klub Inter Milan dari Liga Italia. Pada 2013, dia menjadi pemilik saham terbesar klub yang bermarkas di Kota Milan tersebut, sehingga menjadikannya sebagai presiden pertama dari Asia sepanjang sejarah Inter Milan. Pada 2016, saham yang dimilikinya dijual ke Suning Group.
Ketiga, klub Oxford United dari Inggris juga pernah dimilikinya. Berbeda dengan DC United dan Inter Milan, Erick adalah pemegang saham minoritas di klub yang bermarkas di Oxford. Pada 2022, bersama dengan Anindya Bakrie, dia menjadi pemegang saham mayoritas klub ini.
Di sepak bola dalam negeri, Erick juga pernah menjadi bagian klub Persib dan Persija. Di Maung Bandung, julukan Persib, dia pernah menjadi komisioner dan di Macan Kemayoran, julukan Persija, tercatat pernah menjadi Direktur Keuangan.
Tidak hanya olahraga sepak bola, Erick juga tercatat pernah terlibat dalam olahraga bola basket. Dia menjadi pendiri klub Satria Muda Pertamina pada 2000an. Kemudian, menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dari 2004 sampai 2006. Jabatan Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara juga pernah dimilikinya dari 2006 sampai 2019.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Erick Thohir bukan nama yang asing dalam pemerintahan. Sebelum mendapatkan amanah sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick telah menjabat menjadi menteri. Salah satu di antaranya adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca juga: PSSI Protes Soal Penunjukkan Wasit Kuwait di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia
Selain itu, dia juga bukan nama baru dalam bidang olahraga. Erick juga diketahui menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sejak 2023. Dia terpilih melalui kongres Luar Biasa yang diadakan di Jakarta.
Prestasinya sebagai Ketua Umum PSSI sejauh ini adalah membawa tim nasional sepak bola sampai putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Langkah Garuda – julukan tim nasional – menjadi yang terjauh sepanjang sejarah.
Sepak terjang Erick di bidang olahraga sepak bola sudah terjadi jauh sebelum menjadi ketua umum PSSI. Berbagai klub internasional di Eropa atau Amerika Serikat pernah dipimpinnya. Pertama adalah klub asal Major League Soccer (MLS), Amerika Serikat, yakni DC United. Dia menjadi salah satu pemegang saham mayoritas dari 2012 dan berakhir pada 2018.
Kedua, klub Inter Milan dari Liga Italia. Pada 2013, dia menjadi pemilik saham terbesar klub yang bermarkas di Kota Milan tersebut, sehingga menjadikannya sebagai presiden pertama dari Asia sepanjang sejarah Inter Milan. Pada 2016, saham yang dimilikinya dijual ke Suning Group.
Ketiga, klub Oxford United dari Inggris juga pernah dimilikinya. Berbeda dengan DC United dan Inter Milan, Erick adalah pemegang saham minoritas di klub yang bermarkas di Oxford. Pada 2022, bersama dengan Anindya Bakrie, dia menjadi pemegang saham mayoritas klub ini.
Di sepak bola dalam negeri, Erick juga pernah menjadi bagian klub Persib dan Persija. Di Maung Bandung, julukan Persib, dia pernah menjadi komisioner dan di Macan Kemayoran, julukan Persija, tercatat pernah menjadi Direktur Keuangan.
Tidak hanya olahraga sepak bola, Erick juga tercatat pernah terlibat dalam olahraga bola basket. Dia menjadi pendiri klub Satria Muda Pertamina pada 2000an. Kemudian, menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dari 2004 sampai 2006. Jabatan Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara juga pernah dimilikinya dari 2006 sampai 2019.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.